Obama: Mimpi Amerika Dapat Menjadi Satu

Reporter

Editor

Jumat, 29 Agustus 2008 11:49 WIB

TEMPO Interaktif, Denver, Colorado: Barack Obama hari ini mengatakan kepada warga Amerika bahwa impian mereka akan menjadi satu jika mereka bergabung dalam perang baru untuk perubahan. Hal itu disampaikannya di hari terakhir Konvensi Nasional Partai Demokrat.

Obama, yang menerima nominasi presiden dari Partai Demokrat di hadapan 75 ribu pendukungnya, merupakan calon presiden kulit hitam pertama, 45 tahun setelah Martin Luther King mengobarkan "saya punya satu mimpi" untuk harmoni rasial.

Dengan mengenang long march King 1963 di Washington, Obama mengatakan "orang-orang dari berbagai keyakinan dan warna kulit, dari setiap jalan hidup mendengar bahwa di Amerika nasib kita terkait, bahwa bersama mimpi kita dapat menjadi satu."

"Kita tidak dapat berjalan sendiri. Dan saat kita berjalan, kita harus berjanji bahwa kita senantiasa bersama-sama ke depan. Kita tidak dapat berbalik," ujarnya.

Obama berjanji akan membalikkan badai delapan tahun terakhir dan kegagalan presiden George W. Bush.

Dia merujuk pada rivalnya dari Republik John McCain dengan mengatakan dia tidak mengerti perjuangan warga normal Amerika dan dia seharusnya berhenti mempertanyakan patriotisme Obama.

"Ini bukan karena John McCain tidak peduli. Ini karena John McCain tidak mengerti," kata Obama.

Namun, pihak McCain menolak pidato Obama. "Malam ini Amerika menyaksikan pidato menyesatkan yang sangat ganjil dari Barack Obama," kata juru bicara McCain Tucker Bounds dalam pernyataannya.

"Faktanya tetap, Barack Obama tetap tidak siap menjadi presiden."

Obama menanggapi aspek ketidakmungkinan dirinya jadi presiden dengan mengatakan," Saya menyadari bukan kandidat paling mungkin untuk kantor itu. namun saya berdiri di depan anda malam ini karena semua warga Amerika, sesuatu yang menggerakkan. Apa yang mereka tidak mengerti adalah pemilihan ini bukan tentang saya, ini adalah tentang anda."

"Pada 4 November, kita harus berdiri dan mengatakan delapan tahun sudah cukup," kata Obama.

Sementara itu McCain dikabarkan telah memilih pendampingnya. Isu tersebut diharapkan Republik dapat membendung berita dari Demokrat.

Gubernur Minnesota Tim Pawlenty, mantan calon presiden Republik Mitt Romney dan senator Joseph Lieberman diperkirakan sebagai calon kuat pendamping McCain.

AFP/Erwin Z

Berita terkait

Indonesia Sumbang 1,09 Persen Kasus Covid-19 Dunia

7 Februari 2021

Indonesia Sumbang 1,09 Persen Kasus Covid-19 Dunia

Indonesia saat ini menempati urutan ke-19 kasus sebaran Covid-19 dari 192 negara.

Baca Selengkapnya

Orient Riwu Kore Mengaku Ikut Pilkada Sabu Raijua karena Amanat Orang Tua

6 Februari 2021

Orient Riwu Kore Mengaku Ikut Pilkada Sabu Raijua karena Amanat Orang Tua

Bupati Sabu Raijua terpilih, Orient Riwu Kore, mengungkapkan alasannya mengikuti pemilihan kepala daerah 2020

Baca Selengkapnya

Tidak Lagi Jadi Presiden, Pemakzulan Donald Trump Tak Cukup Kuat

4 Februari 2021

Tidak Lagi Jadi Presiden, Pemakzulan Donald Trump Tak Cukup Kuat

Tim pengacara Donald Trump berkeras Senat tak cukup kuat punya otoritas untuk memakzulkan Trump karena dia sudah meninggalkan jabatan itu.

Baca Selengkapnya

Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ 182 Diminta Tak Teken Release And Discharge

3 Februari 2021

Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ 182 Diminta Tak Teken Release And Discharge

Pengacara keluarga korban Lion Air JT 610 meminta ahli waris korban Sriwijaya Air SJ 182 tidak meneken dokumen release and discharge atau R&D.

Baca Selengkapnya

Krisis Semikonduktor, Senator Amerika Desak Gedung Putih Turun Tangan

3 Februari 2021

Krisis Semikonduktor, Senator Amerika Desak Gedung Putih Turun Tangan

Pada 2019 grup otomotif menyumbang sekitar sepersepuluh dari pasar semikonduktor senilai 429 miliar dolar Amerika Serikat.

Baca Selengkapnya

Amerika Serikat Longgarkan Aturan soal Imigran Suriah

30 Januari 2021

Amerika Serikat Longgarkan Aturan soal Imigran Suriah

Imigran dari Suriah mendapat kelonggaran aturan sehingga mereka bisa tinggal di Amerika Serikat dengan aman sampai September 2022.

Baca Selengkapnya

Tutorial Membuat Bom Ditemukan di Rumah Pelaku Kerusuhan US Capitol

30 Januari 2021

Tutorial Membuat Bom Ditemukan di Rumah Pelaku Kerusuhan US Capitol

Tutorial pembuatan bom ditemukan di rumah anggota kelompok ekstremis Proud Boys, Dominic Pezzola, yang didakwa terlibat dalam kerusuhan US Capitol

Baca Selengkapnya

Amerika Serikat Kecam Pembebasan Pembunuh Jurnalis Oleh Pakistan

29 Januari 2021

Amerika Serikat Kecam Pembebasan Pembunuh Jurnalis Oleh Pakistan

Pemerintah Amerika Serikat mengecam pembebasan pembunuh jurnalis Wall Street, Journal Daniel Pearl, oleh Mahkamah Agung Pakistan.

Baca Selengkapnya

Amerika Serikat Izinkan Pensiunan Dokter Lakukan Vaksinasi Covid-19

29 Januari 2021

Amerika Serikat Izinkan Pensiunan Dokter Lakukan Vaksinasi Covid-19

Pemerintah Amerika Serikat kini mengizinkan dokter dan perawat yang sudah pensiun untuk memberikan suntikan vaksin Covid-19

Baca Selengkapnya

Jenderal Israel Minta Joe Biden Tidak Bawa AS Kembali Ke Perjanjian Nuklir Iran

27 Januari 2021

Jenderal Israel Minta Joe Biden Tidak Bawa AS Kembali Ke Perjanjian Nuklir Iran

Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Letnan Jenderal Aviv Kochavi mengatakan hal yang salah jika AS kembali ke perjanjian nuklir Iran

Baca Selengkapnya