Kamala Harris Tekankan Amerika Serikat Perlu Legalisasi Ganja

Selasa, 1 Oktober 2024 12:30 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Kamala Harris menyampaikan pandangannya tentang legalisasi ganja dalam sebuah siniar yang ditayangkan pada Senin, 30 September 2024. Calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat itu mengatakan sejak lama dia merasa pemerintah pusat harus melegalkannya.

Harris diwawancarai oleh dua mantan pemain basket profesional Asosiasi Bola Basket Nasional (NBA), Stephen Jackson and Matt Barnes, di rumahnya di Washington untuk siniar mereka, “All the Smoke”.

“Saya hanya merasa orang-orang tidak seharusnya dipenjara karena merokok ganja. Dan kita tahu secara historis apa arti (dari aturan) itu dan siapa yang pernah dipenjara,” kata Harris. “Saya pikir kita telah sampai pada titik di mana kita harus memahami kita perlu melegalkannya dan berhenti mengkriminalisasi perilaku ini.”

Harris menegaskan kembali pandangan yang telah ia sampaikan sebelum menjadi calon presiden dari Partai Demokrat. Pada Juli lalu, ia pernah berkata ganja harus didekriminalisasi, dengan mengutip dampak yang tidak proporsional dari kriminalisasi ganja terhadap orang kulit hitam.

Analisis American Civil Liberties Union (ACLU) menunjukkan karena profil rasial dan bias dalam penegakan hukum ganja, orang kulit hitam 3,6 kali lebih mungkin ditangkap karena kepemilikan ganja daripada orang kulit putih, meskipun tingkat penggunaannya serupa. Sedangkan laporan Washington Post pada 2022, berdasarkan analisis terhadap sistem pengadilan negara bagian, menemukan orang dewasa kulit hitam menyumbang hampir 60 persen kasus terkait ganja di pengadilan distrik dan pengadilan wilayah negara bagian.

Harris telah lama mendukung legalisasi ganja, termasuk saat menjabat senator. Saat itu ia memperkenalkan undang-undang untuk melegalkan obat tersebut secara nasional serta menghapus pelanggaran terkait ganja yang tidak disertai kekerasan. Pernyataannya di siniar ini adalah pertama kalinya Harris menegaskan dukungannya untuk melegalkan ganja di tingkat federal sejak meluncurkan kampanye presidennya pada Juli lalu.

“Sebenarnya, ini bukan posisi baru bagi saya – saya sudah lama merasa kita perlu melegalkannya. Jadi, itulah pendapat saya tentang ini,” kata dia.

Sikap Harris membuat dia selangkah lebih maju dari Presiden Joe Biden dalam masalah ini. Tahun ini, Biden memulai proses untuk mengklasifikasi ulang ganja sebagai obat yang kurang berbahaya dan telah mengeluarkan ribuan pengampunan untuk pelanggaran terkait ganja. Namun, presiden petahana itu belum menyerukan legalisasi penuh ganja.

Legalisasi ganja akan memiliki implikasi ekonomi yang signifikan. Menurut Marijuana Policy Project (MPP), sepanjang kuartal pertama 2024, negara-negara bagian telah melaporkan total gabungan lebih dari US$20 miliar pendapatan pajak dari penjualan ganja legal untuk penggunaan dewasa.

Saingan Harris, mantan Presiden Donald Trump dari Partai Republik, juga telah menyatakan dukungannya untuk legalisasi ganja. Ia mengatakan akan memberikan suara untuk tindakan pemungutan suara guna melegalkan penggunaan ganja rekreasional di negara bagian asalnya, Florida.

Legalisasi ganja menjadi isu populer di kalangan kedua partai AS. Dua puluh empat negara bagian telah melegalkan kepemilikan ganja untuk orang dewasa berusia 21 tahun ke atas.

Menurut survei yang dilakukan oleh Pew Research Center terhadap orang dewasa Amerika Serikat pada 16-21 Januari 2024, sebanyak 88 persen orang dewasa di Amerika Serikat mengatakan ganja harus dilegalkan untuk penggunaan medis atau rekreasional. Sebanyak 57 persen menilai ganja perlu dilegalkan untuk tujuan medis dan rekreasional. Sementara, sekitar 32 persen mengatakan ganja harus dilegalkan untuk penggunaan medis saja.



