Kaisar Akihito Isyaratkan Turun Tahta

Reporter

Senin, 8 Agustus 2016 14:57 WIB

Kaisar Jepang Akihito dan Permaisuri Michiko, memberikan penghormatan saat berkabung mengenang korban perang di Divisi Infanteri ke-81 Angkatan Darat AS di Palau Peleliu, Island, 9 April 2015. Kaisar Jepang Akihito dan Permaisuri Michiko, memperingati 70 tahun berakhirnya Perang Dunia II. REUTERS/Kyodo

TEMPO.CO, Tokyo- Kaisar Jepang Akihito mengisyaratkan dalam pidato terbukanya yang pertama kali di stasiun televisi tentang rencananya untuk turun tahta.

Dalam sebuah pidato yang disiarkan televisi pada Senin, 8 Agustus 2016 pukul 15.00 waktu setempat, kata-kata Kaisar Akihito terdengar samar. Ia menjelaskan tentang usianya yang sudah uzur, jadwal sehari-hari yang padat, dan keterbatasan fisiknya.

"Saya prihatin bahwa itu akan menjadi lebih dan lebih sulit bagi saya untuk memenuhi tugas saya sebagai kaisar," katanya dalam rekaman yang berlangsung sekitar 10 menit dan disiarkan di beberapa jaringan televisi Jepang.

Kaisar berusia 82 tahun tersebut pertama kali dilaporkan akan turun tahta pada bulan lalu melalui pemberitaan yang disampaikan NHK. Dalam laporannya pada Juli tersebut, NHK mengatakan bahwa Akihito, yang menjalani operasi jantung dan kanker prostat, ingin melepaskan tahta dalam beberapa tahun lagi. Hal seperti ini belum pernah terjadi dalam sejarah Jepang modern.

Kaisar Jepang sebagai simbol dari "persatuan rakyat" tidak memiliki kekuatan politik. Kaisar Akihito naik tahta setelah kematian ayahnya Kaisar Hirohito tahun 1989. Saat itu Hirohito bertahta selama 64 tahun.

Tidak seperti kebiasaan kerajaan monarki di beberapa negara lainnya, Jepang tidak memiliki ketentuan hukum mengenai monarki yang dipegang oleh keluarga kaisar selama hampir 2700 tahun untuk turun tahta. Dalam hukum Jepang era modern, seorang kaisar akan terus bertahta hingga akhir hayatnya, meskipun banyak kaisar turun tahta di era sebelum modern.

Satu hasil penelitian terbaru menyebutkan bahwa mayoritas rakyat biasa Jepang bersimpati dengan keinginan Kaisar untuk pensiun, tetapi perubahan hukum diperlukan untuk memungkinkan untuk kaisar pensiun.

Jika Akihito turun tahta, maka secara otomatis tahtanya diwariskan kepada puteranya, Pangeran Naruhito, 56 tahun. Ide ini memicu protes dari partai konservatif Perdana Menteri Shinzo Abe, yang khawatir perdebatan tentang masa depan keluarga kerajaan itu dapat menyebar ke topik membiarkan wanita mewarisi dan melepaskan takhta.

Pangeran Naruhito, hanya memiliki seorang anak perempuan, namun dalam keentuannya hanya lelaki yang akan meneruskan tampuk kekaisaran. Adapun masyarakat Jepang percaya jika dipimpin perempuan, mereka akan mendapatkan kesialan dan musibah.

Oleh karena hanya pria yang dapat mewarisi takhta, Naruhito kemungkinan akan melepaskan takhta berikutnya kepada adiknya, Pangeran Akishino dan seterusnya kepada anaknya Hisahito, 9 tahun.
NY TIMES|AL JAZEERA|YON DEMA

Berita terkait

KCI Buka Suara soal Rencana Impor KRL Baru dan Peremajaan Kereta

24 Juni 2023

KCI Buka Suara soal Rencana Impor KRL Baru dan Peremajaan Kereta

KCI bersama beberapa stakeholder sudah melakukan rapat yang membahas mengenai kebutuhan sarana KRL tersebut pada Rabu, 21 Juni 2023.

Baca Selengkapnya

Kaisar Naruhito ke Indonesia, Lawatan Kenegaraan Pertama Setelah Naik Tahta, Ini Profilnya

20 Juni 2023

Kaisar Naruhito ke Indonesia, Lawatan Kenegaraan Pertama Setelah Naik Tahta, Ini Profilnya

Kaisar Naruhito lakukan lawatan kenegaraan pertama ke Indonesia setelah ia naik tahta pada 2019. Ia kunjungi Depo MRT.

Baca Selengkapnya

Akihito Gagal Jantung, Kondisinya Terus Membaik

26 Juli 2022

Akihito Gagal Jantung, Kondisinya Terus Membaik

Mantan Kaisar Jepang Akihito, ayah dari kaisar saat ini, menderita gagal jantung bulan lalu tetapi kondisinya telah membaik di bawah perawatan

Baca Selengkapnya

Sultan Hamengku Buwono X Terima Penghargaan dari Jepang

29 Juni 2022

Sultan Hamengku Buwono X Terima Penghargaan dari Jepang

Sultan Hamengku Buwono X mendapat penghargaan dari Pemerintah Jepang atas kontribusinya meningkatkan hubungan kedua negara bidang budaya.

Baca Selengkapnya

Profil Gesang, Maestro Keroncong Peraih Penghargaan dari Kaisar Akihito

4 Oktober 2021

Profil Gesang, Maestro Keroncong Peraih Penghargaan dari Kaisar Akihito

Gesang, maestro keroncong ini menciptakan banyak lagu selain Bengawan Solo. Ia memperoleh penghargaan dari Kaisar Akihito.

Baca Selengkapnya

Pernikahan Putri Mako dari Jepang dengan Rakyat Biasa Diumumkan Oktober

26 September 2021

Pernikahan Putri Mako dari Jepang dengan Rakyat Biasa Diumumkan Oktober

Putri Mako, yang akan melepas status kerajaannya demi menikah dengan teman kuliahnya, tidak akan mengambil uang pemberian pemerintah.

Baca Selengkapnya

Kaleidoskop 2019, Kaisar Akihito Mundur

29 Desember 2019

Kaleidoskop 2019, Kaisar Akihito Mundur

Kaisar Akihito dari Jepang memutuskan mundur dari posisinya dan menjadi peristiwa langka dalam 200 tahun terakhir.

Baca Selengkapnya

Piala Sudirman: Dikalahkan Yamaguchi, Begini Komentar Gregoria

25 Mei 2019

Piala Sudirman: Dikalahkan Yamaguchi, Begini Komentar Gregoria

Gregoria Mariska Tunjung kalah dari pemain Jepang, Akane Yamaguchi di semifinal Piala Sudirman dan ini komentarnya.

Baca Selengkapnya

Kaisar Akihito Muncul ke Publik Setelah Turun Tahta

7 Mei 2019

Kaisar Akihito Muncul ke Publik Setelah Turun Tahta

Kaisar Akihito didampingi istrinya Ratu Michiko, muncul ke publik untuk pertama kali setelah turun tanta pada 30 April lalu.

Baca Selengkapnya

Pidato Pertama, Kaisar Naruhito Serukan Perdamaian Dunia

4 Mei 2019

Pidato Pertama, Kaisar Naruhito Serukan Perdamaian Dunia

Kaisar Naruhito dari Jepang ditemani permaisuri Masako dan sejumlah pejabat kerajaan pada kemunculan pertamanya.

Baca Selengkapnya