Perilaku Keji Charles Manson, Darah Korban Dijadikan Tinta

Reporter

Editor

Elik Susanto

Kamis, 12 Januari 2017 07:42 WIB

Charles Manson. wikipedia.org

TEMPO.CO, Los Angeles - Puncaknya pada Agustus 1969, Charles Manson, pembunuh keji di Amerika Serikat yang kini dikabarkan sekarat di penjara, pernah memerintahkan pengikutnya membantai beberapa orang di Los Angeles. Di antaranya dikenal dengan nama "kasus Tate-La Bianca", merujuk dua nama korbannya.

Tujuh orang dari dua keluarga terkenal tewas dalam kekejihan itu dengan darah korban dijadikan tinta untuk menulis pesan di pintu rumah masing-masing. Insiden ini terjadi pada 8 Agustus 1969. Sedikitnya empat muridnya menerobos masuk ke rumah sutradara Roman Polanski dan membunuh lima orang. Istri Polanski yang sedang hamil, Sharon Tate, ikut dihabisi.

Simak: Charles Manson Meramal Manusia Bakal Musnah Oleh Perang Nuklir

Sebelum meninggalkan rumah itu, mereka menggunakan darah Tate untuk menuliskan kata PIG (BABI) di pintu depan. Malam berikutnya, lagi-lagi anak buahnya menyambangi rumah yang bersebelahan dengan Tate, milik seorang pemilik toko ritel bernama Leno LaBianca dan istrinya Rosemary. Kali ini Manson sendiri yang memimpin pembunuhan kejam dengan menggunakan senjata tajam.


Sekali lagi darah korban digunakan untuk menulis pesan di pintu rumah korban dengan terdapat unsur PIG didalamnya. Insiden itu membuat panik dunia Hollywood. Namun akhirnya polisi berhasil menemukan pelaku setelah salah satu murid Manson mengakui perbuatan itu.


Manson kemudian divonis hukuman mati, namun diturunkan menjadi seumur hidup setelah pada periode 1970-an, pengadilan negara bagian California meniadakan hukuman mati atas nama HAM.

Simak Juga: Charles Manson Si Pembunuh Keji di AS, Kini Dikabarkan Sekarat

Manson kini menjalani hukuman seumur hidup di Penjara Negara Corcoran di California. Pria 82 tahun itu pekan lalu dirujuk ke rumah sakit setelah menderita penarahan pada bagian anusnya yang diduga sebagai ambeyen. Namun ia telah kembali ke penjara setelah dinyatakan sehat. Sejak itu spekulasi terkait kondisinya yang tengah sekarat kian merebak.

Dari balik jeruji besi, Manson dikabarkan masih berhasil menarik pengikut. Seorang wanita bernama Afton Burton, yang menyebut dirinya Star, mengklaim bahwa ia dan Manson telah bertunangan. Dalam sebuah wawancara pada 2013 dengan majalah Rolling Stone, Star mengatakan bahwa dia dan Charlie akan menikah.


PEOPLE|DAILY MAIL|YON DEMA

Advertising
Advertising

Berita terkait

Indonesia Sumbang 1,09 Persen Kasus Covid-19 Dunia

7 Februari 2021

Indonesia Sumbang 1,09 Persen Kasus Covid-19 Dunia

Indonesia saat ini menempati urutan ke-19 kasus sebaran Covid-19 dari 192 negara.

Baca Selengkapnya

Orient Riwu Kore Mengaku Ikut Pilkada Sabu Raijua karena Amanat Orang Tua

6 Februari 2021

Orient Riwu Kore Mengaku Ikut Pilkada Sabu Raijua karena Amanat Orang Tua

Bupati Sabu Raijua terpilih, Orient Riwu Kore, mengungkapkan alasannya mengikuti pemilihan kepala daerah 2020

Baca Selengkapnya

Tidak Lagi Jadi Presiden, Pemakzulan Donald Trump Tak Cukup Kuat

4 Februari 2021

Tidak Lagi Jadi Presiden, Pemakzulan Donald Trump Tak Cukup Kuat

Tim pengacara Donald Trump berkeras Senat tak cukup kuat punya otoritas untuk memakzulkan Trump karena dia sudah meninggalkan jabatan itu.

Baca Selengkapnya

Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ 182 Diminta Tak Teken Release And Discharge

3 Februari 2021

Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ 182 Diminta Tak Teken Release And Discharge

Pengacara keluarga korban Lion Air JT 610 meminta ahli waris korban Sriwijaya Air SJ 182 tidak meneken dokumen release and discharge atau R&D.

Baca Selengkapnya

Krisis Semikonduktor, Senator Amerika Desak Gedung Putih Turun Tangan

3 Februari 2021

Krisis Semikonduktor, Senator Amerika Desak Gedung Putih Turun Tangan

Pada 2019 grup otomotif menyumbang sekitar sepersepuluh dari pasar semikonduktor senilai 429 miliar dolar Amerika Serikat.

Baca Selengkapnya

Amerika Serikat Longgarkan Aturan soal Imigran Suriah

30 Januari 2021

Amerika Serikat Longgarkan Aturan soal Imigran Suriah

Imigran dari Suriah mendapat kelonggaran aturan sehingga mereka bisa tinggal di Amerika Serikat dengan aman sampai September 2022.

Baca Selengkapnya

Tutorial Membuat Bom Ditemukan di Rumah Pelaku Kerusuhan US Capitol

30 Januari 2021

Tutorial Membuat Bom Ditemukan di Rumah Pelaku Kerusuhan US Capitol

Tutorial pembuatan bom ditemukan di rumah anggota kelompok ekstremis Proud Boys, Dominic Pezzola, yang didakwa terlibat dalam kerusuhan US Capitol

Baca Selengkapnya

Amerika Serikat Kecam Pembebasan Pembunuh Jurnalis Oleh Pakistan

29 Januari 2021

Amerika Serikat Kecam Pembebasan Pembunuh Jurnalis Oleh Pakistan

Pemerintah Amerika Serikat mengecam pembebasan pembunuh jurnalis Wall Street, Journal Daniel Pearl, oleh Mahkamah Agung Pakistan.

Baca Selengkapnya

Amerika Serikat Izinkan Pensiunan Dokter Lakukan Vaksinasi Covid-19

29 Januari 2021

Amerika Serikat Izinkan Pensiunan Dokter Lakukan Vaksinasi Covid-19

Pemerintah Amerika Serikat kini mengizinkan dokter dan perawat yang sudah pensiun untuk memberikan suntikan vaksin Covid-19

Baca Selengkapnya

Jenderal Israel Minta Joe Biden Tidak Bawa AS Kembali Ke Perjanjian Nuklir Iran

27 Januari 2021

Jenderal Israel Minta Joe Biden Tidak Bawa AS Kembali Ke Perjanjian Nuklir Iran

Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Letnan Jenderal Aviv Kochavi mengatakan hal yang salah jika AS kembali ke perjanjian nuklir Iran

Baca Selengkapnya