Jovenel Moise Dibunuh, Posisi Presiden Haiti Jadi Rebutan Kepala Senat dan PM?

Sabtu, 10 Juli 2021 16:30 WIB

Presiden Haiti Jovenel Moise berbicara selama upacara penobatan komite penasihat independen untuk penyusunan konstitusi baru di Istana Nasional di Port-au-Prince, Haiti 30 Oktober 2020. [REUTERS/Andres Martinez Casares/File Photo]

TEMPO.CO, Jakarta - Siapa yang akan menggantikan Jovenel Moise, yang tewas dibunuh, sebagai Presiden Haiti berikutnya menjadi pertanyaan. Walau utusan khusus PBB untuk Haiti Helen La Lime sudah menunjuk Perdana Menteri Claude Joseph sebagai kepala negara yang baru, hal itu hanya bersifat sementara.

Menurut laporan Reuters, indikasi perebutan kekuasaan mulai ada. Senat Haiti, pada Jumat kemarin, mengklaim sebagai pihak yang bisa menentukan siapa pengganti Moise. Mereka mencalonkan Kepala Senat Joseph Lambert sebagai Presiden Haiti yang baru.

Lambert tidak menyangkal bahwa ada dukungan kepada dirinya untuk menjadi presiden yang baru. Bahkan, kata ia, ada juga desakan dari Senat untuk melengserkan Claude Joseph dari posisi Perdana Menteri. Jika perubahan-perubahan itu terjadi, Lambert mengatakan bakal ada pemberitahuan besar-besaran.

"Sekretariat Senat akan memberikan nota ke entitas nasional, internasional, dan juga Direktur Jenderal Kepolisian serta Kementerian Luar Negeri. Dengan begitu, seluruh kedutaan yang terdaftar di Haiti mendapat informasi tersebut," ujar Lambert, Sabtu, 10 Juli 2021.

Sejauh ini, figur yang digadang-gadangkan bakal menggantikan Claude Joseph sebagai PM adalah politisi Ariel Henry. Pekan ini, sebelum meninggal, Jovenel Moise sudah menunjuk Henry untuk membentuk pemerintah gabungan, namun ia belum sempat disumpah. Henry pun dikabarkan merasa Joseph bukan plt kepala negara yang sah.

Di pemerintahan, para pejabat negara konsisten menyatakan Claude Joseph lah Presiden Haiti yang baru. Walau begitu, Joseph hanya akan mengisi posisi tersebut selama kurang lebih 2,5 bulan sesuai arahan PBB.

"Claude Joseph akan memegang posisi tersebut hingga Pemilu Presiden Haiti yang akan digelar pada 26 September nanti," ujar Menteri Pemilu Haiti, Mathias Pierre.

Politisi oposisi, Andre Michel, menyatakan kekosongan kekuasaan akibat pembunuhan Jovenel Moise adalah hal baru bagi Haiti. Sebelumnya, kata ia, Haiti tidak pernah mengalami situasi serupa dan hal itulah yang berpotensi menyebabkan ketegangan di kemudian hari.

"Pembunuhan tersebut...telah memicu kekosongan politis dan institusional pada tingkat tertinggi di Haiti. Tidak ada ketentuan konstitusi yang mengatar situasi ini," ujar Michel.

Baca juga: Fakta Pembunuhan Presiden Haiti: Tewas Ditembak 12 Kali, Anak Sembunyi di Kamar

ISTMAN MP | REUTERS

Berita terkait

Pengakuan Palestina sebagai Negara Berdaulat akan Jadi Pukulan Telak bagi Israel

1 hari lalu

Pengakuan Palestina sebagai Negara Berdaulat akan Jadi Pukulan Telak bagi Israel

Menteri Luar Negeri Turkiye sangat yakin pengakuan banyak negara terhadap Palestina sebagai sebuah negara akan menjadi pukulan telak bagi Israel

