Utusan PBB Nilai Pemilu Burma Tak Bisa Dipercaya

Reporter

Editor

Senin, 15 Maret 2010 23:55 WIB

TEMPO Interaktif, Jenewa - Pemilihan Umum yang akan digelar junta militer Burma tahun ini dinilai kurang bisa dipercaya. Menurut utusan Perserikatan Bangsa-Bangsa, hal tersebut disebabkan peraturan dalam pemilihan umum melanggar hak asasi manusia.

Utusan Khusus PBB untuk kasus hak asasi manusia di Burma, Tomas Ojea Quintana, mengatakan peraturan-peraturan yang baru dikeluarkan junta melanggar hak asasi manusia karena melarang tahanan politik berpartisipasi.

Ojea Quintana mengatakan tidak ada indikasi junta berniat melepaskan para tahanan politik, yang diperkirakan jumlahnya lebih dari 2.100 orang, atau memberikan kebebasan asasi untuk berekspresi atau berkumpul.

“Dengan kondisi seperti itu, pemilihan umum di Burma tidak bisa dianggap kredibel,” ujar Ojea Quintana dalam jumpa pers usai presentasi di hadapan Dewan Hak Asasi Manusia PBB.

Dengan peraturan tersebut, peraih Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi tidak bisa ikut memilih. Partai Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), memenangkan pemilihan umum pada 1990. Akan tetapi, junta mengabaikan hasil tersebut dan membatalkannya pada Kamis lalu.

REUTERS| KODRAT SETIAWAN

Berita terkait

Ular Piton Betina Terbesar Ditemukan di Florida Amerika

9 April 2019

Ular Piton Betina Terbesar Ditemukan di Florida Amerika

Ular piton betina ini memiliki panjang lebih dari lima meter dengan bobot lebih dari 63 kilogram di temukan di Florida, Amerika Serikat.

Baca Selengkapnya

Hentikan Ujaran Kebencian, Facebook Hapus Fitur Bahasa Burma

8 September 2018

Hentikan Ujaran Kebencian, Facebook Hapus Fitur Bahasa Burma

Facebook menghapus fitur terjemahan bahasa Burma untuk mengatasi ujaran kebencian terhadap suku Rohingya di Myanmar

Baca Selengkapnya

16 Koran Non-Pemerintah Akan Beredar di Burma

2 April 2013

16 Koran Non-Pemerintah Akan Beredar di Burma

Pada 1964, sejumlah media massa swasta, berbahasa Inggris atau lokal, ditutup paksa oleh militer.

Baca Selengkapnya

PMI-OKI Gagas Bantuan untuk Rohingya  

3 Desember 2012

PMI-OKI Gagas Bantuan untuk Rohingya  

Menurut Kalla, bantuan PMI-OKI untuk warga Rohingya bisa bermacam-macam sesuai kebutuhan.

Baca Selengkapnya

Singgah ke Amerika, Suu Kyi Ceramah di Universitas  

17 September 2012

Singgah ke Amerika, Suu Kyi Ceramah di Universitas  

Aung San Suu Kyi akan jadi pembicara di Universitas Yale dan Louisville. Kunjungannya ke Amerika untuk menjelaskan kondisi politik Burma.

Baca Selengkapnya

Era Sensor Media di Burma Berakhir

20 Agustus 2012

Era Sensor Media di Burma Berakhir

Pemerintah Myanmar menghapus penyensoran atas media. Apa komentar pekerja media?

Baca Selengkapnya

Bantu Rohingya, PMI Berangkat ke Myanmar

18 Agustus 2012

Bantu Rohingya, PMI Berangkat ke Myanmar

PMI juga akan mengajak palang merah dari negara-negara Islam ke Myanmar.

Baca Selengkapnya

Menlu: Indonesia Punya Pengalaman Soal Rohingya  

18 Agustus 2012

Menlu: Indonesia Punya Pengalaman Soal Rohingya  

Indonesia memahami kesulitan Myanmar menyelesaikan konflik Rohingya.

Baca Selengkapnya

Asean Siap Bantu Myanmar Soal Rohingya  

18 Agustus 2012

Asean Siap Bantu Myanmar Soal Rohingya  

Selama ini, warga Rohingya yang minoritas memang kerap jadi korban perlakuan diskriminatif.

Baca Selengkapnya

KTT OKI Diminta Cari Solusi untuk Rohingya  

29 Juli 2012

KTT OKI Diminta Cari Solusi untuk Rohingya  

Desakan ini datang dari Tunisia dan didukung sejumlah negara Arab.

Baca Selengkapnya