Afganistan Tunda Umumkan Pemenang Pemilu Presiden  

Reporter

Kamis, 24 April 2014 07:48 WIB

Petugas Afganistan saat menyelidiki sisa serangan Taliban ke pangkalan gabungan NATO-Afganistan di distrik Ghani Khail di Nangarhar, Afganistan (4/1). Seorang tentara NATO meninggal dan sejumlah angggota pasukan Taliban saat terjadi serangan oleh pasukan Taliban (AP Photo/Rahmat Gul)

TEMPO.CO, kabul - Penghitungan hasil pemilihan Presiden Afganistan ditunda setelah ditemukan begitu banyak kecurangan. Investigasi terhadap kecurangan dalam pemilihan presiden yang dianggap paling demokratis dan aman ini belum rampung.

Sesuai dengan jadwal, komisi pemilihan independen melakukan penghitungan hasil suara yang dilakukan Rabu, 23 April 2014. Namun diputuskan ditunda hingga Sabtu mendatang.

Komisi pemilihan independen saat ini melakukan investigasi menyeluruh terhadap kecurangan yang terjadi. "Mereka mengkritik akurasi dan integritas hasil akhirnya," ujar lembaga itu dalam rilisnya kepada pers. (Baca: Pasukan AS Diminta Bertahan di Afganistan)

Ratusan pelanggaran yang ditemukan sedang diinvestigasi untuk memastikan pemilihan presiden tahun ini dapat lebih baik dibanding 2009.

Hasil penghitungan sementara menyebutkan mantan Menteri Luar Negeri Afganistan Abdullah Abdullah meraih 44,4 persen suara. Sedangkan pesaingnya, ekonom Bank Dunia bernama Ashraf Ghani, meraih 33,2 persen suara.

Tak satu pun kandadit meraih lebih dari 50 persen suara. Jadi, kemungkinan akan terjadi pemilihan presiden putaran kedua pada 28 Mei 2014.

Mirwais Esmatullah, jurnalis Afganistan, mengatakan Abdullah Abdullah tidak yakin dapat memenangi pemilihan presiden. Ia beralasan, saat ini lebih dari 80 persen populasi penduduk Afganistan adalah kaum muda dan kebanyakan mereka pendukung Ashraf Ghani.

"Masa depan negara kami tergantung pada hasil pemilihan. Jika Gani menang, segala sesuatu akan berjalan baik," ujar Mirwais, 14 April 2014.

Namun, jika Abdullah Abdullah yang memenangi pemilihan, ujar dia, itu juga bukan masalah besar. Alasannya, Afganistan didukung oleh masyarakat internasional yang akan menjaga keamanan negara itu. (Baca: Pemilu di Afganistan Dihujani Roket dan Tembakan)





ABC | RFERL.ORG | MARIA RITA HASUGIAN





Terpopuler:
Robert Blake: Islam Mendapat Tempat di Amerika

Pengakuan Pembunuh Sopir Taksi Express di Klender

Pedofil Buron FBI Pernah 10 Tahun Jadi Guru di JIS















Advertising
Advertising





Berita terkait

Serangan Sadis ISIS di Masjid Syiah Afganistan, 28 OrangTewas

26 Agustus 2017

Serangan Sadis ISIS di Masjid Syiah Afganistan, 28 OrangTewas

Empat orang milisi ISIS melakukan serangan beruntun berupa ledakan bom bunuh diri dan rentetan tembakan di masjid Syiah di Kabul. Sebanyak 28 orang tewas.

Baca Selengkapnya

Ubah Pendirian, Donald Trump Akan Tambah Pasukan ke Afganistan

22 Agustus 2017

Ubah Pendirian, Donald Trump Akan Tambah Pasukan ke Afganistan

Donald Trump memastikan akan menambah jumlah tentara Amerika Serikat ke Afganistan dalam pidato pada Senin malam

Baca Selengkapnya

Rusia Diduga Pasok Senjata ke Taliban di Afganistan, Ini Buktinya

26 Juli 2017

Rusia Diduga Pasok Senjata ke Taliban di Afganistan, Ini Buktinya

Rusia diduga kuat menjadi pemasok senjata canggih bagi gerilyawan Taliban di Afghanistan

Baca Selengkapnya

Ledakan Bom Bunuh Diri di Afganistan, 13 Orang Tewas

28 Mei 2017

Ledakan Bom Bunuh Diri di Afganistan, 13 Orang Tewas

Semua korban akibat bom bunuh diri di Afganistan dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Baca Selengkapnya

Pemimpin ISIS di Afganistan Tewas Dibunuh Koalisi AS

8 Mei 2017

Pemimpin ISIS di Afganistan Tewas Dibunuh Koalisi AS

Pemimpin ISIS Afganistan Abdul Hasib, tewas dalam sebuah operasi pasukan koalisi AS dan Afganistan

Baca Selengkapnya

ISIS Mengaku Bertanggung Jawab atas Ledakan Hebat di Kabul

3 Mei 2017

ISIS Mengaku Bertanggung Jawab atas Ledakan Hebat di Kabul

Setidaknya delapan warga sipil Afganistan tewas dan 22 korban lainnya luka-luka, termasuk tiga anggota militer Amerika Serikat.

Baca Selengkapnya

Ledakan Hebat Menghantam Kabul, Konvoi NATO Jadi Sasaran

3 Mei 2017

Ledakan Hebat Menghantam Kabul, Konvoi NATO Jadi Sasaran

Ledakan hebat menghantam Kabul, ibu kota Afganistan dan menewaskan beberapa

Baca Selengkapnya

Taliban Membunuh 8 Polisi Afganistan  

25 April 2017

Taliban Membunuh 8 Polisi Afganistan  

Serangan Taliban yang menewaskan delapan polisi Afganistan bersamaan dengan kunjungan Menteri Pertahanan Amerika Serikat James Mattis ke Afganistan.

Baca Selengkapnya

Kronologi Teror Taliban Tewaskan 140 Prajurit Afganistan  

23 April 2017

Kronologi Teror Taliban Tewaskan 140 Prajurit Afganistan  

Serangan Taliban ke markas militer Afghanistan mengagetkan para prajurit. Mereka bingung dan sempat dilarang menembak. Berikut kronologis.

Baca Selengkapnya

Taliban Serang Markas Militer Afganistan, 140 Prajurit Tewas  

22 April 2017

Taliban Serang Markas Militer Afganistan, 140 Prajurit Tewas  

Milisi Taliban menyerang markas tentara Afganistan di provinsi Balkh saat sembahyang Jumat, 140 prajurit Afganistan tewas dan 160 orang terluka.

Baca Selengkapnya