Menlu: Malaysia Tidak Kirim Kapal Perang ke Laut Cina Selatan

Reporter

Yon Yoseph

Editor

Budi Riza

Kamis, 26 Juli 2018 09:18 WIB

Parade angkatan laut Cina di Laut Cina Selatan terlihat dari satelit pencitraan, 28 Maret 2018. CNN - Planet Labs

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri Malaysia, Saifuddin Abdullah, mengatakan negaranya akan mengadopsi sikap yang lebih tegas dalam menangani konflik wilayah di Laut Cina Selatan di tengah ekspansi agresif Cina.

Wilayah laut ini dipersengketakan antara Cina dengan sejumlah negara ASEAN seperti Vietnam, Malaysia, Filipina dan Brunei Darussalam.

Baca:

Jim Mattis: Amerika Serikat Siap Hadapi Cina di Laut Cina Selatan

Advertising
Advertising

Amerika Serikat dan NATO juga berulang kali mengeluarkan pernyataan sikap mendukung kebebasan navigasi di wilayah yang diklaim Cina ini. Beberapa kali, AS telah mengirimkan patroli kapal perang melintasi Laut Cina Selatan.

Saifuddin mengatakan kepada parlemen bahwa pemerintah Malaysia belum berencana mengirimkan kapal perang ke wilayah laut yang menjadi sengketa ini karena belum ada alasan yang jelas.

Apalagi, Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, yang memenangkan pemilu secara mengejutkan pada Mei 2018, telah mengatakan kapal perang dari berbagai negara harus ditarik dari wilayah sengketa itu.

"Saya akan merasa khawatir jika Anda sebagai menteri Pertahanan," kata Saifuddin kepada anggota parlemen Bung Mokhtar Radin dari koalisi partai oposisi Barisan Nasional, seperti dilansir Free Malaysia Today, Rabu, 25 Juli 2018.

Komunike ASEAN Terganjal Isu Laut Cina Selatan

Dalam rapat kerja kementerian Luar Negeri dengan parlemen, Bung Mokhtar menanyakan apakah pemerintah Malaysia akan mengirimkan kapal perang ke Lau Cina Selatan. Menurut dia, ini untuk menunjukkan Malaysia bukan negara yang lemah dan bisa di-bully Cina.

Baca:

Saifuddin juga mengatakan PM Mahathir telah mengirim sinyal kuat ke dunia internasional bahwa Malaysia akan bersikap menjadi lebih tegas, lebih serius dalam menangani sengketa maritim di Laut Cina Selatan.

Deklarasi code of conduct atau pedoman perilaku oleh sejumlah negara yang mengklaim kedaulatan atas sebagian atau seluruh wilayah Laut Cina Selatan bersifat longgar. Ini membuat pedoman ini tidak memiliki taring terlebih Cina terus menerus melakukan militerisasi di sejumlah pulau di kawasan laut ini sehingga menimbulkan ketegangan.

Menurut Saifuddin, Cina telah mengirimkan kapal penjaga pantai besar yang menyerupai kapal perang ke wilayah yang kaya energi ini. Tindakan Cina ini menyebabkan kegelisahan di antara negara tetangga.

Saifuddin juga mengatakan ASEAN dan Cina bakal membahas soal pedoman perilaku di Laut Cina Selatan pada pertemuan para menteri luar negeri ASEA ke 51, yang akan digelar pada 30 Juli 2018.

"Ada permintaan agar pedoman perilaku di Laut Cina Selatan bersifat mengikat," kata Saifuddin.

Pemerintah Malaysia sebelumnya jarang mengecam Cina, meskipun kapal penjaga pantai Cina kerap berlayar di dekat perairan Malaysia. Dalam rantai kepulauan Spratly, Cina telah membangun tujuh pulau buatan> Militer Cina telah membangun landasan pacu, sistem radar dan stasiun rudal untuk memperkuat klaim teritorial yang luas di perairan sibuk dan bernilai ekonomi tinggi.

"Semua pihak harus menahan diri dan tindakan apa pun harus berdasarkan hukum internasional," kata Saifuddin, seperti dilansir Japan Times pada 25 Juli 2018. Laut Cina Selatan memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena mengandung minyak dan gas bumi serta dilewati ribuan kapal dagang setiap tahunnya.

