Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Dukungan Negara Palestina Terus Mengalir: Spanyol, Irlandia, dan Norwegia Menjadi Pelopor

image-gnews
PM Spanyol Pedro Sanchez. REUTERS/Clodagh Kilcoyne
PM Spanyol Pedro Sanchez. REUTERS/Clodagh Kilcoyne
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Spanyol, Irlandia, dan Norwegia secara resmi mengakui negara Palestina pada Selasa, 28 Mei 2024. Ketiga negara tersebut berharap keputusan mereka akan mempercepat upaya untuk mencapai gencatan senjata dalam perang Israel melawan Hamas di Gaza. 

Spanyol, Irlandia, dan Norwegia mengakui negara Palestina yang perbatasannya dibatasi seperti sebelum 1967, dengan Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan Palestina.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengatakan Madrid mengakui kesatuan negara Palestina, termasuk Jalur Gaza dan Tepi Barat, di bawah Otoritas Nasional Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

Namun, mereka juga menyadari bahwa perbatasan tersebut dapat berubah jika ada pembicaraan untuk mencapai penyelesaian akhir.

“Ini adalah keputusan bersejarah yang memiliki satu tujuan agar Israel dan Palestina mencapai perdamaian,” kata Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez dalam pidato yang disiarkan televisi sebelum rapat kabinet yang secara resmi akan menyetujui tindakan tersebut.

Selain itu, Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store mengajak untuk tetap menghidupkan solusi politik bagi Israel dan Palestina, yakni dua negara, yang hidup berdampingan dalam perdamaian dan keamanan, di tengah peperangan yang menelan puluhan ribu korban jiwa dan terluka.

“Tidak akan ada perdamaian di Timur Tengah tanpa solusi dua negara. Tidak ada solusi dua negara tanpa adanya negara Palestina. Dengan kata lain, negara Palestina merupakan prasyarat untuk mencapai perdamaian di Timur Tengah,” ujar Store sebagaimana dilansir dari Antara pada Rabu, 22 Mei 2024.

Store mengatakan pengakuan terhadap Palestina mengirimkan pesan yang kuat kepada negara-negara lain untuk mencontoh Norwegia, dan sejumlah negara Eropa lainnya dan mengakui negara Palestina.

Lebih lanjut, Departemen Luar Negeri Irlandia mengatakan akan meningkatkan status kantor perwakilannya di Ramallah, Tepi Barat, menjadi kedutaan dan menunjuk seorang duta besar untuk bertugas di sana.

Dikutip dari Antara, dengan langkah ketiga negara Eropa tersebut, berarti 146 dari 193 negara anggota PBB kini mengakui negara Palestina. Namun hanya segelintir dari 27 anggota Uni Eropa yang melakukan hal tersebut, sebagian besar adalah negara-negara bekas Komunis serta Swedia dan Siprus.

Negara-negara lain mengatakan mereka mempertimbangkan untuk mengikuti langkah serupa, termasuk Inggris, Australia, Malta, dan Slovenia.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Disisi lain, Prancis menilai sekarang bukan waktu yang tepat untuk mengakui negara Palestina, sedangkan Jerman sama seperti sekutu setianya, AS masih bersikeras untuk menolak pendekatan unilateral dan menegaskan bahwa solusi dua negara hanya dapat dicapai melalui dialog.

Sementara itu, keputusan untuk mengakui negara Palestina oleh tiga negara besar Eropa sebagian besar bersifat simbolis, namun hal ini membuat Israel tampak lebih terisolasi di panggung internasional.

Langkah ini juga bisa menjadi signifikan jika, seperti yang diharapkan oleh ketiga negara tersebut, negara-negara lain juga bisa mengikuti pengakuan negara Palestina.

Alon Liel, mantan Direktur Jenderal Kementerian Luar Negeri Israel, mengatakan hal ini mungkin juga berdampak pada opini publik di Israel karena negara-negara ini dipandang oleh banyak orang sebagai teladan diplomatik.

Menanggapi aliran dukungan kepada Palestina tersebut, Israel bereaksi dengan marah dan segera menarik duta besarnya dari ketiga negara tersebut serta memanggil perwakilan mereka di Israel.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pengakuan tersebut secara efektif memberikan penghargaan kepada Hamas, yang memerintah Gaza dan melancarkan serangan pada 7 Oktober terhadap Israel dari basisnya di Gaza, atas kekerasan yang dilakukannya.

Perang di Gaza dipicu pada 7 Oktober ketika militan Hamas menyerbu perbatasan selatan Israel dan melakukan serangan paling berdarah dalam 75 tahun sejarah negara tersebut.

Netanyahu telah berulang kali menolak konsep solusi “dua negara” dan mengatakan pengakuan tersebut tidak akan membawa perdamaian atau mengubah tekadnya untuk memberantas Hamas.

NI KADEK TRISNA CINTYA DEWI I IDA ROSDALINA  I REUTERS I  AL JAZEERA I ANTARA

Pilihan Editor: Indonesia Sambut Keputusan Spanyol, Irlandia, Norwegia Akui Negara Palestina

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Mengapa Israel Terus Menyerang Gaza Ketika Perundingan Gencatan Senjata Berlangsung?

3 jam lalu

Suasana kamp tenda di daerah Al-Mawasi yang hancur pasca serangan Israel di tengah konflik Israel-Hamas, di Khan Younis di selatan Jalur Gaza 13 Juli 2024. REUTERS/Hatem Khaled
Mengapa Israel Terus Menyerang Gaza Ketika Perundingan Gencatan Senjata Berlangsung?

