Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Kremlin: Rusia Terbuka untuk Berdialog dengan AS, Termasuk Soal Ukraina

image-gnews
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov. Sputnik/Mikhail Metzel/Pool via REUTERS
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov. Sputnik/Mikhail Metzel/Pool via REUTERS
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta -Rusia melihat adanya kebutuhan mendesak untuk melakukan perundingan di bidang keamanan dengan Amerika Serikat. Namun, perundingan tersebut harus dilakukan secara “komprehensif” dan mencakup topik Ukraina, kata Kremlin pada Jumat, 21 Juni 2024.

Ketika ditanya apakah Moskow siap untuk berbicara dengan Washington perihal risiko nuklir, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan “mustahil untuk menghilangkan satu bagian pun” dari keseluruhan permasalahan yang kompleks itu.

“Jadi kami terbuka untuk berdialog, namun untuk dialog komprehensif yang luas yang mencakup semua dimensi, termasuk dimensi terkini terkait konflik di sekitar Ukraina, terkait keterlibatan langsung AS dalam konflik ini,” kata Peskov kepada wartawan, seperti dikutip Reuters.

AS menolak anggapan Rusia bahwa pihaknya telah terlibat dalam perang untuk menghancurkan Moskow hanya karena mereka telah mempersenjatai Ukraina. Setiap perundingan mengenai perang – yang dimulai saat Rusia menginvasi Kyiv pada Februari 2022 – adalah urusan Ukraina, menurut AS.

Peskov mengatakan kepada wartawan bahwa daftar topik yang perlu didiskusikan antara Rusia dan AS semakin bertambah.

“Secara keseluruhan, dialog ini sangat diperlukan,” kata Peskov. “Hal ini diperlukan karena masalah yang menumpuk, dan ada banyak masalah yang terkait dengan arsitektur keamanan global.”

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dari sudut pandang Washington, Presiden Rusia Vladimir Putin-lah yang menambah daftar kekhawatiran keamanan, ketika perang di Ukraina telah memasuki tahun ketiga.

Pekan ini Putin mengunjungi Korea Utara, negara yang memiliki arsenal senjata nuklir, dan menandatangani perjanjian pertahanan dengan Kim Jong Un. Presiden Rusia itu mengatakan ia mungkin akan memasok senjata ke Korea Utara sebagai tanggapan atas tindakan Barat yang mempersenjatai Ukraina.

Putin juga menegaskan kembali pada Kamis lalu bahwa ia sedang mempertimbangkan untuk meninjau kembali doktrin Rusia mengenai penggunaan senjata nuklir. Perjanjian pengendalian senjata terakhir yang membatasi jumlah hulu ledak nuklir strategis yang dapat dikerahkan Rusia dan AS akan berakhir pada 2026.

Pilihan Editor: Vladimir Putin Tahu Alasan Ukraina Minta Tentara Rusia Ditarik

REUTERS

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Netanyahu: Israel Tetap Sekutu AS Siapa Pun Presidennya

3 jam lalu

Presiden AS Joe Biden telah menunjukkan dukungan yang teguh terhadap keamanan Israel selama lebih dari setengah abad dalam kehidupan publik. Dalam foto ini, Biden menghadiri pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, saat ia mengunjungi Israel di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan Hamas, di Tel Aviv, Israel, 18 Oktober 2023. REUTERS/Evelyn Hockstein
Netanyahu: Israel Tetap Sekutu AS Siapa Pun Presidennya

Netanyahu menyatakan Israel dan AS tetap merupakan sekutu tak peduli siapa pun presiden yang terpilih nanti.


Joe Biden Mengundurkan Diri dari Pilpres AS 2024, Begini Reaksi Rusia

5 jam lalu

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov. Sputnik/Mikhail Metzel/Pool via REUTERS
Joe Biden Mengundurkan Diri dari Pilpres AS 2024, Begini Reaksi Rusia

Rusia memiliki prioritas-prioritas lain ketimbang menunggu hasil pilpres AS 2024.


Kaspersky Hentikan Penjualan Antivirus dan Mulai Mengurangi Operasi di AS

5 jam lalu

Logo Kaspersky di meja penerima tamu di kantor Kaspersky, Kaspersky merupakan salah satu pembuat anti virus paling terkenal di dunia. Moskow, 9 Desember 2014. GETTY.
Kaspersky Hentikan Penjualan Antivirus dan Mulai Mengurangi Operasi di AS

Mulai 30 September 2024, Kaspersky dilarang untuk menyediakan pembaruan tanda tangan antivirus dan pembaruan basis kode kepada konsumen dan bisnis AS.


