Teheran Pamer Rudal Balistik Hipersonik, AS Jatuhkan Sanksi ke China dan Iran

Reporter

Tempo.co

Editor

Yudono Yanuar

Rabu, 7 Juni 2023 08:00 WIB

Rudal balistik hipersonik baru yang disebut "Fattah" dengan jangkauan 1400 km, diluncurkan oleh Iran, terlihat di Teheran, Iran, 6 Juni 2023. IRGC/WANA (West Asia News Agency)/Handout via REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Amerika Serikat memberlakukan sanksi terhadap lebih dari selusin orang dan entitas di China, Hong Kong dan Iran, termasuk atase pertahanan Iran di Beijing, atas tuduhan mereka membantu pengadaan suku cadang dan teknologi pengembangan rudal balistik Iran.

Sebelumnya, kantor berita resmi IRNA melaporkan bahwa Iran telah mempresentasikan apa yang digambarkan oleh para pejabat sebagai rudal balistik hipersonik Fattah buatan dalam negeri pertama, sebuah pengumuman yang kemungkinan akan meningkatkan kekhawatiran Barat tentang kemampuan rudal Teheran.

“Amerika Serikat akan terus menargetkan jaringan pengadaan transnasional ilegal yang secara diam-diam mendukung produksi rudal balistik Iran dan program militer lainnya,” kata Wakil Menteri Keuangan untuk Terorisme dan Intelijen Keuangan, Brian Nelson, dalam sebuah pernyataan, Selasa, 6 Juni 2023.

Washington menjatuhkan sanksi ekstensif terhadap Iran selama bertahun-tahun, termasuk atas program rudal nuklir dan balistiknya dan tuduhan pelanggaran hak asasi manusia.

Pernyataan Departemen Keuangan menuduh atase pertahanan Iran di Beijing, Davoud Damghani, mengoordinasikan pengadaan terkait militer dari China untuk pengguna akhir Iran, termasuk anak perusahaan dari Kementerian Pertahanan dan Logistik Angkatan Bersenjata Iran MODAFL.

Washington menargetkan penjualan centrifuge ke Parchin Chemical Industries (PCI), penjualan logam penggunaan ganda ke perantaranya, P.B. Sadr, dan pengadaan elektronik MODAFL dalam aksi Selasa, menurut pernyataan itu. Baik PCI maupun P.B. Sadr sebelumnya sudah terkena sanksi oleh Amerika Serikat.

Belum ada tanggapan China dan Iran atas sanksi baru AS itu.

Advertising
Advertising

China dan Iran pada Maret 2021 menandatangani perjanjian kerja sama 25 tahun untuk memperkuat aliansi ekonomi dan politik mereka yang telah berlangsung lama. China menjadi pembeli utama minyak Iran meskipun ada sanksi AS yang dirancang untuk menghentikan ekspor ini.

Di antara mereka yang menjadi sasaran adalah Zhejiang Qingji Ind Co, Ltd yang berbasis di China, yang dituduh Departemen Keuangan menjual sentrifugal dan peralatan serta layanan lain senilai ratusan ribu dolar ke PCI dengan P.B. Sadr sebagai perantara.

REUTER

PILIHAN EDITOR Top 3 Dunia: Prabowo Dipanggil Jokowi, Perang Dunia III, Bendungan Ukraina Jebol

Berita terkait

Top 3 Dunia: Jusuf Kalla Bertemu Hamas Hingga AS-Israel Diduga Langgar Hukum Internasional

6 jam lalu

Top 3 Dunia: Jusuf Kalla Bertemu Hamas Hingga AS-Israel Diduga Langgar Hukum Internasional

Berita Top 3 Dunia pada Selasa 7 Mei 2024 diawali oleh kabar Ketua Umum PMI Jusuf Kalla meminta kelompok Palestina Hamas untuk bersatu dengan Fatah

Baca Selengkapnya

Polisi New York Tangkap Demonstran Pro-Palestina di Dekat Acara Met Gala

14 jam lalu

Polisi New York Tangkap Demonstran Pro-Palestina di Dekat Acara Met Gala

Pengunjuk rasa pro-Palestina mengadakan protes di sekitar acara mode bergengsi Met Gala di Museum Seni Metropolitan, New York.

