Obama Vs Romney Merambah Sektor Energi

Reporter

Editor

Kamis, 23 Agustus 2012 20:41 WIB

Calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Mitt Romney. AP/Jae C. Hong

TEMPO.CO , Arkansas - Calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Mitt Romney, berusaha untuk kembali memfokuskan kampanye presidennya pada bidang ekonomi. Ia mempromosikan proposal energi yang bertujuan untuk menciptakan lebih dari 3 juta pekerjaan baru dan membuka lebih banyak wilayah untuk pengeboran lepas pantai.

Sektor energi menjadi agenda Romney jika terpilih, dikaitkan dengan pembukaan lapangan pekerjaan baru. Sebelumnya, ia juga menyoroti isu-isu "remeh" seperti pemerkosaan, aborsi, kesejahteraan, dan jaminan kesehatan.

Bisa jadi, balik haluan Romney ke bidang ekonomi untuk menanggapi kampanye Presiden Barack Obama yang juga mulai menunjukkan dorongan baru terhadap perekonomian, khususnya sektor energi. Hari ini, tim kampanye Obama meluncurkan iklan televisi yang menampilkan mantan Presiden Bill Clinton. Dalam iklan tersebut, Clinton berbicara langsung ke kamera dan mengatakan pemilih menghadapi "pilihan yang jelas" di mana kandidat yang didukungnya, Obama, akan memberi dukungan penuh bagi terciptanya lapangan kerja baru.

"Kita perlu terus dengan rencananya," kata Clinton dalam iklan, yang diluncurkan serempak di delapan negara bagian.

Mantan presiden ini juga menarik hubungan antara kebijakan Obama untuk upaya memperkuat kelas menengah dan kemakmuran ekonomi bangsa selama dia menjabat. Obama seolah menjadikan Clinton sebagai pengingat kepada pemilihnya bahwa ekonomi kuat terakhir kali adalah saat seorang Demokrat duduk di Gedung Putih.

Janji swasembada energi Romney menghidupkan kembali tujuan jangka panjang yang sulit dipahami untuk mengurangi ketergantungan Amerika pada pasokan asing. Hampir setiap presiden AS, termasuk Obama, telah dibuat ketersediaan pasokan energi menjadi mirip sebuah sumpah. Richard Nixon mengangkat kemandirian energi pada tahun 1973 setelah produsen minyak Arab memotong pasokan dalam menanggapi dukungan AS pada Israel dalam perang Timur Tengah.

Obama telah menyerukan pengurangan sepertiga impor minyak AS pada tahun 2025. Proposal presiden untuk meningkatkan produksi minyak dalam negeri antara lain dilakukan dengan menawarkan insentif kepada perusahaan yang memegang sewa untuk pengeboran lepas pantai dan darat untuk mempercepat pemulihan, meningkatkan penggunaan biofuel dan gas alam, dan membuat kendaraan yang lebih hemat energi.

Kampanye Obama merilis sebuah pernyataan dari mantan Menteri Energi Federico Pena, yang bertugas di bawah Presiden Bill Clinton, yang mempertanyakan bagaimana Romney mencapai "tujuan swasembada energi".

Tim Kampanye Obama juga mengumumkan hari Kamis bahwa mereka akan mulai menerima sumbangan warga melalui pesan teks. Mulai minggu ini, Verizon, Sprint, T-Mobile dan US Cellular pelanggan akan dapat menyumbangkan hingga US$ 50 per pelanggan yang mengirimkan pesan singkat bagi kubu Obama.

AP | TRIP B

Terpopuler
Manfaat Hubungan Intim Tanpa Kondom bagi Istri

Kerajaan Akui Foto Telanjang Itu Pangeran Harry

10 Selebriti yang Meninggal karena HIV/AIDS

Ada Gerakan "Anti-Obama" dalam Militer AS?

Sukotjo Ingin Suap ke Perwira Polisi Dibongkar

Sebab Media Inggris Tak Muat Foto Bugil Harry

Mengapa Isu Agama Tak Laku di Amerika Serikat?