Baca Selengkapnya

Delegasi PBB Evakuasi Pasien dari Rumah Sakit di Gaza Utara

2 hari lalu

Delegasi PBB Evakuasi Pasien dari Rumah Sakit di Gaza Utara

Delegasi PBB mengevakuasi sejumlah pasien dan korban luka dari Rumah Sakit Kamal Adwan di Jalur Gaza utara

Baca Selengkapnya

Hamas: Netanyahu Berusaha Gagalkan Kesepakatan Gencatan Senjata di Gaza

2 hari lalu

Hamas: Netanyahu Berusaha Gagalkan Kesepakatan Gencatan Senjata di Gaza

Pejabat senior Hamas mengatakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berupaya menggagalkan kesepakatan gencatan senjata di Gaza.

Baca Selengkapnya

WHO: Rencana Darurat Tak Bisa Cegah Kematian jika Israel Lakukan Serangan Darat di Rafah

3 hari lalu

WHO: Rencana Darurat Tak Bisa Cegah Kematian jika Israel Lakukan Serangan Darat di Rafah

WHO mengatakan tidak ada rencana darurat yang dapat mencegah "tambahan angka kematian" di Rafah jika Israel menjalankan operasi militernya di sana.

Baca Selengkapnya

Palestina: Tidak Ada Guna Membahas Gaza di PBB

3 hari lalu

Palestina: Tidak Ada Guna Membahas Gaza di PBB

Dubes Palestina untuk Austria menilai upaya membahas Gaza pada forum PBB tidak akan berdampak pada kebijakan AS dan Eropa yang mendanai genosida.

Baca Selengkapnya

PBB: Serangan Terbaru Israel Bisa Hapus 44 Tahun Pembangunan Manusia di Gaza

3 hari lalu

PBB: Serangan Terbaru Israel Bisa Hapus 44 Tahun Pembangunan Manusia di Gaza

Jika perang terus berlanjut selama sembilan bulan, kemajuan yang dicapai selama 44 tahun akan musnah. Kondisi itu akan membuat Gaza kembali ke 1980

Baca Selengkapnya

Tema World Water Forum ke-10 Sejalan dengan Target UNICEF, Kelangkaan Air jadi Isu Krusial

3 hari lalu

Tema World Water Forum ke-10 Sejalan dengan Target UNICEF, Kelangkaan Air jadi Isu Krusial

Tema World Water Forum ke-10 di Bali berkaitan dengan sejumlah tujuan UNICEF. Salah satunya soal akses air bersih untuk anak-anak di daerah.

Baca Selengkapnya

PBB: Kehancuran Bangunan di Gaza Terburuk Sejak PD II, Butuh Biaya Rekonstruksi Hingga US$40 Miliar

3 hari lalu

PBB: Kehancuran Bangunan di Gaza Terburuk Sejak PD II, Butuh Biaya Rekonstruksi Hingga US$40 Miliar

PBB melaporkan kehancuran perumahan di Gaza akibat serangan brutal Israel sejak 7 Oktober merupakan yang terburuk sejak Perang Dunia II.

Baca Selengkapnya

PBB: Bantuan ke Gaza Tak Boleh Jadi Alasan Israel Serang Rafah

5 hari lalu

PBB: Bantuan ke Gaza Tak Boleh Jadi Alasan Israel Serang Rafah

Serangan darat Israel ke Rafah berpotensi memperparah penderitaan ratusan ribu warga Palestina yang terpaksa mengungsi ke kota tersebut

Baca Selengkapnya

Ekuador Gugat Meksiko di ICJ karena Beri Suaka Mantan Wakil Presiden

6 hari lalu

Ekuador Gugat Meksiko di ICJ karena Beri Suaka Mantan Wakil Presiden

Meksiko sebelumnya telah mengajukan banding ke ICJ untuk memberikan sanksi kepada Ekuador karena menyerbu kedutaan besarnya di Quito.

Baca Selengkapnya