Kenapa Kapal Selam Nuklir Jadi Momok Menakutkan bagi Musuh?

Reporter

Tempo.co

Minggu, 19 September 2021 08:00 WIB

USS Hyman G. Rickover (SSN 795) merupakan kapal selam serang cepat bertenaga nuklir kedua. Kapal selam kelas Virginia dibangun untuk beroperasi di perairan pesisir sambil melakukan perang anti-kapal selam, misi perang ranjau hingga intelijen, pengawasan, dan pengintaian. Rickovernaval.org

TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu poin utama perjanjian trilateral AUKUS antara Amerika Serikat, Australia, dan Inggris, adalah alih teknologi kapal selam nuklir kepada Australia.

Mendominasi laut adalah ambisi suatu negara selama berabat-abad dan kapal selam nuklir telah menjadi pemimpin dalam persaingan militer di maritim karena kemampuan siluman dan kecepatannya.

Saat ini hanya Amerika Serikat, Cina, Inggris, Prancis, Rusia, dan India yang sudah memiliki armada kapal selam nuklir. Dengan pakta AUKUS, Australia akan menjadi negara ketujuh yang membangun kapal selam bertenaga nuklir.

Apa itu kapal selam nuklir?

Ketika para ilmuwan membelah atom, mereka dengan cepat menyadari bahwa itu bisa melakukan lebih dari sekadar membuat bom. Itu bisa digunakan untuk menghasilkan listrik. Reaktor nuklir ini telah memberi daya pada rumah dan industri di seluruh dunia selama 70 tahun terakhir. Kapal selam nuklir bekerja dengan cara yang sama. Kapal selam nuklir memiliki reaktor nuklir mini mereka sendiri, menggunakan uranium yang sangat diperkaya sebagai bahan bakar, dikutip dari Sydney Morning Herald, 18 September 2021.

Sementara itu, kapal selam konvensional menggunakan generator diesel untuk mengisi baterai, yang kemudian menggunakan listrik yang tersimpan di dalamnya untuk menjalankan motor, seperti baterai. Untuk mengisi ulang, kapal selam perlu ke permukaan dan melakukan isi ulang yang disebut "snorkeling", membawa masuk udara untuk menjalankan generator mereka. Snorkeling membuat kapal selam rentan karena dapat terlihat dari langit atau oleh kapal pemburu kapal selam.

Advertising
Advertising

Kapal selam HMS Audacious milik angkatan laut Inggris (Royal Navy) dibangun dengan sistem yang canggih. Kapal ini mampu menyelam selama 25 tahun nonstop tanpa muncul ke permukaan berkat reaktor nuklir yang turut melengkapi kapal ini. Foto: Royal Navy

Dengan bagian yang bergerak lebih sedikit daripada model diesel, kapal selam nuklir juga terkenal tenang, sempurna untuk misi siluman di belakang garis musuh. Saking sunyinya teknologi ini, pada 2009 kapal selam nuklir Inggris dan Prancis, yang membawa rudal balistik, secara tidak sengaja bertemu satu sama lain di Samudra Atlantik.

Namun, kapal selam nuklir juga tidak dapat dimatikan seperti model diesel dan listrik, air harus selalu mengalir untuk menjaga reaktor tetap dingin. Itu berarti, meskipun kapal selam nuklir tidak bergantung pada udara, kapal selam nuklir mengeluarkan air panas bekas yang dapat dideteksi saat naik ke permukaan menggunakan pencitraan termal yang baik, kata pakar teknologi pertahanan University of New South Wales Dr Jai Galliott. Ini membuat kapal selam diesel lebih tenang jika generatornya dimatikan.

Kapal selam nuklir juga bisa melaju lebih cepat, sekitar 60 kilometer per jam, kata Marcus Hellyer, seorang analis senior di Australian Strategic Policy Institute. Sedangkan kapal selam konvensional hanya bisa menyelam dengan kecepatan sekitar 30 km/jam. Tetapi Hellyer mengatakan kapal selam konvensional harus selalu berhati-hati dalam menghemat daya baterai.

Jenis kapal selam nuklir

Armada Angkatan Laut AS dan Angkatan Laut Kerajaan Inggris memiliki dua jenis kapal selam yang dikategorikan sebagai kapal selam serang dan kapal selam rudal balistik. Keduanya ditenagai oleh reaktor nuklir, yang mengubah air menjadi uap bertekanan tinggi yang memutar turbin untuk menggerakkan kapal selam, menurut CNN.

