Keluarga Pistorius Kecewa Laporan Media  

Reporter

Editor

S Tri P Bud

Selasa, 19 Februari 2013 07:20 WIB

Pasangan Oscar Pistorius dan Reeva Steenkamp dalam sebuah acara di Johannesburg , November tahun lalu. Oleh media massa Afrika Selatan, pasangan ini pernah dinobatkan sebagai pasangan emas alias sejoli kesayangan masyarakat Afrika Selatan karena keharmonisan mereka. REUTERS/Frennie Shivambu/JustusMedia

TEMPO.CO, Pretoria - Keluarga Oscar Pistorius mengkritik media yang terlalu sensasional menulis kasus pembunuhan yang diduga dilakukannya. Henke Pistorius, 59 tahun, ayah bintang paralimpiade itu mengatakan, dia "sangat kecewa" oleh laporan pers akhir pekan ini bahwa pemukul kriket bernoda darah menjadi bagian penting dari bukti dalam pembunuhan Reeva Steenkamp, kekasih anaknya.

"Saya kecewa dengan integritas dari beberapa surat kabar," kata Henke pada Guardian.

Pistorius, yang dikenal sebagai Blade Runner karena kaki buatannya, akan kembali ke pengadilan untuk membicarakan jaminan pada Selasa pagi. "Aku akan selalu di belakang Oscar," kata Henke. "Kami akan memilah "sampah" dari fakta. Ini adalah hal yang sangat buruk. Ini adalah kecelakaan. Demi menghormati Oscar, saya tidak ingin mengatakan apa-apa lagi."

Ketika ditanya apakah ia menemukan laporan media sensasional, ia menjawab, "Tentu saja. Itulah pekerjaan mereka. Mereka ingin menjual korannya."

Surat kabar Inggris tidak lolos dari kritik untuk laporan mereka tentang kasus ini. Halaman depan The Sun, yang menampilkan gambaran besar Steenkamp berbikini, menuai ratusan keluhan, termasuk dari mantan Wakil Perdana Menteri Lord Prescott.

Pistorius berulang kali menangis di pengadilan Pretoria. Ia ditahan sejak Steenkamp ditemukan tewas tertembak di rumahnya Kamis lalu.

Ratusan kilometer jauhnya di Port Elizabeth, keluarga Steenkamp mempersiapkan pemakamannya pada hari Selasa. Sebuah upacara pribadi di sebuah krematorium lokal direncanakan tertutup untuk umum dan media.

"Dia pergi begitu saja, dalam sekejap mata. Mengapa harus gadis kecilku? Mengapa dia melakukan ini?" kata June Steenkamp, ibunya.

Dalam sebuah e-mail ke AP pada Senin, pelatih Pistorius mengatakan, dia yakin pembunuhan itu kecelakaan. "Saya berdoa agar kita dapat melewatinya. Saya hanya ingin anak saya kembali latihan," tulis Ampie Louw.

Louw mengatakan, Steenkamp sering menemani Pistorius berlatih. "Dia sungguh menyenangkan, sangat ramah ... dan saya menemukan mereka berdua terlihat sangat bahagia," katanya.

GUARDIAN | TRIP B

Berita terkait

Polda Metro Jaya Dalami Dugaan Pembunuhan dalam Kasus Penemuan Mayat dalam Koper di Bekasi

3 hari lalu

Polda Metro Jaya Dalami Dugaan Pembunuhan dalam Kasus Penemuan Mayat dalam Koper di Bekasi

Polda Metro Jaya mendalami dugaan pembunuhan dalam kasus penemuan mayat dalam koper yang ditemukan di Bekasi.

