Inggris Dituding Menyembunyikan Aset Mubarak  

Reporter

Senin, 3 September 2012 18:12 WIB

William Hague

TEMPO.CO, London - Pemerintah Mesir menuding Inggris sengaja menyembunyikan aset milik bekas Presiden Husni Mubarak. Sejumlah properti dan kekayaan yang diduga milik Mubarak masih bergerak, terutama beberapa perusahaan. "Inggris adalah salah satu negara terburuk dalam pelacakan dan pembekuan aset Mesir," kata Menteri Hukum Mohamed Mahsoub.

Penelusuran BBC menemukan sejumlah perusahaan milik keluarga Mubarak dan tangan kanannya masih berjalan. Misalnya, sebuah perusahaan Naglaa al-Ghazaerly, istri bekas Menteri Perumahan Mesir, bisa mendaftarkan perusahaan itu atas namanya. Meski pendaftaran dilakukan tujuh bulan setelah perintah pembekuan.

Namun Menteri Luar Negeri Inggris William Hague mengatakan kepada parlemen telah melaksanakan semua permintaan pemerintah Mesir. Inggris merupakan salah satu negara yang menjadi sarang penyimpanan kekayaan hasil korupsi. Menurut Hague, sekitar US$ 135 juta kekayaan Mubarak, istrinya, anaknya, dan 15 pejabat lainnya telah dibekukan.

Pejabat Kementerian Luar Negeri Inggris, Allstair Burt, mengatakan tidak mudah untuk mengusut dan membekukan aset kekayaan. "Untuk bisa membekukan, harus ada bukti kuat kriminal," katanya.

Ia menyebutkan pembekuan itu membutuhkan proses dan waktu yang tidak cepat. "Kami memahami keinginan pemerintah Mesir yang ingin segera mengalihkan aset Mubarak," ujarnya.

Selain Inggris, Swiss juga menjadi lokasi pencucian uang Mubarak. Jaksa Swiss, Michael Lauber, mengatakan telah menerjunkan 20 penyidik untuk menelusuri aset Mesir. Jumlah kekayaan yang sudah dibekukan US$ 270 juta pada Februari tahun lalu, kini telah meningkat menjadi US$ 470 juta.

BBC| EKO ARI

Berita lain:

Kekasih Saif Gaddafi Minta Tolong Tony Blair

Pentagon ''Gertak'' Penulis Buku Opreasi Bin Laden

Serangan Jet tanpa Awak Amerika di Yaman, 8 Tewas

Israel Evakuasi Warga di Daerah Pendudukan Migron

Mantan Marinir Umbar Tembakan di Supermarket




Berita terkait

Mesir Blokir Situs Human Right Watch karena Rilis Penyiksaan Bui

8 September 2017

Mesir Blokir Situs Human Right Watch karena Rilis Penyiksaan Bui

Mesir memblokir situs Human Rights Watch sehari setelah organisasi tersebut merilis laporan tentang penyiksaan sistematis di penjara negara itu

Baca Selengkapnya

Mesir Pulangkan 2 Mahasiswa Indonesia Setelah Ditahan Satu Bulan

31 Agustus 2017

Mesir Pulangkan 2 Mahasiswa Indonesia Setelah Ditahan Satu Bulan

Pada 30 Agustus 2017, Kedutaan Besar RI di Kairo menerima informasi dari kantor pusat Imigrasi Mesir bahwa pemerintah Mesir menyetujui pemulangan.

Baca Selengkapnya

PPMI: Mesir Tahan 2 Mahasiswa Asal Sumatera Barat

10 Agustus 2017

PPMI: Mesir Tahan 2 Mahasiswa Asal Sumatera Barat

Presiden Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir Pangeran Arsyad Ihsanul Haq mengatakan 2 mahasiswa Sumatera Barat ditahan polisi Mesir

Baca Selengkapnya

Mesir Punya Pangkalan Militer Terbesar di Timur Tengah dan Afrika  

24 Juli 2017

Mesir Punya Pangkalan Militer Terbesar di Timur Tengah dan Afrika  

Pangkalan militer Mesir terbesar di Timur Tengah dan Afrika berlokasi di kota El Hammam, di sebelah barat Alexandria.

Baca Selengkapnya

Beri Anak Nama Asing, Orang Tua di Mesir Terancam Dibui

15 Juni 2017

Beri Anak Nama Asing, Orang Tua di Mesir Terancam Dibui

Para orang tua di Mesir terancam dipenjara hingga enam bulan lamanya jika memberi nama asing atau Barat kepada bayi mereka.

Baca Selengkapnya

Gerombolan Bertopeng Tembaki Bus Umat Kristen Koptik, 28 Tewas  

27 Mei 2017

Gerombolan Bertopeng Tembaki Bus Umat Kristen Koptik, 28 Tewas  

Gerombolan pria bersenjata, bertopeng, dan berseragam militer menyerang bus yang mengangkut umat Kristen Koptik Mesir, 23 orang tewas.

Baca Selengkapnya

Tuduh Seorang Pendakwah Murtad, Rektor Al Azhar Dipecat

8 Mei 2017

Tuduh Seorang Pendakwah Murtad, Rektor Al Azhar Dipecat

Rektor Universitas Al-Azhar Ahmed Hosni Taha dipecat karena melabeli seorang pendakwah dengan istilah murtad

Baca Selengkapnya

Mesir Membebaskan Pemimpin Ikhwanul Muslimin Hassan Malek

6 Mei 2017

Mesir Membebaskan Pemimpin Ikhwanul Muslimin Hassan Malek

Malek yang menjalani tahanan rumah sekjak Oktober 2015.

Baca Selengkapnya

Mesir Menyambut Baik Zona Aman di Suriah Usulan Rusia

5 Mei 2017

Mesir Menyambut Baik Zona Aman di Suriah Usulan Rusia

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendukung zona damai sebagaimana disampaikan Putin kepada Trump.

Baca Selengkapnya

Seniman Mesir Menulis Quran Terbesar di Dunia

4 Mei 2017

Seniman Mesir Menulis Quran Terbesar di Dunia

Saad Mohammed asal Mesir membutuhkan waktu tiga tahun untuk menulis Al Quran terbesar di dunia.

Baca Selengkapnya