Tapi kapal selam serang dan kapal selam rudal balistik yang sering disebut "boomer", memiliki tujuan yang sangat berbeda. Australia menginginkan opsi kapal selam serang bertenaga nuklir daripada boomer, yang bersenjata nuklir, dengan hulu ledak nuklir pada rudal balistik mereka.

Kapal selam serang dirancang untuk mencari dan menghancurkan kapal selam musuh dan kapal permukaan, memproyeksikan kekuatan ke darat dengan rudal jelajah Tomahawk dan Pasukan Operasi Khusus (SOF), melaksanakan misi Intelijen, Pengawasan dan Pengintaian (ISR), mendukung operasi kelompok pertempuran, dan terlibat dalam perang ranjau, menurut Angkatan Laut AS.

AS memiliki tiga kelas kapal selam serang dalam armadanya yang berjumlah 53. Yang terbaru adalah 19 kapal selam yang disebut kelas Virginia.

Dipersenjatai dengan lusinan rudal jelajah dan torpedo Tomahawk, kapal selam kelas Virginia dengan panjang 114 meter dan berbobot 8.000 ton ini dapat berlayar dengan kecepatan lebih dari 46 km per jam dan tetap menyelam tanpa batas. Waktu di bawah air hanya dibatasi oleh kebutuhan untuk memasok persediaan untuk awak 132 orang.

Kapal selam ini bahkan tidak memiliki periskon, melainkan menggunakan tiang fotonik, perangkat elektronik yang mencakup video definisi tinggi dan inframerah untuk memantau medan pertempuran. Informasi ditampilkan pada layar besar di pusat komando, dengan instrumen kendali yang mengontrol seluruh manuver.

Rudal balistik Trident II 5D akan akan berfungsi hingga tahun 2084 di Angkatan Laut AS dengan kapal selam rudal balistik kelas Columbia. Rudal balistik Trident II 5D mampu membawa 12 kelapa nuklir independen (MIRV). lockheedmartin.com

Empat kapal selam kelas Astute Inggris bahkan lebih cepat dari kapal selam AS, mampu berlayar lebih dari 56 km/jam di dalam air, dan seperti AS membawa rudal jelajah Tomahawk.

"Tomahawk IV adalah versi terbaru dari rudal tersebut dan memiliki jangkauan yang lebih jauh dari pendahulunya (1.600 km lebih), dapat diarahkan pada target baru saat meluncur di angkasa, dan juga dapat memancarkan kembali gambar medan perang ke kapal selam induknya," kata situs web Angkatan Laut Kerajaan Inggris.

Kapal selam ini yang diinginkan Australia karena berupaya melindungi perairan utaranya dari ancaman angkatan laut apa pun dan memproyeksikan kekuatan angkatan lautnya ke Laut Cina Selatan, di mana Australia, bersama dengan Amerika Serikat, berupaya menumpulkan pengaruh Cina dan melindungi kebebasan navigasi.

Sementara kapal selam rudal balistik Inggris dan AS mampu membawa rudal balistik Trident yang dipersenjatai dengan beberapa hulu ledak nuklir. Misi mereka, pada dasarnya, adalah untuk tinggal di laut selama berbulan-bulan, sebagian besar menyelam, dan bersiap untuk meluncurkan serangan nuklir pembalasan jika musuh menyerang Inggris atau AS.

Kapal selam rudal balistik tenang di bawah ombak dan sangat sulit dideteksi. Mereka adalah kunci utama pencegahan, memastikan bahwa musuh AS atau Inggris akan dibalas dengan cara yang mengerikan untuk serangan nuklir serangan pertama.

Setiap kapal selam rudal balistik AS dapat membawa 20 rudal Trident (16 untuk kapal selam Inggris) dengan sebanyak delapan hulu ledak (tiga untuk kapal selam Inggris) per rudal. Rudal-rudal ini mampu ditembak pada jarak 7.400 kilometer. Hulu ledak nuklir memiliki daya ledakan antara 100 kiloton dan 475 kiloton. Sebaliknya, bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima, Jepang, selama Perang Dunia II memiliki daya ledak 15 kiloton.

AS memiliki 14 kapal selam rudal balistik, sementara Inggris memiliki empat. Kapal selam rudal balistik bukan jenis kapal selam nuklir yang diinginkan oleh Australia.

Kapan Australia bisa memiliki kapal selam nuklir?

Dibutuhkan waktu yang lama hingga puluhan tahun untuk mengembangkan kapal selam bertenaga nuklir dan meluncurkannya. Kesepakatan tiga pihak yang diumumkan Rabu hanya menyediakan studi selama 18 bulan untuk melihat cara terbaik membangun kapal selam bertenaga nuklir untuk Australia.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan mungkin tahun 2040 sebelum kapal selam baru berada di armada Australia.

