Indonesia - Ethiopia Business Connect Diluncurkan, Ini Manfaatnya

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana peluncuran Indonesia - Ethiopia Business Connect di Jakarta, Selasa, 22 Oktober 2019. [KBRI Ethiopia]

    Suasana peluncuran Indonesia - Ethiopia Business Connect di Jakarta, Selasa, 22 Oktober 2019. [KBRI Ethiopia]

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia-Ethiopia Business Connect atau IEBC sebagai wadah komunikasi cepat, konektivitas, dan eksekusi kerja sama ekonomi melalui aplikasi sosial media, diluncurkan pada Selasa, 22 Oktober 2019 di gedung SME Tower, Jakarta.

    Peluncuran IEBC dilakukan oleh Al Busyra Basnur, Duta Besar RI untuk Ethiopia, Djibouti dan Uni Afrika didampingi Armel Arifin, Direktur Bisnis dan Marketing Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan UKM (LLP-KUKM), Kementerian Koperasi dan UKM, Leny, Ketua Forum Perdagangan Indonesia Afrika atau FPIA dan puluhan pengusaha pengurus dan anggota FPIA.

    “IEBC sengaja diluncurkan dalam rangka meningkatkan hubungan dan mempererat kerja sama pengusaha Indonesia dan Ethiopia melalui berbagai aplikasi media sosial. Pengusaha memerlukan komunikasi, keputusan dan transaksi cepat dan real time. Waktu dan informasi dalam berbisnis sangat penting dan info tersebut harus segera sampai ke tangan pelaku,” kata Duta Besar Al Busyra.

    “Salah satu tantangan sekaligus kelemahan yang sering terjadi selama ini antara lain kurang dan terbatasnya informasi mengenai permintaan dan penawaran antar pengusaha Indonesia dan Ethiopia. Ini juga dialami banyak pengusaha di negara-negara lain yang berpotensi besar melakukan kerja sama dengan Indonesia,” tambah Duta Besar Al Busyra.

    Pada acara peluncuran tersebut, Duta Besar Al Busyra Basnur juga memaparkan perkembangan terkini dan peluang kerja sama ekonomi Indonesia-Ethiopia serta African Continental Free Trade Area (AfCFTA). Hadir juga sebagai pembicara Yete Mbote Jacques, Wali kota Edea, Kamerun yang menghadiri Trade Expo Indonesia atau TEI di Serpong, 16-20 Oktober 2019.

    Salah satu pernyataan menarik dalam tanya jawab adalah pengakuan pengusaha Indonesia yang hampir semua belum mengetahui potensi besar pasar Afrika bagi Indonesia.

    “Mendengarkan kata Afrika saja, langsung muncul persepsi negatif dalam pemikiran kami,” kata Duta Besar Al Busyra mengutip pernyataan seorang pengusaha yang hadir sebagai peserta.

    Duta Besar Al Busyra menjelaskan, diplomasi ekonomi Indonesia di bawah Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan sesuai arahan Presiden Joko Widodo menempatkan Afrika sebagai prioritas.

    "April 2018, Indonesia menyelenggarakan Indonesia-Africa Forum dan Agustus 2019, sebagai tindak lanjut, Indonesia menyelenggarakan Indonesia Africa Infrastructure Dialogue,” ujar Duta Besar Al Busyra.

    Wali kota Mbote mengundang pengusaha Indonesia untuk segera hadir di Kamerun. Saat ini banyak pengusaha Cina, Jepang dan Korea berbisnis di Kamerun. Ia pun berjanji akan memberikan pelayanan khusus kepada pengusaha Indonesia yang datang ke kotanya.

    Ethiopia yang dihuni 112 juta jiwa, kedua tertinggi di Afrika setelah Nigeria, mengalami kemajuan ekonomi yang pesat. Pertumbuhan ekonomi Ethiopia pada tahun 2004-2017 di atas 10 persen, tertinggi di sub-Sahara. Tahun ini pertumbuhan ekonomi Ethiopia 8,6 persen, tetap tertinggi di kawasan.

    Saat ini terdapat lima perusahaan Indonesia yang berinvestasi di Ethiopia, yaitu PT Indofood, PT Sinar Antjol, PT Busana Apparels Group, dan PT Sumber Bintang Rejeki dan PT Bukit Perak PT Bukit Perak.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.