20 Ribu Demonstran Tuntut Pelengseran Yingluck  

Reporter

Minggu, 30 Maret 2014 10:07 WIB

Demonstran anti-pemerintah berunjuk rasa mengikuti pemimpin mereka Suthep Thaugsuban berbaris, di pusat Bangkok, Thailand (27/3). REUTERS/Damir Sagolj

TEMPO.CO, Bangkok - Sekitar 20 ribu pengunjuk rasa anti-pemerintah Thailand kembali turun ke jalan dalam upaya mereka menggulingkan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra, Sabtu, 29 Maret 2014. Ini adalah protes terbesar sejak awal Maret, ketika pengadilan memutuskan bahwa pemilihan umum pada Februari lalu tidak valid. Demonstrasi besar-besaran ini terjadi sehari sebelum agenda pemungutan suara di senat. (Oposisi Thailand Bentuk Pemerintahan Sementara).

Pemimpin demonstran, Suthep Thaugsuban, mengatakan masyarakat Thailand tidak ingin lagi dipimpin oleh rezim penindas. "Kami akan menunjukkan kekuatan rakyat kepada pemerintah," ujar Thaugsuban. "Masyarakat tidak akan menerima hasil pemilihan langsung tanpa adanya reformasi." (Akademisi: Pemerintahan Yingluck Berakhir).

Di Taman Lumpini, distrik bisnis Bangkok, puluhan ribu orang melambai-lambaikan bendera dan meniup peluit. Mereka berjalan ke arah kota tua. "Sebagian besar pendemo melakukan long march dengan damai dan disiplin," kata penasihat keamanan perdana menteri, Paradorn Pattanathabutr. "Seusai serangkaian upacara simbolis, pengunjuk rasa kembali ke basisnya, di Taman Lumpini."

Sedangkan menurut kepolisian setempat, sebuah granat meledak kala pengunjuk rasa melewati kantor Kementerian Luar Negeri. Namun tidak ada yang terluka dalam insiden itu. Tak jelas siapa yang melemparkan granat tersebut.

Thailand mengalami krisis sejak mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra, kakak Yingkuck, digulingkan dalam kudeta 2006. Pada 2008, Thaksin melarikan diri ke Dubai untuk menghindari hukuman penjara karena tuduhan korupsi. Yingluck sendiri telah bertahan dari serbuan demonstran selama lima bulan. Ia mendapat dukungan dari masyarakat pedesaan dan kaum menengah-bawah. (Yingkuck: Tidak Akan Ada Kudeta Militer di Thailand).


DAILY TIMES | ABC | HERALD SCOTLAND | CORNILA DESYANA

Terpopuler:
Pukuli Anak, Pasangan Malaysia Dipenjara di Swedia
Putin Telepon Obama Bahas Ukraina
Dubes Polandia Serahkan Surat Kepercayaan ke ASEAN




Berita terkait

Lupakan Kekalahan dari Thailand, Timnas Indonesia Bidik Filipina

18 November 2018

Lupakan Kekalahan dari Thailand, Timnas Indonesia Bidik Filipina

Timnas Indonesia sekarang fokus pada pertandingan terakhir Piala AFF 2018 melawan Filipina di Jakarta pada 25 November mendatang.

Baca Selengkapnya

110 Ribu Orang Hadiri Kremasi Raja Thailand, Bhumibol Hari Ini

26 Oktober 2017

110 Ribu Orang Hadiri Kremasi Raja Thailand, Bhumibol Hari Ini

Sekitar 110 ribu orang diizinkan memasuki area dekat jenazah Raja Thailand, Bhumibol Adulyadej yang akan dikremasi hari ini.

Baca Selengkapnya

Thaksin Tweet 'Tirani' Montesquieu Kritik Junta Militer Thailand  

30 Agustus 2017

Thaksin Tweet 'Tirani' Montesquieu Kritik Junta Militer Thailand  

Thaksin Shinawatra, eks Perdana Menteri Thailand meng-tweet ucapan Montesquieu tentang tirani untuk mengkritik junta militer.

Baca Selengkapnya

Yingluck Lari ke Dubai Bergabung dengan Thaksin, Abangnya  

27 Agustus 2017

Yingluck Lari ke Dubai Bergabung dengan Thaksin, Abangnya  

Yingluck Shinawatra, eks Perdana Menteri Thailand, terbang ke Singapura lalu ke Dubai, negara tempat Thaksin, abangnya tinggal sebagai eksil.

Baca Selengkapnya

Hebat, Nenek 91 Tahun Raih Gelar Sarjana di Thailand

11 Agustus 2017

Hebat, Nenek 91 Tahun Raih Gelar Sarjana di Thailand

Kimlan Jinakul, nenek asal Thailand meraih gelar sarjana ekologi dari Universitas Terbuka Sukhothai Thammathirat

Baca Selengkapnya

UU Baru Disahkan, Raja Thailand Kuasai Warisan Rp 399,2 Triliun

20 Juli 2017

UU Baru Disahkan, Raja Thailand Kuasai Warisan Rp 399,2 Triliun

Raja Thailand kini menguasai penuh warisan kerajaan itu, menyusul pemerintah mengesahkan sebuah undang-undang baru.

Baca Selengkapnya

Hina Kerajaan Thailand di Facebook, Pria Ini Dipenjara 35 Tahun

11 Juni 2017

Hina Kerajaan Thailand di Facebook, Pria Ini Dipenjara 35 Tahun

Wichai, 34 tahun, asal Thailand, harus menjalani hukuman 35 tahun karena unggahannya di Facebook dianggap menghina keluarga Kerajaan Thailand.

Baca Selengkapnya

Karena Video Tato Vajilalongkorn, Thailand Ancam Adili Facebook

16 Mei 2017

Karena Video Tato Vajilalongkorn, Thailand Ancam Adili Facebook

Pemerintah Kerajaan Thailand mengancam akan mengadili Facebook jika tidak menghapus video yang menampilkan tubuh bertato Raja Maha Vajiralongkorn

Baca Selengkapnya

FB Blokir Video Raja Thailand, Vajiralongkorn Seliweran, Bertato  

11 Mei 2017

FB Blokir Video Raja Thailand, Vajiralongkorn Seliweran, Bertato  

FB memblokir video yang menunjukkan Raja Thailand, Vajiralongkorn, berseliweran di pusat belanjadengan mengenakan kaus dan tubuh bertato.

Baca Selengkapnya

Anggap Dirinya Kebal, Dukun Ini Tewas Saat Atraksi

28 April 2017

Anggap Dirinya Kebal, Dukun Ini Tewas Saat Atraksi

Seorang dukun di wilayah Chieng Mai, Thailand, tewas setelah ia sengaja menikam jantungnya sendiri karena menganggap dirinya kebal.

Baca Selengkapnya