Thomas Shugart, mantan komandan kapal selam Angkatan Laut AS yang sekarang menjadi analis di Center for a New American Security, mengatakan kepada CNN dengan situasi keamanan di Indo-Pasifik saat ini, Australia mungkin berharap bisa memiliki kapal selam nuklir lebih cepat, tetapi tahun 2040 adalah perkiraan yang paling lambat.

Baca juga: Australia Bangun Armada Kapal Selam Nuklir, Indonesia Prihatin

CNN | SYDNEY MORNING HERALD

Berita terkait

Jokowi Terima Kunjungan Gubernur Jenderal Australia pada Pagi Ini

1 jam lalu

Jokowi Terima Kunjungan Gubernur Jenderal Australia pada Pagi Ini

Gubernur Jenderal Australia menjadikan pertemuan dengan Jokowi sebagai bagian rangkaian untuk merayakan 75 tahun hubungan diplomatik dengan Indonesia.

Baca Selengkapnya

Ini Poin-poin Penting dari 'Era Baru' Kemitraan Strategis Putin dan Xi

10 jam lalu

Ini Poin-poin Penting dari 'Era Baru' Kemitraan Strategis Putin dan Xi

Putin dan Xi Jinping sepakat memperdalam kemitraan strategis mereka sekaligus mengecam Amerika Serikat.

Baca Selengkapnya

Anggota Kongres AS Keturunan Palestina Ingin Hari Nakba Diakui

13 jam lalu

Anggota Kongres AS Keturunan Palestina Ingin Hari Nakba Diakui

Seorang anggota Kongres AS mendorong resolusi yang mengakui peristiwa Nakba dan hak pengungsi Palestina.

Baca Selengkapnya

Australia Matikan Jaringan 3G, Tawarkan Daur Ulang Ponsel Lama

13 jam lalu

Australia Matikan Jaringan 3G, Tawarkan Daur Ulang Ponsel Lama

Jaringan 3G berkembang sejak 2001 lalu, menjadi awal mula internet dapat diakses lewat telepon genggam.

Baca Selengkapnya

BPOM Pastikan Vaksin AstraZeneca Sudah Tidak Beredar di Indonesia

18 jam lalu

BPOM Pastikan Vaksin AstraZeneca Sudah Tidak Beredar di Indonesia

Koordinator Humas Badan Pengawas Makanan dan Obat (BPOM) Eka Rosmalasari angkat bicara soal penarikan vaksin AstraZeneca secara global.

Baca Selengkapnya

20 Dokter AS Terjebak di Gaza, Gedung Putih Klaim Upayakan Evakuasi

22 jam lalu

20 Dokter AS Terjebak di Gaza, Gedung Putih Klaim Upayakan Evakuasi

Gedung putih mengatakan pemerintah AS berupaya mengevakuasi sekelompok dokter AS yang terjebak di Gaza setelah Israel menutup perbatasan Rafah

Baca Selengkapnya

All 4 One Gelar Konser di Jakarta 23 Juni, Ini Profil Grup Vokal yang Populerkan Lagu I Swear

23 jam lalu

All 4 One Gelar Konser di Jakarta 23 Juni, Ini Profil Grup Vokal yang Populerkan Lagu I Swear

Grup vokal legendaris dari Amerika Serikat, All 4 One menggelar konser bertajuk All 4 One 30 Years Anniversary Tour di Jakarta pada 23 Juni 2024.

Baca Selengkapnya

Putin Tiba di Cina atas Undangan Xi Jinping, Pertama Sejak Terpilih Kembali

1 hari lalu

Putin Tiba di Cina atas Undangan Xi Jinping, Pertama Sejak Terpilih Kembali

Presiden Rusia Vladimir Putin tiba di ibu kota Cina, Beijing, untuk memulai kunjungan resmi selama dua hari atas undangan Xi Jinping

Baca Selengkapnya

Anak Buah Biden Ragu Israel Bisa Menang Lawan Hamas di Gaza

1 hari lalu

Anak Buah Biden Ragu Israel Bisa Menang Lawan Hamas di Gaza

Pejabat AS mengatakan Israel tak bisa menang melawan Hamas karena strateginya meragukan.

Baca Selengkapnya

11 Makanan Khas Inggris yang Paling Populer, Wajib Dicoba

1 hari lalu

11 Makanan Khas Inggris yang Paling Populer, Wajib Dicoba

Setiap negara memiliki makanan khas, termasuk Inggris. Berikut terdapat 11 makanan khas Inggris yang paling populer untuk referensi Anda.

Baca Selengkapnya