Pemerintah Koalisi Malaysia Kuasai Perak

Reporter

Editor

Rabu, 4 Februari 2009 20:33 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:

Kuala Lumpur – Pemerintah Koalisi Malaysia mengumumkan telah mengambil alih negara bagian Perak yang selama ini di kuasai oleh kelompok oposisi dengan perbedaan suara yang sangat tipis. Hal ini disampaikan Wakil Perdana Menteri Najib Rajak Rabu kemarin.

Kepada wartawan, Najib mengatakan pemerintahan oposisi yang Maret lalu memenangkan pemilihan umum dan menguasai Perak telah jatuh karena ditinggal empat anggota parlemennya.

Advertising
Advertising

“Saya akan bertemu dengan Sultan Perak untuk menyampaikan kepadanya bahwa Barisan Nasional di Perak sekarang telah mendapat dukungan cukup untuk membentuk pemerintahan yang baru,” katanya.

Pasca pemilihan umum Maret tahun lalu, Perak dikuasai oleh Pakatan Rakyat, aliansi oposisi yang dipimpin bekas wakil Perdana Menteri Anwar Ibrahim. Mereka berkuasa setelah memenangkan 32 kursi dari 59 kursi di parlemen Perak. Sedangkan barisan nasional hanya memperoleh 27 suara. Namun dengan keluarnya empat anggota parlemen yakni Jamaluddin Mohd Radz, Mohd Osman Jailu (keduanya dari Partai Keadilan Rakyat), Hee Yit Foong dan Nasaruddin Hashim (keduanya baru bergabung dengan PKR tapi kembali lagi ke UMNO), perolehan suara Pakatan Rakyat menjadi berkurang.

Menurut Najib yang akan mengganti Perdana Menteri Abdullah Ahmad Badawi Maret mendatang, salah satu dari empat orang tersebut akan bergabung dengan Barisan Nasional sedangkan yang lannya tidak, namun mendukung pemerintah. “Kami punya 31 kursi untuk melawan yang 28,” katanya. Kendati diuntungkan oleh kondisi itu, Najib membantah anggapan bahwa pemerintah dapat didiskreditkan hanya karena mendapat suara dari anggota yang membelot. “Bukan kami yang memulai ini,” ujarnya.

Pemimpin oposisi sendiri Anwar Ibrahim, sebelumnya mengatakan partainya, Partai Keadilan Rakyat, sedang bersiap menghadapi pemilihan umum sela lokal untuk mempertahankan penguasaan oposisi di Perak. “Kami harus kembali ke masyarakat dan mendapat mandat yang baru,” katanya. Anwar menegaskan pihaknya sedang menunggu keputusan komsi pemilihan Umum soal tanggal pemilihan untuk memperebutkan kursi yang kosong. Dia menuding pemerintah berusaha membuat pemerintahan baru di Perak dengan cara apapun.

AFP/BERNAMA/SUNARIAH

Berita terkait

Inggris Kucurkan Rp505 M untuk Program Integrasi Ekonomi ASEAN

4 hari lalu

Inggris Kucurkan Rp505 M untuk Program Integrasi Ekonomi ASEAN

Inggris dan ASEAN bekerja sama dalam program baru yang bertujuan untuk mendorong integrasi ekonomi antara negara-negara ASEAN.

Baca Selengkapnya

Retno Marsudi Hadiri ASEAN Future Forum di Vietnam

4 hari lalu

Retno Marsudi Hadiri ASEAN Future Forum di Vietnam

Retno Marsudi di antaranya menghadiri ASEAN Future Forum di Vietnam sebagai platform tukar pandangan dan ide mengenai masa depan ASEAN

Baca Selengkapnya

Pupuk Indonesia Perluas Jaringan ke ASEAN

4 hari lalu

Pupuk Indonesia Perluas Jaringan ke ASEAN

PT Pupuk Indonesia memperluas jaringan ke tingkat ASEAN.

Baca Selengkapnya

Koalisi Desak Pemimpin ASEAN Sukseskan Perjanjian Plastik Global untuk Akhiri Pencemaran

9 hari lalu

Koalisi Desak Pemimpin ASEAN Sukseskan Perjanjian Plastik Global untuk Akhiri Pencemaran

TEMPO, Jakarta- Koalisi Organisasi Masyarakat Sipil mendesak pemimpin ASEAN untuk mengambil sikap tegas dalam negosiasi yang sedang berlangsung untuk mengembangkan instrumen hukum internasional yang mengikat demi mengatasi pencemaran plastik, termasuk di lingkungan laut.

Baca Selengkapnya

ASEAN dan Australia Memperingati 50 Tahun Kemitraan

12 hari lalu

ASEAN dan Australia Memperingati 50 Tahun Kemitraan

ASEAN dan Australia memperingati 50 tahun pertemuan pertama antara Sekretaris Jenderal ASEAN dan para pejabat Australia pada 16 April

Baca Selengkapnya

IPB Universitas Terbaik Ke-3 di ASEAN Versi AppliedHe, Kalahkan 77 Pesaing Termasuk UI dan ITB

19 hari lalu

IPB Universitas Terbaik Ke-3 di ASEAN Versi AppliedHe, Kalahkan 77 Pesaing Termasuk UI dan ITB

AppliedHe menempatkan IPB sebagai universitas terbaik ke-3 se-Asia Tenggara. Mengalahkan UI dan ITB di level lokal.

Baca Selengkapnya

Mantan Menlu Australia Julie Bishop Ditunjuk Sebagai Utusan Khusus PBB untuk Myanmar

22 hari lalu

Mantan Menlu Australia Julie Bishop Ditunjuk Sebagai Utusan Khusus PBB untuk Myanmar

Mantan menlu Australia Julie Bishop ditunjuk sebagai utusan pribadi Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk Myanmar.

Baca Selengkapnya

Profil Negeri Laos yang Memegang Estafet Keketuaan ASEAN 2024

22 hari lalu

Profil Negeri Laos yang Memegang Estafet Keketuaan ASEAN 2024

Ditujukan untuk memberikan bantuan teknis kepada para official Kementerian Keuangan Laos dalam mempersiapkan agenda gelaran pertemuan ASEAN 2024.

Baca Selengkapnya

Sekjen PBB akan Tunjuk Utusan Khusus untuk Atasi Krisis Myanmar

24 hari lalu

Sekjen PBB akan Tunjuk Utusan Khusus untuk Atasi Krisis Myanmar

Meluasnya konflik bersenjata di seluruh Myanmar membuat masyarakat kehilangan kebutuhan dasar dan akses terhadap layanan penting

Baca Selengkapnya

Estafet Keketuaan ASEAN 2024, Pemerintah RI Beri Hibah Rp 6,5 Miliar ke Laos

24 hari lalu

Estafet Keketuaan ASEAN 2024, Pemerintah RI Beri Hibah Rp 6,5 Miliar ke Laos

Pemerintah RI menyalurkan bantuan Rp 6,5 M kepada Laos untuk mendukung pemerintah negara tersebut sebagai Keketuaan ASEAN 2024.

Baca Selengkapnya