Jenderal Amerika Komentari Informasi Intelijen Rusia dan Taliban

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • US Marines Corps, merupakan salah satu marinir terbesar di dunia, yang sudah berdiri sejak 1787. US Marines memiliki motto Semper Fidelis, pasukan ini merupakan pasukan andalan Amerika yang dipastikan hadir dalam setiap pertempuran. Dilengkapi dengan perlengkapan yang sangat lengkap mulai dari kapal induk, tank, pesawat tempur dan helikopter. Menjadikan pasukan US Marines salah satu yang terbesar di dunia. US Marines ikut terjun dalam pertempuran perang dunia ke 2, hingga konflik Irak dan Afganistan. US Marines memiliki satuan elit yaitu US Marines Forces Recon. Getty Images

    US Marines Corps, merupakan salah satu marinir terbesar di dunia, yang sudah berdiri sejak 1787. US Marines memiliki motto Semper Fidelis, pasukan ini merupakan pasukan andalan Amerika yang dipastikan hadir dalam setiap pertempuran. Dilengkapi dengan perlengkapan yang sangat lengkap mulai dari kapal induk, tank, pesawat tempur dan helikopter. Menjadikan pasukan US Marines salah satu yang terbesar di dunia. US Marines ikut terjun dalam pertempuran perang dunia ke 2, hingga konflik Irak dan Afganistan. US Marines memiliki satuan elit yaitu US Marines Forces Recon. Getty Images

    TEMPO.CO, Washington – Jenderal senior Amerika Serikat untuk Timur Tengah dan Afganistan mengatakan laporan intelijen mengenai militer Rusia menawarkan hadiah kepada militan Taliban untuk membunuh pasukan Amerika di Afghanistan "sangat mengkhawatirkan".

    Namun Jenderal Frank McKenzie mengaku tidak yakin informasi itu bisa menjadi bukti di pengadilan.

    "Informasi intelijennya tidak terbukti bagi saya. Tapi itu cukup untuk membuat saya merasa khawatir. Itu tidak cukup kuat bagi saya untuk dibawa ke pengadilan. Ini sering terjadi dalam perang intelijen," kata McKenzie seperti dilansir CNN pada Rabu, 8 Juli 2020.

    Ini merupakan komentar pertama dari pejabat Pentagon soal adanya laporan intelijen soal upaya intelijen militer Rusia untuk membayar Taliban agar mau membunuh pasukan AS.

    Komentar jenderal itu datang ketika Presiden Donald Trump terus meragukan laporan intelijen dengan mengatakan laporan ini sebagai tipuan.

    Trump mencuit pada Juni bahwa,"tidak banyak serangan" terhadap pasukan AS oleh milisi Taliban sebagai bukti bahwa laporan intelijen itu kemungkinan "palsu."

    Sebelumnya menurut pejabat intelijen Eropa kepada CNN pada Juni bahwa petugas intelijen militer Rusia dari GRU menawarkan uang kepada gerilyawan Taliban di Afghanistan sebagai hadiah jika mereka mau membunuh pasukan AS atau Inggris di sana.

    Namun pejabat intelijen Eropa itu tidak menjelaskan soal motivasi Rusia melakukan itu. Dia hanya mengatakan insentif itu menimbulkan jatuh korban pada pasukan koalisi.

    Pejabat itu tidak merinci tanggal korban, jumlah atau kebangsaan mereka, atau apakah ini korban jiwa atau cedera.

    McKenzie mengingatkan bangsa AS agar "harus selalu ingat, Rusia bukan teman kita. Mereka bukan teman kita. Dan mereka bukan teman kita di Afghanistan. Dan mereka tidak berharap kita baik-baik saja."

    ADITYO NUGROHO 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Mitos Tentang Garam dan Bagaimana Cara Mensiasatinya

    Tidak makan garam bukan berarti tubuh kita tambah sehat. Ada sejumlah makanan dan obat yang kandungan garamnya meningkatkan risiko serangan jantung.