Kamala Harris, Wanita Keturunan Asia Pertama yang Jadi Kandidat Capres AS

10 jam lalu

Kamala Harris, Wanita Keturunan Asia Pertama yang Jadi Kandidat Capres AS

Siapa Kamala Harris, kandidat capres AS yang merupakan wanita keturunan Asia dan kulit hitam ini?


Kamala Harris Yakin Kalahkan Trump Usai Dinominasikan Biden Jadi Capres AS

12 jam lalu

Kamala Harris Yakin Kalahkan Trump Usai Dinominasikan Biden Jadi Capres AS

Biden mundur dari pencalonan presiden AS dan menunjuk Kamala Harris sebagai penggantinya.


Biden Mundur dari Pilpres 2024, Indeks S&P 500 e-Mini Naik

13 jam lalu

Presiden AS Joe Biden memberi isyarat selama pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri baru Inggris Keir Starmer, di sela-sela KTT peringatan 75 tahun NATO, di Ruang Oval Gedung Putih di Washington, AS 10 Juli 2024. REUTERS/Evelyn Hockstein
Biden Mundur dari Pilpres 2024, Indeks S&P 500 e-Mini Naik

Indeks S&P 500 e-mini naik sedikit pada hari Minggu malam, 21 Juli 2024, setelah Presiden AS Joe Biden menyatakan menarik diri dari Pilpres 2024


Joe Biden Mundur dari Pencalonan Presiden, Serahkan Nominasi ke Kamala Harris

15 jam lalu

Presiden AS Joe Biden memberi isyarat selama pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri baru Inggris Keir Starmer, di sela-sela KTT peringatan 75 tahun NATO, di Ruang Oval Gedung Putih di Washington, AS 10 Juli 2024. REUTERS/Evelyn Hockstein
Joe Biden Mundur dari Pencalonan Presiden, Serahkan Nominasi ke Kamala Harris

Joe Biden, kandidat presiden inkumben dari Partai Demokrat, akhirnya menyatakan mundur dari pencalonan di tengah berbagai desakan.


Volodymyr Zelensky Minta Dikirimkan Senjata Jarak Jauh untuk Lawan Rusia

22 jam lalu

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dilaporkan mengunjungi beberapa unit militer termasuk kelompok yang didirikan tokoh neo-Nazi di Donetsk pada Selasa. Sumber: Telegram
Volodymyr Zelensky Minta Dikirimkan Senjata Jarak Jauh untuk Lawan Rusia

Volodymyr Zelensky minta dikirimi senjata-senjata jarak jauh untuk melindungi Ukraina dan tentaranya dari serangan drone dan bom Rusia


India Diharapkan Gandeng Indonesia Jadi Mitra bidang Industri Pertahanan

1 hari lalu

(kiri ke kanan) Sandeep Chakravorty Duta Besar India untuk Indonesia, Curie Maharani Direktur Eksekutif Indo-Pasific Strategic Intelligent , dan Manish Chand Pendiri Center for Global India Insight dalam acara diskusi bertajuk Decoding's India Global Rise: Foreign Policy Choices pada Jumat, 19 Juli 2024. Sumber: Suci Sekar | TEMPO
India Diharapkan Gandeng Indonesia Jadi Mitra bidang Industri Pertahanan

India diharapkan tidak sekadar melihat Indonesia sebagai pasar alutsista, namun mau menjadi mitra bidang industri pertahanan


Korea Utara Kirim Lagi Balon Sampah ke Korsel, Sudah 100 Lebih Penerbangan Terganggu

1 hari lalu

Sebuah balon yang diyakini dikirim oleh Korea Utara, membawa berbagai benda termasuk benda yang tampak seperti sampah, terlihat di sebuah taman di Incheon, Korea Selatan, 2 Juni 2024. Yonhap via REUTERS
Korea Utara Kirim Lagi Balon Sampah ke Korsel, Sudah 100 Lebih Penerbangan Terganggu

Korea Utara kembali mengirim balon sampah ke Korea Selatan, murka siaran propaganda dan USB isi K-Pop.