Baca Selengkapnya

Bintang Film Dewasa Stormy Daniels Dijadwalkan Bersaksi dalam Sidang Donald Trump

15 jam lalu

Bintang Film Dewasa Stormy Daniels Dijadwalkan Bersaksi dalam Sidang Donald Trump

Stormy Daniels, bintang film dewasa yang menjadi pusat persidangan uang tutup mulut mantan presiden Donald Trump, akan bersaksi

Baca Selengkapnya

Tragedi Penembakan di Pesta Remaja Buffalo AS Tewaskan Seorang Remaja Putri dan Lukai 5 Lainnya

16 jam lalu

Tragedi Penembakan di Pesta Remaja Buffalo AS Tewaskan Seorang Remaja Putri dan Lukai 5 Lainnya

Lagi-lagi terjadi penembakan di Amerika Serikat, kali ini terjadi di Buffalo yang menewaskan seorang remaja putri dan melukai lima orang lainnya.

Baca Selengkapnya

Jumlah Kematian Akibat Senjata Api di Amerika Serikat Capai Rekor Tertinggi

16 jam lalu

Jumlah Kematian Akibat Senjata Api di Amerika Serikat Capai Rekor Tertinggi

Amerika Serikat tengah menjadi sorotan pasca-penembakan terbaru di Buffalo dan legalisasi senjata api di Tennessee. Bagaimana fakta-faktanya?

Baca Selengkapnya

12 Senator AS Ancam Sanksi Pejabat ICC dan Anggota Keluarga Jika Perintahkan Tangkap Netanyahu

17 jam lalu

12 Senator AS Ancam Sanksi Pejabat ICC dan Anggota Keluarga Jika Perintahkan Tangkap Netanyahu

12 senator AS mengancam akan menjatuhkan sanksi terhadap ICC jika menerbitkan perintah penangkapan terhadap perdana menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Baca Selengkapnya

Jika Lolos Olimpiade Paris 2024, Timnas Indonesia Satu Grup dengan Prancis, AS, dan Selandia Baru

18 jam lalu

Jika Lolos Olimpiade Paris 2024, Timnas Indonesia Satu Grup dengan Prancis, AS, dan Selandia Baru

Timnas Indonesia akan satu grup dengan tuan rumah Prancis, Amerika Serikat, dan Selandia Baru bila lolos Olimpiade Paris 2024.

Baca Selengkapnya

Militer Israel Ambil Kendali Penyeberangan Rafah dari Gaza ke Mesir

18 jam lalu

Militer Israel Ambil Kendali Penyeberangan Rafah dari Gaza ke Mesir

Militer Israel mengambil kendali atas perbatasan Rafah antara Gaza dan Mesir

Baca Selengkapnya

Belgia akan Dukung Resolusi Pengakuan Palestina Jadi Anggota Penuh PBB

19 jam lalu

Belgia akan Dukung Resolusi Pengakuan Palestina Jadi Anggota Penuh PBB

Menlu Belgia Hadja Lahbib mengatakan negaranya akan mendukung resolusi yang mengakui Palestina sebagai anggota penuh PBB

Baca Selengkapnya

Sekelompok Hakim AS Konservatif Tolak Pekerjakan Lulusan Universitas Columbia Pro-Palestina

19 jam lalu

Sekelompok Hakim AS Konservatif Tolak Pekerjakan Lulusan Universitas Columbia Pro-Palestina

Tiga belas orang hakim federal konservatif di AS memboikot lulusan Universitas Columbia karena protes pro-Palestina.

Baca Selengkapnya