REUTERS | BUSINESS INSIDER

Pilihan editor: Daftar Pimpinan Hizbullah Termasuk Hassan Nasrallah yang Dibunuh Israel dalam Sepekan Terakhir

Ikuti berita terkini dari Tempo.co di Google News, klik di sini

Advertising
Advertising

Berita terkait

Kamboja Tangkap Jurnalis Investigasi yang Ungkap Perdagangan Manusia dan Penipuan Online

8 menit lalu

Kamboja Tangkap Jurnalis Investigasi yang Ungkap Perdagangan Manusia dan Penipuan Online

Polisi militer Kamboja menangkap Mech Dara, seorang reporter pemenang penghargaan yang dikenal karena menyelidiki korupsi lokal, perdagangan manusia

Baca Selengkapnya

Korea Utara: Israel Bebas Membantai Warga Palestina Gara-gara Perlindungan AS

1 jam lalu

Korea Utara: Israel Bebas Membantai Warga Palestina Gara-gara Perlindungan AS

Duta Besar Korea Utara untuk PBB Kim Song mengatakan Israel kebal terhadap hukuman apa pun, meskipun telah membantai lebih dari 41.600 warga Palestina

Baca Selengkapnya

Amerika Serikat Tegaskan Dukung Invasi Darat Israel ke Lebanon

1 jam lalu

Amerika Serikat Tegaskan Dukung Invasi Darat Israel ke Lebanon

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Llyod Austin menegaskan dukungan negaranya terhadap invasi darat Israel ke Lebanon

Baca Selengkapnya

Amerika Serikat dan Indonesia Akan Uji Coba Solusi Smart City untuk Nusantara

9 jam lalu

Amerika Serikat dan Indonesia Akan Uji Coba Solusi Smart City untuk Nusantara

USTDA memberikan hibah kepada OIKN Indonesia untuk mendukung pengembangan pusat komando terpadu untuk pengelolaan infrastruktur smart city

Baca Selengkapnya

AS Umumkan Bantuan Lebih dari US$300 Juta untuk Warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat

11 jam lalu

AS Umumkan Bantuan Lebih dari US$300 Juta untuk Warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat

Amerika Serikat pada Senin malam mengumumkan bantuan kemanusiaan tambahan senilai hampir US$336 juta untuk warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat

Baca Selengkapnya

Menlu AS hingga Jerman Bela Israel atas Pembunuhan Hassan Nasrallah

13 jam lalu

Menlu AS hingga Jerman Bela Israel atas Pembunuhan Hassan Nasrallah

Menlu Amerika Serikat Antony Blinken mengatakan pada Senin bahwa dunia "lebih aman" setelah pembunuhan pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah

Baca Selengkapnya

Demi Israel, Amerika Serikat Tingkatkan Kekuatan Militer di Timur Tengah

22 jam lalu

Demi Israel, Amerika Serikat Tingkatkan Kekuatan Militer di Timur Tengah

Amerika Serikat mengumumkan meningkatkan kehadiran militernya di Timur Tengah menyusul pembunuhan pemimpin Hizbullah Lebanon Hassan Nasrallah

Baca Selengkapnya

Wakil Pemimpin Hizbullah: Kami Siap Invasi Darat ke Israel!

23 jam lalu

Wakil Pemimpin Hizbullah: Kami Siap Invasi Darat ke Israel!

Wakil Sekretaris Jenderal Hizbullah Naim Qassem bersumpah akan melanjutkan perjuangan melawan Israel pasca-pembunuhan Hassan Nasrallah

Baca Selengkapnya

Israel Gunakan Bom 2.000 Pon Buatan AS untuk Bunuh Hassan Nasrallah Hizbullah

1 hari lalu

Israel Gunakan Bom 2.000 Pon Buatan AS untuk Bunuh Hassan Nasrallah Hizbullah

Pimpinan Hizbullah Hassan Nasrallah disebut tewas karena bom buatan AS yang digunakan oleh Israel.

Baca Selengkapnya

Selain Indonesia, Negara-negara Ini Juga Tidak Menerapkan Ujian Nasional sebagai Penentu Kelulusan

2 hari lalu

Selain Indonesia, Negara-negara Ini Juga Tidak Menerapkan Ujian Nasional sebagai Penentu Kelulusan

Berikut adalah beberapa negara yang tidak lagi menggunakan ujian nasional sebagai satu-satunya penentu kelulusan.

Baca Selengkapnya