AS Minta Sekolah Bebaskan Siswa Transgender Gunakan Toilet  

Reporter

Jumat, 13 Mei 2016 12:36 WIB

Siswa mencuci tangannya di toilet gender-netral di SMA Santee Education Complex, Los Angeles, California, AS, 18 April 2016. Toilet tersebut disediakan demi mendukung dan menampung siswa transgender. REUTERS/Lucy Nicholson

TEMPO.CO, Washington - Pemerintah Amerika Serikat berencana menyisir wilayah distrik untuk meminta setiap sekolah umum mengizinkan siswanya yang transgender menggunakan toilet sesuai dengan identitas seksualnya.

Hal ini dilakukan menyusul adanya perdebatan keras atas hak transgender di tengah perdebatan hukum administrasi dengan Carolina Utara atas masalah ini. Deklarasi yang ditandatangani pejabat dari Departemen Hukum dan Pendidikan ini akan menjelaskan apa yang harus sekolah lakukan untuk menjamin tidak ada diskriminasi di sekolah.

Deklarasi tersebut memang tidak memiliki kekuatan hukum yang kuat. Namun, sejatinya, perintah tersebut mengandung ancaman secara implisit. Sekolah yang tidak mematuhi interpretasi pemerintahan Barack Obama terancam menghadapi tuntutan hukum atau kehilangan bantuan dari federal.

Langkah ini tentu dapat memancing kritik, terutama dari Partai Republik. Aturan tersebut dianggap membuat masalah baru dan memaksakan nilai-nilainya di masyarakat di semua negara bagian yang belum tentu setuju dengan hal itu.

Kebijakan Presiden Obama ini merupakan kombinasi kebijakan, tuntutan hukum, dan pernyataan publik untuk mengubah pandangan hak-hak sipil bagi kaum gay, lesbian, biseksual, dan transgender.

Setelah mendukung hak-hak kaum gay untuk menikah, mengizinkan untuk diterima secara terbuka di militer, dan melarang kontraktor federal atas diskriminasi, kini pemerintah Amerika menggojlok hak atas kamar mandi yang berpihak kepada orang-orang transgender.

"Tidak boleh ada satu siswa pun yang harus merasakan pengalaman 'tidak diterima' di lingkungan sekolah atau di kampusnya," kata John B. King Jr., Sekretaris Departemen Pendidikan.

"Kami harus memastikan bahwa kaum muda mesti tahu siapa pun mereka atau di mana pun mereka berasal, mereka memiliki kesempatan mendapatkan pendidikan yang besar di lingkungan yang bebas dari diskriminasi, pelecehan, dan kekerasan," tutur King.

NEW YORK TIMES | LARISSA HUDA

Berita terkait

Mahasiswa Irlandia Berkemah di Trinity College Dublin untuk Protes Pro-Palestina

18 jam lalu

Mahasiswa Irlandia Berkemah di Trinity College Dublin untuk Protes Pro-Palestina

Mahasiswa Irlandia mendirikan perkemahan di Trinity College Dublin untuk memprotes serangan Israel di Gaza.

Baca Selengkapnya

AS: Israel Belum Sampaikan Rencana Komprehensif Soal Invasi Rafah

1 hari lalu

AS: Israel Belum Sampaikan Rencana Komprehensif Soal Invasi Rafah

Israel belum menyampaikan kepada pemerintahan Presiden Amerika Serikat Joe Biden ihwal "rencana komprehensif" untuk melakukan invasi terhadap Rafah.

Baca Selengkapnya

Menlu India Tak Terima Komentar Joe Biden tentang Xenofobia

1 hari lalu

Menlu India Tak Terima Komentar Joe Biden tentang Xenofobia

Menteri Luar Negeri India menolak komentar Presiden AS Joe Biden bahwa xenofobia menjadi faktor yang menghambat pertumbuhan ekonomi negaranya.

Baca Selengkapnya

Kronologi Pemberangusan Demo Mahasiswa Amerika Pro-Palestina

1 hari lalu

Kronologi Pemberangusan Demo Mahasiswa Amerika Pro-Palestina

Kepolisian Los Angeles mengkonfirmasi bahwa lebih dari 200 orang ditangkap di LA dalam gejolak demo mahasiswa bela Palestina. Bagaimana kronologinya?

Baca Selengkapnya

Hamas: Netanyahu Berusaha Gagalkan Kesepakatan Gencatan Senjata di Gaza

1 hari lalu

Hamas: Netanyahu Berusaha Gagalkan Kesepakatan Gencatan Senjata di Gaza

Pejabat senior Hamas mengatakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berupaya menggagalkan kesepakatan gencatan senjata di Gaza.

Baca Selengkapnya

Israel Berencana Usir Warga Palestina dari Rafah ke Pantai Gaza

1 hari lalu

Israel Berencana Usir Warga Palestina dari Rafah ke Pantai Gaza

Israel berencana mengusir warga Palestina keluar dari Kota Rafah di selatan Gaza ke sebidang tanah kecil di sepanjang pantai Gaza

Baca Selengkapnya

Detektif Swasta Israel Ditangkap di London, Dicari AS atas Dugaan Peretasan

1 hari lalu

Detektif Swasta Israel Ditangkap di London, Dicari AS atas Dugaan Peretasan

Seorang detektif swasta Israel yang dicari oleh Amerika Serikat, ditangkap di London atas tuduhan spionase dunia maya

Baca Selengkapnya

Belgia Kecam Intimidasi Israel dan AS terhadap ICC

1 hari lalu

Belgia Kecam Intimidasi Israel dan AS terhadap ICC

Kementerian Luar Negeri Belgia mengatakan pihaknya "mengutuk segala ancaman dan tindakan intimidasi" terhadap Pengadilan Kriminal Internasional (ICC)

Baca Selengkapnya

Hamas dan CIA Bahas Gencatan Senjata Gaza di Kairo

1 hari lalu

Hamas dan CIA Bahas Gencatan Senjata Gaza di Kairo

Para pejabat Hamas dan CIA dijadwalkan bertemu dengan mediator Mesir di Kairo untuk merundingkan gencatan senjata di Gaza.

Baca Selengkapnya

Kanada Tuntut Tiga Tersangka Pembunuhan Pemimpin Sikh, Diduga Terkait India

1 hari lalu

Kanada Tuntut Tiga Tersangka Pembunuhan Pemimpin Sikh, Diduga Terkait India

Polisi Kanada pada Jumat menangkap dan mendakwa tiga pria India atas pembunuhan pemimpin separatis Sikh Hardeep Singh Nijjar tahun lalu.

Baca Selengkapnya