Perlakuan ISIS ke Perempuan dan Anak-anak Yazidi

Reporter

Editor

Rini Kustiani

Kamis, 21 Agustus 2014 03:57 WIB

Relawan dari minoritas Yazidi berlatih memegang senjata dalam pelatihan yang diselenggarakan oleh Kurdish People's Protection Units (YPG) di pangkalan militer Serimli di Qamishli, timur laut perbatasan Suriah-Kurdistan, 16 Agustus 2014. 55 relawan Yazidi dilatih untuk dapat melawan serangan militan ISIS. REUTERS/Youssef Boudlal

TEMPO.CO, Mosul - Seorang perempuan Yazidi berusia 17 tahun, yang menjadi salah satu korban penculikan dari kelompok ISIS melakukan sambungan telepon secara sembunyi kepada keluarganya, pada Ahad 17 Agustus 2014. Perempuan itu mengatakan bahwa ISIS akan menjadikannya budak atau menikah dengan salah satu anggota ISIS.

Perempuan ini diculik dari rumahnya di Mosul. Dia dibawa dengan bus ke penjara selama 3 hari, kemudian dipindahkan ke lokasi yang yang diduga sebagai tempat dia menelepon keluarganya.

Dikutip dari Daily Mail pada Rabu 20 Agustus 2014, ini pertama kalinya ada telewicara yang dilakukan korban penculikan dari penjara milik ISIS. Perempuan ini menceritakan, ada seorang perempuan hamil yang bersamanya mengatakan lebih baik jet tempur datang meledakkan bom di sini dan menyelematkan kami atau membunuh kami semua. Lebih baik mati daripada dipaksa harus hidup dengan kelompok ISIS.

Kekejaman yang dilakukan ISIS terhadap perempuan-perempuan yang mereka culik di antaranya, meminta dokter melakukan tes keperawanan kepada para tahanan untuk memastikan bahwa mereka "layak" untuk para militan. Kemudian pemimpin ISIS menyetujui adanya "Jihad Al Niqah", aturan yang memperbolehkan para militan ISIS memilih perempuan yang dia inginkan untuk jadi budak seks. Perempuan dan anak yang ditahan juga bisa dijual untuk menjadi budak atau didiamkan hingga mati kelaparan.

Berdasarkan laporan dari aktifis Yazidi, para sandera yang diculik oleh ISIS, ditempatkan di penjara, sekolah, masjid, rumah sakit bahkan di rumah pribadi yang berada dibawah kendali ISIS.

Faysal Sherif, 27 tahun, mahasiwa program master di universitas Turki, mengatakan ISIS telah menculik istri dan anaknya. Istrinya yang membawa telepon genggam sempat memberi kabar kepadanya.

Istrinya berujar berada di penjara Telafar selama 12 hari, kemudian dipindahkan ke sebuah sekolah. Mereka harus memilih antara pindah agama atau mati kelaparan. Banyak anak-anak yang diculik menderita dehidrasi dan diare.

Shivan, seorang pejuang Yazidi yang bergabung dengan tentara Irak, melaporkan ISIS menculik 700 orang dari 3 kota. Mereka mengambil perempuan dan anak-anak, dan membunuh semua laki-laki. Mereka yang diculik berada di penjara Talafar, penjara di Badash dan Mosul.

DAILY MAIL | VIQIANSAH DENNIS

Topik terhangat:
ISIS | Pemerasan TKI | Sengketa Pilpres | Pembatasan BBM Subsidi


Berita terpopuler lainnya:
Bandel, Ahok Punya Cara Jebak Uber App/Uber.com
Jokowi Ingin Makan Krupuk, Pengawal Melarang
Prabowo Minta Ibu-ibu Siapkan Dapur Umum

Berita terkait

Prabowo Terima Telepon Menteri Pertahanan AS, Berikut Profil Lloyd Austin

10 hari lalu

Prabowo Terima Telepon Menteri Pertahanan AS, Berikut Profil Lloyd Austin

Presiden terpilih Prabowo Subianto menerima telepon dari Menhan AS. Berikut jenjang karier dan profil Lloyd Austin.

