Cerita di Balik Pakistan Larang Pemutaran Film Phantom

Reporter

Editor

Bobby Chandra

Jumat, 21 Agustus 2015 05:09 WIB

Hotel Taj Mahal di Mumbai, India terbakar akibat serangan teroris (27/11). 80 orang tewas dan 200 orang terluka akibat serangan teroris di beberapa tempat di Mumbai.Foto: AFP/ Pal Pilla

TEMPO.CO , Islamabad: Pimpinan militan yang kepalanya dihargai US$ 10 juta memenangkan petisi larangan pemutaran film berjudul Phantom di Pakistan. Hafiz Mohammad Saeed, warga Pakistan yang diduga salah satu dari dalang pengepungan Mumbai pada 2008, itu sebelumnya menuntut larangan pemutaran film Bollywood yang menampilkan dirinya dibunuh kepada pengadilan.

Saeed juga berdalih film tersebut merupakan propaganda India untuk menjelekkan citra Pakistan dan mengancam keselamatan dirinya. Pengacara A.K Dogar, yang mewakili Saeed mengatakan pengadilan memutuskan pelarangan pemutaran film 'Phantom', Kamis, 20 Agustus 2015. Film ”Phantom” diadaptasi dari novel ”Mumbai Avengers” karya S. Hussain Zaidi.

Novel itu sendiri mengisahkan sepak terjang agen rahasia India yang ingin membalas dendam terhadap orang-orang di belakang pengepungan Mumbai selama tiga hari. Pengepungan Mumbai merupangan penyerangan terhadap dua hotel mewah, pusat Yahudi, dan stasiun kereta di pusat perekonomian India.

Tidak seperti di novel yang menggunakan nama samaran bagi mereka yang dituduh merencanakan serangan, 'Phantom' menggunakan nama Saeed dan warga Amerika Serikat David Coleman Headley sebagai karakter. Headley sendiri kini dijatuhi hukuman 35 tahun di penjara AS atas perannya sebagai perencana pengepungan Mumbai.

Film kisah mata-mata India itu menampilkan amarah India terhadap pengepungan Mumbai yang menewaskan 166 orang. Film itu menampilkan ketegangan Pakistan-India, dua negara yang bersaing dalam teknologi nuklir. Pemerintah Amerika dan India menyalahkan kelompok militan Lashkar e-Taiba yang diduga mpenyamaran agensi intelijen Pakistan untuk melaksanakan serangan Mumbai.

Saeed, yang mendirikan Lashkar-e-Taiba, kini menjalankan badan amal Jamaat-ud-Dawa. Menurut pemerintah India, Jamaat merupakan baris pertama Lashkar. Saeed membantah memiliki hubungan dengan militan. Saeed kini hidup bebas di Pakistan dan bebas mengumpulkan massa untuk memimpin protes anti-India. Pemerintah Pakistan pernah menahan Saeed. Namun belakangan Saeed dibebaskan.

Sutradara Kabir Khan sebelumnya mengungkapkan keterkejutannya terhadap petisi itu. "Saya terkejut dan heran, bahwa teroris yang sedang dicari bisa mengajukan petisi," kata Khan seperti dikutip Denver Post, Selasa, 18 Agustus 2015. "Dia orang yang menyebarkan kebencian dan dia menentang film ini, tanpa tahu film ini tentang apa," kata Khan. Phantom tayang perdana pada 28 Agustus di bioskop India.

AP | DENVER POST | PRESS TRUST OF INDIA | AMANDRA MUSTIKA





Baca
EKSKLUSIF: Rizal Ramli Blak-blakan Soal JK dan Jokowi
Diterima di UGM, Calon Dokter Usia 14 Tahun Minta Kado Aneh

Berita terkait

Gara-gara Berbahasa Inggris, Pria India Dikeroyok

15 September 2017

Gara-gara Berbahasa Inggris, Pria India Dikeroyok

Pemuda India bernama Varun Gulati dari Noida dikeroyok 4 pemuda setelah dia erbahasa Inggris dengan temannya.

Baca Selengkapnya

Arkeolog India Sebut Taj Mahal Bangunan Muslim, Bukan Kuil India

31 Agustus 2017

Arkeolog India Sebut Taj Mahal Bangunan Muslim, Bukan Kuil India

Lembaga Survei Arkeologi Agra, India di hadapan pengadilan menyatakan, Taj Mahal merupakan makam megah Muslim, bukan kuil Hindu.

Baca Selengkapnya

Ditolak Puskesmas, Remaja Putri India Melahirkan di Jalan

27 Agustus 2017

Ditolak Puskesmas, Remaja Putri India Melahirkan di Jalan

Remaja India dan bayi perempuannya kemudian dibawa warga sekitar ke puskesmas

Baca Selengkapnya

Kambing Mirip Manusia Kejutkan Penduduk Desa India  

24 Agustus 2017

Kambing Mirip Manusia Kejutkan Penduduk Desa India  

Seekor kambing mirip manusia telah mengejutkan penduduk desa di India

Baca Selengkapnya

Pria Ini Tewas Ditikam Pacar Saat Cekcok Soal Masak Makan Malam

22 Agustus 2017

Pria Ini Tewas Ditikam Pacar Saat Cekcok Soal Masak Makan Malam

Pria ini tewas ditikam kekasihnya setelah cekcok membahas siapa yang harus memasak untuk makan malam.

Baca Selengkapnya

Kecelakaan Kereta Api di India, 23 Penumpang Tewas  

20 Agustus 2017

Kecelakaan Kereta Api di India, 23 Penumpang Tewas  

Sedikitnya 23 orang tewas dan 64 korban lainnya luka-luka setelah kereta api cepat Utkal Express terlempar dari rel di Uttar Pradesh, India.

Baca Selengkapnya

Pewaris Taipan di India Jadi Buruh Miskin? Begini Kisahnya  

19 Agustus 2017

Pewaris Taipan di India Jadi Buruh Miskin? Begini Kisahnya  

Selama sebulan, pewaris usaha berlian di India ini harus bekerja sebagai buruh dengan modal hanya Rp 100 ribu.

Baca Selengkapnya

Ikut Tantangan Game Online, Remaja India Ini Tewas

16 Agustus 2017

Ikut Tantangan Game Online, Remaja India Ini Tewas

Ankan Dey dari India ditemukan keluarganya tewas di kamar mandi di rumah orang tuanya karena diduga terpengaruh game online.

Baca Selengkapnya

Dituduh Penyihir, Wanita India Tewas Disiksa dengan Bara Api

15 Agustus 2017

Dituduh Penyihir, Wanita India Tewas Disiksa dengan Bara Api

Kanya Devi, perempuan India ini disiksa, dicambuk, dipaksa makan tinja hingga harus tidur di atas bara api hingga tewas sehari kemudian

Baca Selengkapnya

Diduga Kekurangan Oksigen, 60 Anak Tewas di Rumah Sakit India

14 Agustus 2017

Diduga Kekurangan Oksigen, 60 Anak Tewas di Rumah Sakit India

Kematian akibat kelalaian medis bukan hal baru di India, tetapi kematian puluhan anak dalam waktu kurang dari sepekan sesuatu yang luar biasa

Baca Selengkapnya