Baca Selengkapnya

Polisi Ungkap Identitas Mayat dalam Koper di Bekasi, Karyawati asal Bandung

4 hari lalu

Polisi Ungkap Identitas Mayat dalam Koper di Bekasi, Karyawati asal Bandung

Polda Metro Jaya mengungkap identitas mayat dalam koper yang ditemukan di semak belukar di Jalan Kalimalang, Desa Sukadanu, Cikarang Barat, Bekasi

Baca Selengkapnya

Penemuan Mayat Wanita di Pulau Pari, Karin Dibunuh karena Minta Tambahan Biaya Kencan

4 hari lalu

Penemuan Mayat Wanita di Pulau Pari, Karin Dibunuh karena Minta Tambahan Biaya Kencan

Polisi mengungkap kasus penemuan mayat wanita di dermaga Pulau Pari, Kepualuan Seribu, Jakarta

Baca Selengkapnya

Polisi Tetapkan 3 Tersangka Pembunuhan Serlina, Mayat Wanita Dalam Parit di Sukoharjo

4 hari lalu

Polisi Tetapkan 3 Tersangka Pembunuhan Serlina, Mayat Wanita Dalam Parit di Sukoharjo

Para tersangka sepakat akan menjalankan rencana pembunuhan terhadap wanita itu saat malam takbiran.

Baca Selengkapnya

Polda Metro Jaya Olah TKP Pembunuhan Perempuan yang Mayatnya di Pulau Pari

5 hari lalu

Polda Metro Jaya Olah TKP Pembunuhan Perempuan yang Mayatnya di Pulau Pari

Selain olah TKP pembunuhan perempuan yang mayatnya ditemukan di Pulau Pari, polisi menyiita barang bungkus rokok hingga tisu magic.

Baca Selengkapnya

Tante Bunuh Keponakan Berusia 7 Tahun di Tangerang, Sakit Hati Ibu Korban Tak Meminjami Uang Rp 300 Ribu

5 hari lalu

Tante Bunuh Keponakan Berusia 7 Tahun di Tangerang, Sakit Hati Ibu Korban Tak Meminjami Uang Rp 300 Ribu

Seorang tante membunuh keponakan yang berusia 7 tahun di Tangerang karena sakit hati ibu korban tak meminjami uang Rp 300 ribu.

Baca Selengkapnya

Seorang Wanita 40 Tahun di Tangerang Diduga Membunuh Ponakannya yang Berusia 7 Tahun

5 hari lalu

Seorang Wanita 40 Tahun di Tangerang Diduga Membunuh Ponakannya yang Berusia 7 Tahun

Polisi menangkap seorang wanita 40 tahun di Tangerang yang diduga membunuh ponakannya yang berusia 7 tahun.

Baca Selengkapnya

Temuan Kerangka Manusia di Wonogiri, Polisi Tetapkan Pemilik Pekarangan sebagai Tersangka Pembunuhan

6 hari lalu

Temuan Kerangka Manusia di Wonogiri, Polisi Tetapkan Pemilik Pekarangan sebagai Tersangka Pembunuhan

Polres Wonogiri, menetapkan SPY, 44 tahun, sebagai tersangka pembunuhan dalam kasus penemuan kerangka manusia di Desa Setren, Wonogiri.

Baca Selengkapnya

Pembunuhan di Kedai Anak Mami, Pelaku Tinggalkan Korban dalam Kondisi Pendarahan Saat Mengugurkan Janin

6 hari lalu

Pembunuhan di Kedai Anak Mami, Pelaku Tinggalkan Korban dalam Kondisi Pendarahan Saat Mengugurkan Janin

Seorang wanita menjadi korban pembunuhan. Jasadnya ditemukan di sebuah Kedai Anak Mami di Kelapa Gading. Hendak menggugurkan janin.

Baca Selengkapnya

Motif Pembunuhan Perempuan yang Mayatnya Ditemukan di Pulau Pari karena Korban Minta Harga Lebih

6 hari lalu

Motif Pembunuhan Perempuan yang Mayatnya Ditemukan di Pulau Pari karena Korban Minta Harga Lebih

Pelaku diduga membunuh korban di Pulau Pari karena sakit hati.

Baca Selengkapnya