241 Ribu Orang Tewas Sejak Amerika Serikat Perangi Taliban

Minggu, 22 Agustus 2021 16:20 WIB

Orang-orang berkumpul di luar bandara bereaksi terhadap tembakan, di Kabul, Afganistan 18 Agustus 2021 dalam gambar yang diambil dari video.[ASVAKA NEWS via REUTERS]

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat telah menginvasi Afganistan sejak 20 tahun lalu untuk memerangi kelompok Taliban. Sejak saat itu ratusan ribu orang baik warga sipil maupun tentara harus meregang nyawa.

Penelitian The Watson Institute for International and Public Affairs, seperti dikutip dari laman watson.brown.edu, menunjukkan jumlah korban tewas sejak Oktober 2001 hingga April 2021 antara 238-241 ribu jiwa. Hal ini terjadi baik di Afganistan maupun Pakistan yang menjadi tempat operasi militer Amerika Serikat dalam memburu Taliban.

Angka-angka ini tidak termasuk kematian yang disebabkan oleh penyakit, hilangnya akses ke makanan, air, infrastruktur, dan/atau akibat tidak langsung lainnya dari perang.

Advertising
Advertising

Secara rinci, jumlah prajurit AS yang tewas dalam 20 tahun peperangan melawan Taliban sekitar 2.442 jiwa. Adapun korban jiwa di kubu musuh Amerika Serikat mencapai 84.191 orang.

Jumlah tentara Afganistan dan polisi nasional yang tewas sekitar 66-69 ribu orang. Sedangkan warga sipil Afganistan yang terbunuh sekitar 47.245 orang.

Temuan ini tidak jauh beda dengan laporan washingtonpost.com yang menyatakan sebanyak 2.352 prajurit AS tewas selama 20 tahun operasi militer. Begitupula dengan laporan dari Inspektur Jenderal Khusus AS untuk Rekonstruksi Afghanistan atau SIGAR yang menyebut 2.443 prajurit AS gugur.

Penelitian The Watson Institute juga menunjukkan Amerika Serikat telah menghabiskan US$ 2,26 triliun atau Rp 31.600 triliun (kurs Rp 14 ribu) untuk memerangi Taliban, yang mencakup operasi di Afganistan dan Pakistan.

Berdasarkan rinciannya, sekitar US$ 933 triliun digunakan oleh Kementerian Pertahanan, US$ 59 triliun untuk Kementerian Luar Negeri, US$ 443 triliun untuk pangkalan perang, US$ 296 triliun untuk perawatan prajurit, dan utang sebesar USS 530 triliun.

Jumlah tersebut setara dengan membagikan sekitar Rp 116 juta bagi 271 juta penduduk Indonesia.

Ongkos yang dikeluarkan Amerika untuk memerangi Taliban selama 20 tahun diperkirakan lebih besar. Pasalnya angka tersebut belum termasuk dana untuk perawatan seumur hidup bagi para veteran perang Afganistan ini dan pembayaran bunga di masa depan atas uang yang dipinjam untuk mendanai perang.

GERIN RIO PRANATA

Baca juga:

20 Tahun Perangi Taliban, Amerika Serikat Habiskan Rp 31 Ribu Triliun

Berita terkait

Mahasiswa Irlandia Berkemah di Trinity College Dublin untuk Protes Pro-Palestina

9 jam lalu

Mahasiswa Irlandia Berkemah di Trinity College Dublin untuk Protes Pro-Palestina

Mahasiswa Irlandia mendirikan perkemahan di Trinity College Dublin untuk memprotes serangan Israel di Gaza.

Baca Selengkapnya

AS: Israel Belum Sampaikan Rencana Komprehensif Soal Invasi Rafah

21 jam lalu

AS: Israel Belum Sampaikan Rencana Komprehensif Soal Invasi Rafah

Israel belum menyampaikan kepada pemerintahan Presiden Amerika Serikat Joe Biden ihwal "rencana komprehensif" untuk melakukan invasi terhadap Rafah.

Baca Selengkapnya

Menlu India Tak Terima Komentar Joe Biden tentang Xenofobia

1 hari lalu

Menlu India Tak Terima Komentar Joe Biden tentang Xenofobia

Menteri Luar Negeri India menolak komentar Presiden AS Joe Biden bahwa xenofobia menjadi faktor yang menghambat pertumbuhan ekonomi negaranya.

Baca Selengkapnya

Kronologi Pemberangusan Demo Mahasiswa Amerika Pro-Palestina

1 hari lalu

Kronologi Pemberangusan Demo Mahasiswa Amerika Pro-Palestina

Kepolisian Los Angeles mengkonfirmasi bahwa lebih dari 200 orang ditangkap di LA dalam gejolak demo mahasiswa bela Palestina. Bagaimana kronologinya?

Baca Selengkapnya

Hamas: Netanyahu Berusaha Gagalkan Kesepakatan Gencatan Senjata di Gaza

1 hari lalu

Hamas: Netanyahu Berusaha Gagalkan Kesepakatan Gencatan Senjata di Gaza

Pejabat senior Hamas mengatakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berupaya menggagalkan kesepakatan gencatan senjata di Gaza.

Baca Selengkapnya

Israel Berencana Usir Warga Palestina dari Rafah ke Pantai Gaza

1 hari lalu

Israel Berencana Usir Warga Palestina dari Rafah ke Pantai Gaza

Israel berencana mengusir warga Palestina keluar dari Kota Rafah di selatan Gaza ke sebidang tanah kecil di sepanjang pantai Gaza

Baca Selengkapnya

Detektif Swasta Israel Ditangkap di London, Dicari AS atas Dugaan Peretasan

1 hari lalu

Detektif Swasta Israel Ditangkap di London, Dicari AS atas Dugaan Peretasan

Seorang detektif swasta Israel yang dicari oleh Amerika Serikat, ditangkap di London atas tuduhan spionase dunia maya

Baca Selengkapnya

Belgia Kecam Intimidasi Israel dan AS terhadap ICC

1 hari lalu

Belgia Kecam Intimidasi Israel dan AS terhadap ICC

Kementerian Luar Negeri Belgia mengatakan pihaknya "mengutuk segala ancaman dan tindakan intimidasi" terhadap Pengadilan Kriminal Internasional (ICC)

Baca Selengkapnya

Hamas dan CIA Bahas Gencatan Senjata Gaza di Kairo

1 hari lalu

Hamas dan CIA Bahas Gencatan Senjata Gaza di Kairo

Para pejabat Hamas dan CIA dijadwalkan bertemu dengan mediator Mesir di Kairo untuk merundingkan gencatan senjata di Gaza.

Baca Selengkapnya

Kanada Tuntut Tiga Tersangka Pembunuhan Pemimpin Sikh, Diduga Terkait India

1 hari lalu

Kanada Tuntut Tiga Tersangka Pembunuhan Pemimpin Sikh, Diduga Terkait India

Polisi Kanada pada Jumat menangkap dan mendakwa tiga pria India atas pembunuhan pemimpin separatis Sikh Hardeep Singh Nijjar tahun lalu.

Baca Selengkapnya