Rusia Diminta Tinggalkan Pelabuhan Georgia

Reporter

Editor

Minggu, 24 Agustus 2008 10:57 WIB

TEMPO Interaktif, Paris:Rusia diminta segera menarik pasukannya dari pelabuhan di Georgia. Imbauan itu dilontarkan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy, yang menjadi broker gencatan senjata antara kedua negara yang tengah bersengketa tersebut.

Untuk memaksimalkan tujuannya Sarkozy sengaja menelpon Presiden Rusia, Dmitry Medvedev. Ia sempat senang ketika pasukan Rusia mundur, tapi kembali berang melihat pasukan masih bertahan di Poti dan Senaki, Selatan Georgia.

Militer Rusia mengatakan bahwa mereka tetap berencana menaruh pasukannya di Poti. Poti adalah pangakala udara utama yang berada di Georgia.

Untuk meredakan situasi, Presiden Rusia Dmitry Medvedev tegah mendiskuksikan poin kelima dari enam poin perjanjian gencatan senjata. Poin itu menyebutkan pasukan Rusia harus kembali ke wilayah sebelum konflik terjadi. Tapi mereka bersikeras menempatkan pasukan perdamaian untuk menjamin keamanan.

Advertising
Advertising

Seperti diberitakan BBC, Minggu (24/8), perjanjian yang ditengahi Sarkozy bersifat samar-samar.

Amerika Serikat, Prancis, dan Inggris mengakan Rusia berencana mempertahankan 2,600 orang tentara perdamaiannya di daerah penyangga sekitar Ossetia Selatan.

Melihat tentara Rusia masih bercokol di wilayahnya, penduduk Georgia sempat mengadakan demonstrasi di luar Poti.

Bagus Wijanarko | BBC

Berita terkait

6 Tuntutan Aksi Mahasiswa Mei 1998, Reformasi Sudah Selesai?

12 Mei 2023

6 Tuntutan Aksi Mahasiswa Mei 1998, Reformasi Sudah Selesai?

Para mahasiswa pada aksi unjuk rasa Mei 1998 menyuarakan 6 tuntutan dalam reformasi. Apakah hari ini sudah selesai?

Baca Selengkapnya

Kesepakatan dengan IMF Alot, Presiden Kais Saied Sebut Tunisia Bukan untuk Dijual

8 April 2023

Kesepakatan dengan IMF Alot, Presiden Kais Saied Sebut Tunisia Bukan untuk Dijual

Presiden Saied menolak pemaksaan lebih jauh dari IMF karena bisa mengarah pada kemiskinan yang lebih lanjut di Tunisia.

Baca Selengkapnya

Peru Terperosok ke Krisis Politik, Unjuk Rasa Berubah Jadi Kerusuhan

14 Desember 2022

Peru Terperosok ke Krisis Politik, Unjuk Rasa Berubah Jadi Kerusuhan

Setidaknya tujuh orang tewas dalam unjuk rasa di Peru akhir pekan lalu saat aksi protes berubah menjadi kerusuhan.

Baca Selengkapnya

Krisis Politik di Myanmar Jadi Sorotan di Pertemuan AMM

5 Agustus 2021

Krisis Politik di Myanmar Jadi Sorotan di Pertemuan AMM

Menteri Luar Negeri RI secara terbuka menyebut isu Myanmar menjadi masalah yang paling banyak di bahas di pertemuan AMM

Baca Selengkapnya

Netanyahu Perkenalkan Kabinet Baru ke Parlemen Israel

18 Mei 2020

Netanyahu Perkenalkan Kabinet Baru ke Parlemen Israel

PM Netanyahu dan rival politik Benny Gantz membentuk koalisi pemerintahan baru bersatu untuk mengakhiri konflik politik berkepanjangan.

Baca Selengkapnya

Krisis Turki, Bagaimana Dampaknya Terhadap Pasar Modal Indonesia?

13 Agustus 2018

Krisis Turki, Bagaimana Dampaknya Terhadap Pasar Modal Indonesia?

Risiko sistemik dikhawatirkan akan mengakibatkan krisis Turki mempengaruhi IHSG.

Baca Selengkapnya

Perludem Sebut Anak Muda Masih Jadi Penonton Politik

25 Maret 2018

Perludem Sebut Anak Muda Masih Jadi Penonton Politik

Perludem pun menilai sistem politik yang ada di Indonesia tak ramah bagi anak muda sehingga mereka sulit terjun di dunia politik.

Baca Selengkapnya

Jokowi: 6 Bulan Terakhir Kita Buang-buang Energi Tidak Berguna

23 Mei 2017

Jokowi: 6 Bulan Terakhir Kita Buang-buang Energi Tidak Berguna

Presiden Jokowi mengatakan, 6-8 bulan ini, energi dihabiskan untuk banyak hal tidak berguna, saling hujat, berdebat, dan membuat suhu politik memanas.

Baca Selengkapnya

SBY: Jika Hanya Pentingkan Stabilitas Politik, Hati-hati  

8 Februari 2017

SBY: Jika Hanya Pentingkan Stabilitas Politik, Hati-hati  

SBY mengatakan pemerintah harus berhati-hati jika negara hanya menekankan aspek stabilitas politik.

Baca Selengkapnya

Analis Politik: Situasi Memanas, Jokowi Harus Lakukan Ini  

2 Februari 2017

Analis Politik: Situasi Memanas, Jokowi Harus Lakukan Ini  

Pertarungan Joko Widodo adalah kepada siapa saja yang berdiri di seberang kepentingan negara dan bangsa.

Baca Selengkapnya