Berita terkait

Microsoft Investasi Rp35,6 triliun di Malaysia, Bagaimana dengan di Indonesia?

11 jam lalu

Microsoft Investasi Rp35,6 triliun di Malaysia, Bagaimana dengan di Indonesia?

Microsoft siap investasi Rp35,6 triliun di Malaysia, bagaimana dengan rencana investasinya di Indonesia?

Baca Selengkapnya

KKP Tangkap 3 Kapal Ikan Asing di Laut Natuna dan Selat Malaka, Berbendera Vietnam dan Malaysia

12 jam lalu

KKP Tangkap 3 Kapal Ikan Asing di Laut Natuna dan Selat Malaka, Berbendera Vietnam dan Malaysia

Dua Kapal Ikan Asing berbendera Vietnam sempat hendak kabur sehingga petugas harus mengeluarkan tembakan peringatan.

Baca Selengkapnya

Microsoft Tanamkan Investasi 2,2 Milyar Dolar AS di Malaysia, Apa yang Dibidik?

1 hari lalu

Microsoft Tanamkan Investasi 2,2 Milyar Dolar AS di Malaysia, Apa yang Dibidik?

Microsoft juga akan bekerja sama dengan pemerintah Malaysia untuk mendirikan Pusat Keunggulan AI Nasional dan meningkatkan kemampuan keamanan siber.

Baca Selengkapnya

Perusahaan Malaysia dan Jermat Minat Investasi di IKN, OIKN Sebut 3 LoI, Rencana Kantor Kedubes Pindah hingga..

3 hari lalu

Perusahaan Malaysia dan Jermat Minat Investasi di IKN, OIKN Sebut 3 LoI, Rencana Kantor Kedubes Pindah hingga..

Deputi Otorita IKN Agung Wicaksono menyatakan beberapa perusahaan dari Malaysia dan Jerman telah menyatakan minatnya untuk berinvestasi di IKN.

Baca Selengkapnya

Filipina Salahkan Beijing karena Memancing Ketegangan di Laut Cina Selatan

3 hari lalu

Filipina Salahkan Beijing karena Memancing Ketegangan di Laut Cina Selatan

Manila menuduh penjaga pantai Cina telah memancing naiknya ketegangan di Laut Cina Selatan setelah dua kapalnya rusak ditembak meriam air

Baca Selengkapnya

KFC Malaysia Tutup 100 Gerai di Tengah Marak Aksi Boikot Pro-Israel

5 hari lalu

KFC Malaysia Tutup 100 Gerai di Tengah Marak Aksi Boikot Pro-Israel

KFC menutup 100 gerainya di Malaysia. Perusahaan mengaku karena ekonomi sulit. Media lokal menyebut karena terdampak boikot pro-Israel.

Baca Selengkapnya

8 Makanan Oleh-Oleh Khas Malaysia yang Kekinian dan Murah

6 hari lalu

8 Makanan Oleh-Oleh Khas Malaysia yang Kekinian dan Murah

Saat melancong ke Malaysia, jangan lupa membeli oleh-oleh khas Malaysia yang kekinian dan murah. Berikut ini rekomendasinya.

Baca Selengkapnya

Bukan Hanya Malaysia , 3 Negara Asia Tenggara ini Pernah Lakukan Pencurian Ikan di Indonesia

6 hari lalu

Bukan Hanya Malaysia , 3 Negara Asia Tenggara ini Pernah Lakukan Pencurian Ikan di Indonesia

Sejumlah nelayan dari negara tetangga beberapa kali terlibat pencurian ikan di perairan Indonesia

Baca Selengkapnya

Desain Unik Skywalk Terpanjang di Dunia yang Baru Dibuka di Langkawi

7 hari lalu

Desain Unik Skywalk Terpanjang di Dunia yang Baru Dibuka di Langkawi

Langkawi menyuguhkan objek wisata baru berupa skywalk dengan desain untuk

Baca Selengkapnya

Filipina Pastikan Belum Ada Kata Sepakat dengan Beijing soal Laut Cina Selatan

8 hari lalu

Filipina Pastikan Belum Ada Kata Sepakat dengan Beijing soal Laut Cina Selatan

Filipina menyangkal klaim Beijing yang menyebut kedua negara telah mencapai kata sepakat terkait sengketa Laut Cina Selatan

Baca Selengkapnya