Unjuk Rasa Hari Ke-2 di Katalunya Spanyol Berlangsung Ricuh

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bentrokan antara aparat kepolisian dan pengunjuk rasa terjadi di Barcelona menentang pemenjaraan sembilan pemimpin separatis Catalan. Unjuk rasa ini masuk hari kedua. Sumber: REUTERS/Juan Medina

    Bentrokan antara aparat kepolisian dan pengunjuk rasa terjadi di Barcelona menentang pemenjaraan sembilan pemimpin separatis Catalan. Unjuk rasa ini masuk hari kedua. Sumber: REUTERS/Juan Medina

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengunjuk rasa dan aparat kepolisian di kota Barcelona, Spanyol, pada Selasa, 15 Oktober 2019, terlibat bentrokan setelah unjuk rasa menentang vonis penjara pada sembilan pemimpin separatis Katalunya. Ketegangan ini telah menjadi tantangan besar bagi pemerintah Spanyol dan otoritas kawasan.

    Dikutip dari reuters.com, para pengunjuk rasa melemparkan botol minuman, batu dan suar ke arah aparat kepolisian. Mereka membakar tong-tong sampah dan kardus di sejumlah jalan utama di Barcelona, termasuk di toko-toko penjual barang-barang mewah dan bursa saham.

    Para demonstran separatis melemparkan benda ke dalam api selama protes setelah vonis dalam persidangan atas referendum kemerdekaan yang dilarang di Barcelona, Spanyol, 15 Oktober 2019. Mereka berunjuk rasa selepas sidang vonis terhadap 12 tokoh separatis. REUTERS/Juan Medina

    Sejumlah pagar di dekat La Pedrera dibakar. La Pedrera adalah salah satu gedung cagar budaya maha karya arsitek Antoni Gaudi dari Katalunya dan telah menjadi salah satu tempat tujuan wisata.

    Aparat kepolisian beberapa kali berusaha membubarkan pengunjuk rasa dengan pentungan dan menembakkan peluru karet ke arah demonstran. Empat orang ditahan dalam bentrokan ini.

    Unjuk rasa Selasa, 15 Oktober 2019 ini merupakan yang kedua kalinya setelah Mahkamah Agung menjatuhkan vonis pada sembilan pemimpin separatis Katalunya dengan hukuman penjara sembilan tahun sampai 13 tahun penjara. Katalunya yang beribu kota di Barcelona, gagal memisahkan diri dari Spanyol pada 2017.

    Bentrokan antara aparat kepolisian dan para demonstran pada Selasa kemarin telah menjadi tantangan bagi pemerintah daerah, otoritas pro-independen dan pemerintah pusat Spanyol di Madrid.

    Kelompok separatis di Katalunya sudah lama ingin memisahkan diri dari Spanyol dan para pemimpin separatis memastikan keinginan ini tidak berubah. Sebelumnya muncul kekhawatiran sebelum putusan Mahkaham Agung dijatuhkan, kalau hukuman berat pada para pemimpin separatis ini hanya akan melepaskan frustrasi terpendam di kalangan radikalisme di wilayah pinggir.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.