Karena Salam 3 Jari, Thailand Larang Hunger Games  

Reporter

Jumat, 21 November 2014 13:07 WIB

Film The Hunger Games : Catching Fire. Latino-review.com

TEMPO.CO, Bangkok - Pemerintah Thailand melarang pemutaran film Hunger Games: The Mockingjay Part 1 di sejumlah bioskop di Bangkok menyusul aksi warga yang mengadopsi salam tiga jari sebagai tanda pembangkangan kepada pemerintahan junta. Larangan ini langsung diprotes oleh penonton yang langsung mengadakan kampanye "naikan tiga jari, bawa pop corn" di Facebook. (Baca: Trailer The Hunger Games Mockingjay Part 1 Dirilis)

"Polisi meminta pengelola bioksop untuk menghentikan penayangan The Hunger Games yang baru tayang kemarin," kata salah satu aktivis, seperti dilaporkan Sydney Morning Herlad, Jumat, 21 November 2014.

Sejak Kamis lalu, sejumlah harian di Bangkok menampilkan foto salam tiga jari ala Hunger Games di halaman depan yang dilakukan sejumlah mahasiswa. Mengacungkan tiga jari ke atas itu dinyatakan sebagai bentuk kekecewaan setelah pemimpin kudeta Prayuth Chan-ocha menduduki jabatan sebagai perdana menteri. (Baca: Pemimpin Kudeta Thailand Jadi Perdana Menteri)

Dalam film Hunger Games, mengacungkan tiga jari dilakukan oleh Katniss Everdeen yang menentang pemerintah Capitol yang totaliter yang dipimpin oleh Presiden Coriolanus Snow. Salam tiga jari Katniss pun menular menjadi simbol perlawanan yang diikuti oleh warga dari berbagai distrik.

Sejak menggulingkan pemerintah pada Mei lalu, junta Thailand bertindak cepat untuk menghapus setiap hal yang dianggap dapat "memprovokasi" dan "memberikan wawasan" kepada warga sipil tentang kondisi negara itu saat ini. Setidaknya 200 situs, stasiun televisi, dan siaran radio telah diblokir oleh pemerintah junta untuk mencegah protes dari masyarakat.

Enam bulan lalu, junta menerima kritik oleh media Thailand karena dianggap membatasi hak-hak para jurnalis untuk berekspresi. Jurnalis di Negeri Gajah Putih itu menuntut agar pemerintah mencabut pembatasan dengan alasan keamanan yang "tidak masuk akal".

SYDNEY MORNING HELARD | RINDU P. HESTYA

Berita Lain:
Motif Pembunuhan Miss Honduras karena Cemburu
Badai Salju di New York, Tujuh Orang Tewas
Cerita Ibunda Soal Miss Honduras yang Tewas Tragis

Berita terkait

Lupakan Kekalahan dari Thailand, Timnas Indonesia Bidik Filipina

18 November 2018

Lupakan Kekalahan dari Thailand, Timnas Indonesia Bidik Filipina

Timnas Indonesia sekarang fokus pada pertandingan terakhir Piala AFF 2018 melawan Filipina di Jakarta pada 25 November mendatang.

Baca Selengkapnya

110 Ribu Orang Hadiri Kremasi Raja Thailand, Bhumibol Hari Ini

26 Oktober 2017

110 Ribu Orang Hadiri Kremasi Raja Thailand, Bhumibol Hari Ini

Sekitar 110 ribu orang diizinkan memasuki area dekat jenazah Raja Thailand, Bhumibol Adulyadej yang akan dikremasi hari ini.

Baca Selengkapnya

Thaksin Tweet 'Tirani' Montesquieu Kritik Junta Militer Thailand  

30 Agustus 2017

Thaksin Tweet 'Tirani' Montesquieu Kritik Junta Militer Thailand  

Thaksin Shinawatra, eks Perdana Menteri Thailand meng-tweet ucapan Montesquieu tentang tirani untuk mengkritik junta militer.

Baca Selengkapnya

Yingluck Lari ke Dubai Bergabung dengan Thaksin, Abangnya  

27 Agustus 2017

Yingluck Lari ke Dubai Bergabung dengan Thaksin, Abangnya  

Yingluck Shinawatra, eks Perdana Menteri Thailand, terbang ke Singapura lalu ke Dubai, negara tempat Thaksin, abangnya tinggal sebagai eksil.

Baca Selengkapnya

Hebat, Nenek 91 Tahun Raih Gelar Sarjana di Thailand

11 Agustus 2017

Hebat, Nenek 91 Tahun Raih Gelar Sarjana di Thailand

Kimlan Jinakul, nenek asal Thailand meraih gelar sarjana ekologi dari Universitas Terbuka Sukhothai Thammathirat

Baca Selengkapnya

UU Baru Disahkan, Raja Thailand Kuasai Warisan Rp 399,2 Triliun

20 Juli 2017

UU Baru Disahkan, Raja Thailand Kuasai Warisan Rp 399,2 Triliun

Raja Thailand kini menguasai penuh warisan kerajaan itu, menyusul pemerintah mengesahkan sebuah undang-undang baru.

Baca Selengkapnya

Hina Kerajaan Thailand di Facebook, Pria Ini Dipenjara 35 Tahun

11 Juni 2017

Hina Kerajaan Thailand di Facebook, Pria Ini Dipenjara 35 Tahun

Wichai, 34 tahun, asal Thailand, harus menjalani hukuman 35 tahun karena unggahannya di Facebook dianggap menghina keluarga Kerajaan Thailand.

Baca Selengkapnya

Karena Video Tato Vajilalongkorn, Thailand Ancam Adili Facebook

16 Mei 2017

Karena Video Tato Vajilalongkorn, Thailand Ancam Adili Facebook

Pemerintah Kerajaan Thailand mengancam akan mengadili Facebook jika tidak menghapus video yang menampilkan tubuh bertato Raja Maha Vajiralongkorn

Baca Selengkapnya

FB Blokir Video Raja Thailand, Vajiralongkorn Seliweran, Bertato  

11 Mei 2017

FB Blokir Video Raja Thailand, Vajiralongkorn Seliweran, Bertato  

FB memblokir video yang menunjukkan Raja Thailand, Vajiralongkorn, berseliweran di pusat belanjadengan mengenakan kaus dan tubuh bertato.

Baca Selengkapnya

Anggap Dirinya Kebal, Dukun Ini Tewas Saat Atraksi

28 April 2017

Anggap Dirinya Kebal, Dukun Ini Tewas Saat Atraksi

Seorang dukun di wilayah Chieng Mai, Thailand, tewas setelah ia sengaja menikam jantungnya sendiri karena menganggap dirinya kebal.

Baca Selengkapnya