Dua Pelaku Bom Boston di Mata Kerabat  

Reporter

Senin, 22 April 2013 15:14 WIB

Dzhokhar Tsarnaev memperoleh green card pada tahun 2007, dan mendapat kewarganegaraan Amerika Serikat pada 11 September 2012. REUTERS/Alexander Demianchuk

TEMPO.CO, Jakarta - Dzhokhar dan Tamerlan Tsarnaev teridentifikasi sebagai tersangka bom Boston Marathon. keduanya sempat kucing-kucingan dan adu tembak dengan tim antiteroris SWAT serta polisi federal FBI, Jumat, 19 April 2013. Dalam peristiwa itu, Tamerlan tewas tertembak, sedangkan Dzhokhar tertangkap dengan kondisi luka-luka.

Larry Aaronson, guru Dzhokhar Tsarnaev di SMA, terkejut mendengar keterlibatan bekas anak didiknya. Kata dia, Dzhokhar dikenal sebagai pemuda yang tak pernah membuat masalah. "Dia suka olahraga dan atlet yang hebat," kata Aaronson.

Pendapat tak jauh beda datang dari paman Tsarnaev, Ruslan Tsarni. Ia menyatakan cukup kaget mengetahui keponakannya terlibat dalam bom Boston. Sebab, pemuda 19 tahun itu ia kenal sebagai anak yang sopan. "Mungkin kakaknya yang mempengaruhi dia," ujar Tsarni.

Si paman sendiri cukup yakin bila Dzhokhar yang dikenalnya tidak pernah berpikir mencelakai orang tak bersalah. Namun, lain halnya dengan Tamerlan. Kata Tsarni, ada perubahan pada diri Tamerlan dalam beberapa tahun terakhir. "Tamerlan terlihat berbeda, seperti mengikuti suatu aliran," kata Tsarni. Tamerlan sering berbicara hal-hal religius. "Saya menanyakan aliran apa yang dia ikuti, Tamerlan menjawab, semacam jihad."

Sehari setelah ledakan bom di ajang Boston Marathon, Dzhokhar mendatangi bengkel mobil Gilberto Junior. Dzhokhar datang untuk mengambil mobilnya yang sedang Junior perbaiki. Padahal, mobil Dzhokhar belum selesai pengerjaannya. Menurut Junior, waktu itu Dzhokhar terlihat gugup. "Dia menggigiti kuku tangannya, menggoyang-goyangkan kakinya, dan saya menyadari dia sedang gelisah," kata Junior.

Tamerlan dan Dzhokhar merupakan kakak beradik etnis Chechens yang berimigrasi ke Amerika Serikat bersama keluarganya sekitar satu dekade yang lalu. Mereka melarikan diri dari kericuhan antara pemerintah Rusia dengan kaum separatis, kelompok pemberontak etnis Chechen muslim.

CBSNEWS | NIEKE INDRIETTA

Topik Hangat:
Ujian Nasional | Bom Boston | Lion Air Jatuh | Serangan Penjara Sleman | Harta Djoko Susilo

Terpopuler:
Bom Boston Marathon versi Pelajar Indonesia di AS

Gempa Cina, Reporter Ini Liputan Berbaju Pengantin

Perkosaan Keji di India, Korbannya Bocah 5 Tahun

Kim Jong-Un Ternyata Fan Berat Van Damme

Setelah Bom Boston, Ada Tembakan di Denver

Berita terkait

Indonesia Sumbang 1,09 Persen Kasus Covid-19 Dunia

7 Februari 2021

Indonesia Sumbang 1,09 Persen Kasus Covid-19 Dunia

Indonesia saat ini menempati urutan ke-19 kasus sebaran Covid-19 dari 192 negara.

Baca Selengkapnya

Orient Riwu Kore Mengaku Ikut Pilkada Sabu Raijua karena Amanat Orang Tua

6 Februari 2021

Orient Riwu Kore Mengaku Ikut Pilkada Sabu Raijua karena Amanat Orang Tua

Bupati Sabu Raijua terpilih, Orient Riwu Kore, mengungkapkan alasannya mengikuti pemilihan kepala daerah 2020

Baca Selengkapnya

Tidak Lagi Jadi Presiden, Pemakzulan Donald Trump Tak Cukup Kuat

4 Februari 2021

Tidak Lagi Jadi Presiden, Pemakzulan Donald Trump Tak Cukup Kuat

Tim pengacara Donald Trump berkeras Senat tak cukup kuat punya otoritas untuk memakzulkan Trump karena dia sudah meninggalkan jabatan itu.

Baca Selengkapnya

Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ 182 Diminta Tak Teken Release And Discharge

3 Februari 2021

Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ 182 Diminta Tak Teken Release And Discharge

Pengacara keluarga korban Lion Air JT 610 meminta ahli waris korban Sriwijaya Air SJ 182 tidak meneken dokumen release and discharge atau R&D.

Baca Selengkapnya

Krisis Semikonduktor, Senator Amerika Desak Gedung Putih Turun Tangan

3 Februari 2021

Krisis Semikonduktor, Senator Amerika Desak Gedung Putih Turun Tangan

Pada 2019 grup otomotif menyumbang sekitar sepersepuluh dari pasar semikonduktor senilai 429 miliar dolar Amerika Serikat.

Baca Selengkapnya

Amerika Serikat Longgarkan Aturan soal Imigran Suriah

30 Januari 2021

Amerika Serikat Longgarkan Aturan soal Imigran Suriah

Imigran dari Suriah mendapat kelonggaran aturan sehingga mereka bisa tinggal di Amerika Serikat dengan aman sampai September 2022.

Baca Selengkapnya

Tutorial Membuat Bom Ditemukan di Rumah Pelaku Kerusuhan US Capitol

30 Januari 2021

Tutorial Membuat Bom Ditemukan di Rumah Pelaku Kerusuhan US Capitol

Tutorial pembuatan bom ditemukan di rumah anggota kelompok ekstremis Proud Boys, Dominic Pezzola, yang didakwa terlibat dalam kerusuhan US Capitol

Baca Selengkapnya

Amerika Serikat Kecam Pembebasan Pembunuh Jurnalis Oleh Pakistan

29 Januari 2021

Amerika Serikat Kecam Pembebasan Pembunuh Jurnalis Oleh Pakistan

Pemerintah Amerika Serikat mengecam pembebasan pembunuh jurnalis Wall Street, Journal Daniel Pearl, oleh Mahkamah Agung Pakistan.

Baca Selengkapnya

Amerika Serikat Izinkan Pensiunan Dokter Lakukan Vaksinasi Covid-19

29 Januari 2021

Amerika Serikat Izinkan Pensiunan Dokter Lakukan Vaksinasi Covid-19

Pemerintah Amerika Serikat kini mengizinkan dokter dan perawat yang sudah pensiun untuk memberikan suntikan vaksin Covid-19

Baca Selengkapnya

Jenderal Israel Minta Joe Biden Tidak Bawa AS Kembali Ke Perjanjian Nuklir Iran

27 Januari 2021

Jenderal Israel Minta Joe Biden Tidak Bawa AS Kembali Ke Perjanjian Nuklir Iran

Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Letnan Jenderal Aviv Kochavi mengatakan hal yang salah jika AS kembali ke perjanjian nuklir Iran

Baca Selengkapnya