Baca Selengkapnya

Tajikistan Bantah Tudingan Rusia bahwa Ukraina Merekrut Warganya sebagai Tentara Bayaran

29 hari lalu

Tajikistan Bantah Tudingan Rusia bahwa Ukraina Merekrut Warganya sebagai Tentara Bayaran

Tajikistan membantah tuduhan Rusia bahwa kedubes Ukraina di ibu kotanya merekrut warga untuk berperang melawan Rusia

Baca Selengkapnya

Iran Tangkap Anggota ISIS, Diduga Rencanakan Bom Bunuh Diri Menjelang Idul Fitri

30 hari lalu

Iran Tangkap Anggota ISIS, Diduga Rencanakan Bom Bunuh Diri Menjelang Idul Fitri

Polisi Iran telah menangkap beberapa anggota ISIS yang diduga merencanakan aksi bunuh diri menjelang Idul fitri.

Baca Selengkapnya

Rusia Klaim Punya Bukti Nasionalis Ukraina Terhubung dengan Serangan Moskow

38 hari lalu

Rusia Klaim Punya Bukti Nasionalis Ukraina Terhubung dengan Serangan Moskow

Rusia mengatakan menemukan bukti bahwa pelaku yang membunuh lebih dari 140 orang di gedung konser dekat Moskow terkait dengan "nasionalis Ukraina."

Baca Selengkapnya

Rusia Mengaku Tak Percaya ISIS Lakukan Penembakan Moskow

39 hari lalu

Rusia Mengaku Tak Percaya ISIS Lakukan Penembakan Moskow

Rusia menaruh kecurigaan bahwa Ukraina, bersama Amerika Serikat dan Inggris, terlibat dalam penembakan di Moskow.

Baca Selengkapnya

2 Pelaku Penembakan Moskow Bebas Lewat Turki-Rusia, Pejabat Turki: Tak Ada Surat Penangkapan

41 hari lalu

2 Pelaku Penembakan Moskow Bebas Lewat Turki-Rusia, Pejabat Turki: Tak Ada Surat Penangkapan

Warga negara Tajikistan, Rachabalizoda Saidakrami dan Shamsidin Fariduni dapat melakukan perjalanan dengan bebas antara Rusia dan Turki

Baca Selengkapnya

Putin Akui Belum Ada Bukti Keterlibatan Ukraina dalam Serangan Teroris Moskow

41 hari lalu

Putin Akui Belum Ada Bukti Keterlibatan Ukraina dalam Serangan Teroris Moskow

Presiden Rusia Vladimir Putin mengakui bahwa sejauh ini belum ada tanda-tanda keterlibatan Ukraina dalam penembakan di gedung konser Moskow

Baca Selengkapnya

Serangan Moskow Terjadi, Apakah Pengganti KGB telah Kehilangan Tajinya?

41 hari lalu

Serangan Moskow Terjadi, Apakah Pengganti KGB telah Kehilangan Tajinya?

Serangan Moskow menimbulkan pertanyaan tentang ketajaman FSB, pengganti KGB, badan intelijen yang kerap dianggap momok bagi Barat.

Baca Selengkapnya

Macron Sebut Intelijen Prancis Konfirmasi ISIS di Balik Serangan Konser Rusia

42 hari lalu

Macron Sebut Intelijen Prancis Konfirmasi ISIS di Balik Serangan Konser Rusia

Prancis bergabung dengan AS dengan mengatakan bahwa intelijennya mengindikasikan bahwa ISIS bertanggung jawab atas serangan di konser Rusia

Baca Selengkapnya

Rusia Pertanyakan Klaim ISIS sebagai Dalang Serangan: Ini Upaya AS Lindungi Ukraina!

42 hari lalu

Rusia Pertanyakan Klaim ISIS sebagai Dalang Serangan: Ini Upaya AS Lindungi Ukraina!

Rusia menantang pernyataan Amerika Serikat bahwa ISIS menjadi dalang penembakan di sebuah gedung konser di luar Moskow yang menewaskan 137 orang

Baca Selengkapnya