Uskup Jakarta Tahbiskan Tiga Imam

Sertifikat Kematian Natalie Wood Diubah

Usia Ayah Diduga Penyebab Autisme Anak






Berita terkait

Indonesia Sumbang 1,09 Persen Kasus Covid-19 Dunia

7 Februari 2021

Indonesia Sumbang 1,09 Persen Kasus Covid-19 Dunia

Indonesia saat ini menempati urutan ke-19 kasus sebaran Covid-19 dari 192 negara.

Baca Selengkapnya

Orient Riwu Kore Mengaku Ikut Pilkada Sabu Raijua karena Amanat Orang Tua

6 Februari 2021

Orient Riwu Kore Mengaku Ikut Pilkada Sabu Raijua karena Amanat Orang Tua

Bupati Sabu Raijua terpilih, Orient Riwu Kore, mengungkapkan alasannya mengikuti pemilihan kepala daerah 2020

Baca Selengkapnya

Tidak Lagi Jadi Presiden, Pemakzulan Donald Trump Tak Cukup Kuat

4 Februari 2021

Tidak Lagi Jadi Presiden, Pemakzulan Donald Trump Tak Cukup Kuat

Tim pengacara Donald Trump berkeras Senat tak cukup kuat punya otoritas untuk memakzulkan Trump karena dia sudah meninggalkan jabatan itu.

Baca Selengkapnya

Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ 182 Diminta Tak Teken Release And Discharge

3 Februari 2021

Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ 182 Diminta Tak Teken Release And Discharge

Pengacara keluarga korban Lion Air JT 610 meminta ahli waris korban Sriwijaya Air SJ 182 tidak meneken dokumen release and discharge atau R&D.

Baca Selengkapnya

Krisis Semikonduktor, Senator Amerika Desak Gedung Putih Turun Tangan

3 Februari 2021

Krisis Semikonduktor, Senator Amerika Desak Gedung Putih Turun Tangan

Pada 2019 grup otomotif menyumbang sekitar sepersepuluh dari pasar semikonduktor senilai 429 miliar dolar Amerika Serikat.

Baca Selengkapnya

Amerika Serikat Longgarkan Aturan soal Imigran Suriah

30 Januari 2021

Amerika Serikat Longgarkan Aturan soal Imigran Suriah

Imigran dari Suriah mendapat kelonggaran aturan sehingga mereka bisa tinggal di Amerika Serikat dengan aman sampai September 2022.

Baca Selengkapnya

Tutorial Membuat Bom Ditemukan di Rumah Pelaku Kerusuhan US Capitol

30 Januari 2021

Tutorial Membuat Bom Ditemukan di Rumah Pelaku Kerusuhan US Capitol

Tutorial pembuatan bom ditemukan di rumah anggota kelompok ekstremis Proud Boys, Dominic Pezzola, yang didakwa terlibat dalam kerusuhan US Capitol

Baca Selengkapnya

Amerika Serikat Kecam Pembebasan Pembunuh Jurnalis Oleh Pakistan

29 Januari 2021

Amerika Serikat Kecam Pembebasan Pembunuh Jurnalis Oleh Pakistan

Pemerintah Amerika Serikat mengecam pembebasan pembunuh jurnalis Wall Street, Journal Daniel Pearl, oleh Mahkamah Agung Pakistan.

Baca Selengkapnya

Amerika Serikat Izinkan Pensiunan Dokter Lakukan Vaksinasi Covid-19

29 Januari 2021

Amerika Serikat Izinkan Pensiunan Dokter Lakukan Vaksinasi Covid-19

Pemerintah Amerika Serikat kini mengizinkan dokter dan perawat yang sudah pensiun untuk memberikan suntikan vaksin Covid-19

Baca Selengkapnya

Jenderal Israel Minta Joe Biden Tidak Bawa AS Kembali Ke Perjanjian Nuklir Iran

27 Januari 2021

Jenderal Israel Minta Joe Biden Tidak Bawa AS Kembali Ke Perjanjian Nuklir Iran

Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Letnan Jenderal Aviv Kochavi mengatakan hal yang salah jika AS kembali ke perjanjian nuklir Iran

Baca Selengkapnya