Kaus Kuning Gelar Demo di Bangkok

Reporter

Editor

Kamis, 23 Juni 2011 06:51 WIB

Para demonstran anti pemerintah berunjukrasa di bandara Suvarnabhumi, Bangkok (27/11). Mereka menuntut perdana menteri Somchai Wongsawat mundur dari jabatannya. Foto: AP/Sakchai Lalit

TEMPO Interaktif, Bangkok - Kelompok kaus kuning “yellow shirts” dengan organisasinya People's Alliance for Democracy (PAD) menggelar demo di pertigaan Ratchaprasong, Bangkok, Kamis 23 Juni 2011.

Juru bicara PAD, Parnthep Pourpongpan, mengatakan aksi demo itu digelar untuk menuntut Komisi Pemilihan Umum membubarkan Partai Phue Thai, yang pendiriannya dibidani bekas Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra yang kini tinggal di pengasingan di Dubai.

Aksi demo kaus kuning diramaikan dengan kehadiran Perdana Menteri Thailand Abhisit Vejjajiva sebagai kandidat perdana menteri dari Partai Demokrat dalam pemilu yang akan digelar 3 Juli mendatang. Abhisit dan Deputi Perdana Menteri sekaligus Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Suthep Thaugsuban akan berbicara dalam aksi demo itu.

Menurut juru bicara dari Kantor Perdana Menteri Ong-art Klampaiboon, Abhisit dan Suthep akan mengungkap kebenaran di balik aksi demo pada tahun lalu oleh kelompok kaus merah dengan organisasinya Front Persatuan untuk Demokrasi menentang Diktator (United Front for Democracy against Dictatorship-UDD).

Menanggapi aksi demo tersebut, juru bicara Partai Phue Thai Prompong Nopparit meminta kepada petinggi partai dan seluruh anggota partai untuk menjauhi persimpangan Ratchaprasong. Dia menduga ada beberapa kelompok berupaya membuat kerusuhan dan mencoreng nama Phue Thai.

Sedangkan Kepala UDD Tida Tawornseth kemarin mengancam akan melakukan balas dendam terhadap Demokrat jika aksi demo itu mempersalahkan kaus merah atas kematian puluhan orang dalam kerusuhan tahun lalu.

Keluarga korban yang tewas dalam kerusuhan tahun lalu menyesalkan aksi demo itu. Orapin Satipanya, ibu mertua Boonthing Prangsila, yang tewas ditembak di Soi Rangnam, distrik Din Daeng, pada 14 Mei lalu, mengatakan aksi demo di Racthaprasong tidak akan membuahkan rekonsiliasi nasional.

“Mereka seharusnya tidak melukai hati kami atau melemparkan kesalahan itu kepada para korban yang terbunuh saat protes berlangsung. Mereka lebih baik menggunakan aksi demo untuk memperkenalkan platform kebijakan untuk mengajak para pendukungnya memberikan suara,” ujar Orapin.

Sekitar 450 petugas kepolisian termasuk 150 polisi jalan raya akan diterjunkan untuk mengamankan aksi hari ini.

BANGKOK POST I REUTERS I MARIA RITA

Berita terkait

Lupakan Kekalahan dari Thailand, Timnas Indonesia Bidik Filipina

18 November 2018

Lupakan Kekalahan dari Thailand, Timnas Indonesia Bidik Filipina

Timnas Indonesia sekarang fokus pada pertandingan terakhir Piala AFF 2018 melawan Filipina di Jakarta pada 25 November mendatang.

Baca Selengkapnya

110 Ribu Orang Hadiri Kremasi Raja Thailand, Bhumibol Hari Ini

26 Oktober 2017

110 Ribu Orang Hadiri Kremasi Raja Thailand, Bhumibol Hari Ini

Sekitar 110 ribu orang diizinkan memasuki area dekat jenazah Raja Thailand, Bhumibol Adulyadej yang akan dikremasi hari ini.

Baca Selengkapnya

Thaksin Tweet 'Tirani' Montesquieu Kritik Junta Militer Thailand  

30 Agustus 2017

Thaksin Tweet 'Tirani' Montesquieu Kritik Junta Militer Thailand  

Thaksin Shinawatra, eks Perdana Menteri Thailand meng-tweet ucapan Montesquieu tentang tirani untuk mengkritik junta militer.

Baca Selengkapnya

Yingluck Lari ke Dubai Bergabung dengan Thaksin, Abangnya  

27 Agustus 2017

Yingluck Lari ke Dubai Bergabung dengan Thaksin, Abangnya  

Yingluck Shinawatra, eks Perdana Menteri Thailand, terbang ke Singapura lalu ke Dubai, negara tempat Thaksin, abangnya tinggal sebagai eksil.

Baca Selengkapnya

Hebat, Nenek 91 Tahun Raih Gelar Sarjana di Thailand

11 Agustus 2017

Hebat, Nenek 91 Tahun Raih Gelar Sarjana di Thailand

Kimlan Jinakul, nenek asal Thailand meraih gelar sarjana ekologi dari Universitas Terbuka Sukhothai Thammathirat

Baca Selengkapnya

UU Baru Disahkan, Raja Thailand Kuasai Warisan Rp 399,2 Triliun

20 Juli 2017

UU Baru Disahkan, Raja Thailand Kuasai Warisan Rp 399,2 Triliun

Raja Thailand kini menguasai penuh warisan kerajaan itu, menyusul pemerintah mengesahkan sebuah undang-undang baru.

Baca Selengkapnya

Hina Kerajaan Thailand di Facebook, Pria Ini Dipenjara 35 Tahun

11 Juni 2017

Hina Kerajaan Thailand di Facebook, Pria Ini Dipenjara 35 Tahun

Wichai, 34 tahun, asal Thailand, harus menjalani hukuman 35 tahun karena unggahannya di Facebook dianggap menghina keluarga Kerajaan Thailand.

Baca Selengkapnya

Karena Video Tato Vajilalongkorn, Thailand Ancam Adili Facebook

16 Mei 2017

Karena Video Tato Vajilalongkorn, Thailand Ancam Adili Facebook

Pemerintah Kerajaan Thailand mengancam akan mengadili Facebook jika tidak menghapus video yang menampilkan tubuh bertato Raja Maha Vajiralongkorn

Baca Selengkapnya

FB Blokir Video Raja Thailand, Vajiralongkorn Seliweran, Bertato  

11 Mei 2017

FB Blokir Video Raja Thailand, Vajiralongkorn Seliweran, Bertato  

FB memblokir video yang menunjukkan Raja Thailand, Vajiralongkorn, berseliweran di pusat belanjadengan mengenakan kaus dan tubuh bertato.

Baca Selengkapnya

Anggap Dirinya Kebal, Dukun Ini Tewas Saat Atraksi

28 April 2017

Anggap Dirinya Kebal, Dukun Ini Tewas Saat Atraksi

Seorang dukun di wilayah Chieng Mai, Thailand, tewas setelah ia sengaja menikam jantungnya sendiri karena menganggap dirinya kebal.

Baca Selengkapnya