Israel memiliki sejarah dalam menggunakan taktik ini untuk memberikan tekanan kepada lawan-lawannya dan bertindak tanpa hukuman.


Profil Gus Yahya, Ketua PBNU yang Minta Maaf Usai 5 Kadernya Bertemu Presiden Israel

3 jam lalu

Ketua PBNU Yahya Cholil Staquf memberikan sambutan di acara Halalbihalal dan Silaturahmi, Senen, Jakarta, Minggu, 28 April 2024. Ketua PBNU Yahya Cholil mengatakan bahwa NU berpolitik demi kemasalahatan bangsa, dan akan bersama Presiden dan Wakil Presiden terpilih untuk membantu ptogram pemerintah. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Profil Gus Yahya, Ketua PBNU yang Minta Maaf Usai 5 Kadernya Bertemu Presiden Israel

Ketua PBNU Gus Yahya meminta maaf usai lima orang kader NU bertemu dengan Presiden Israel. Ini profil lengkap Gus Yahya.


4 Pernyataan Publik Nahdlatul Ulama Soal 5 Kader Bertemu Presiden Israel

6 jam lalu

Lima warga Nahdliyin bertemu dengan Presiden Israel Isaac Herzog
4 Pernyataan Publik Nahdlatul Ulama Soal 5 Kader Bertemu Presiden Israel

Nahdlatul Ulama akan memberi sanksi kepada salah satu kader yang bertemu dengan Presiden Israel


Dokter Lintas Batas: Rumah Sakit di Gaza Krisis Fasilitas Dasar

6 jam lalu

Seorang pasien Palestina terbaring di tempat tidur di Gereja Baptis di tengah konflik Israel-Hamas, di Kota Gaza, 1 Juli 2024. Gereja St. Philip diubah menjadi klinik lantaran krisis rumah sakit di Gaza akibat tingginya jumlah pasien di tengah serangan Israel. REUTERS/Dawoud Abu Alkas
Dokter Lintas Batas: Rumah Sakit di Gaza Krisis Fasilitas Dasar

Rumah sakit di Jalur Gaza kekurangan fasilitas dasar yang dapat menyebabkan kematian warga lebih banyak setiap detiknya.


Top 3 Dunia: Kota Beirut Termahal di Arab, Pelabuhan Israel Bangkrut

8 jam lalu

Seorang wanita menuliskan nama para korban ledakan pelabuhan 4 Agustus di sejumlah balon dalam upacara untuk memperingati peristiwa tersebut di Beirut, Lebanon, 4 Oktober 2020. Dua ledakan mengguncang Pelabuhan Beirut pada 4 Agustus, menghancurkan sebagian kota dan menewaskan sekitar 190 orang serta melukai sedikitnya 6.000 lainnya. Xinhua/Bilal Jawich
Top 3 Dunia: Kota Beirut Termahal di Arab, Pelabuhan Israel Bangkrut

Top 3 dunia kemarin adalah kota Beirut menjadi kota termahal di Arab, pandangan politik JD Vance hingga pelabuhan Israel bangkrut.


Profil 5 Kader NU yang Bertemu dengan Presiden Israel

9 jam lalu

Konferensi pers PBNU mengenai lima Nahdliyin bertemu Presiden Israel di Kantor PBNU, Jakarta, Selasa, 16 Juli 2024. TEMPO/M Taufan Rengganis
Profil 5 Kader NU yang Bertemu dengan Presiden Israel

Profil lima anggota NU yang bertemu dengan Presiden Israel


Penelusuran Tempo Soal Alamat Organisai Lobi Israel yang Disebut Gus Yahya Catut Nama NU

16 jam lalu

Ketua RT Dede Kusnaedi ketika dikonfirmasi terkait kantor Rahim di wilayahnya, Depok, Rabu, 17 Juli 2024. TEMPO/Ricky Juliansyah
Penelusuran Tempo Soal Alamat Organisai Lobi Israel yang Disebut Gus Yahya Catut Nama NU

Alamat kantor organisasi lobi Israel yang disebut Gus Yahya mencatut nama NU berada di Depok, Jawa Barat. Tempo menelusuri alamat itu.


Militer Israel Lanjutkan Serangan di Gaza

16 jam lalu

Sejumlah pria membawa pengungsi  yang terluka pasca serangan Israel di daerah Al-Mawasi di tengah konflik Israel-Hamas, di Khan Younis di selatan Jalur Gaza 13 Juli 2024. REUTERS/Hatem Khalederah A
Militer Israel Lanjutkan Serangan di Gaza

Militer Israel kembali menghujani wilayah tengah Gaza dengan bom pada Rabu, 17 Juli 2024, termasuk ke Rafah.


Israel Terus Serang Gaza, 81 Orang Tewas dalam 24 Jam Terakhir

17 jam lalu

Warga Palestina membawa putrinya pasca serangan udara Israel pada sebuah sekolah PBB yang menampung para pengungsi, di tengah konflik Israel-Hamas, di Nusairat di Jalur Gaza tengah, 14 Juli 2024. REUTERS/Ramadan Abed
Israel Terus Serang Gaza, 81 Orang Tewas dalam 24 Jam Terakhir

Serangan Israel ke Gaza terus berlangsung. Hingga hari ini, lebih dari 38.000 rakyat Palestina menjadi korban jiwa.


Hizbullah Ancam Serang Permukiman Jika Israel Terus Gempur Lebanon

17 jam lalu

Sekretaris Jenderal Hizbullah Hassan Nasrallah berbicara selama siaran televisi Al-Manar, Lebanon, 5 Januari 2020.[Al-Manar]
Hizbullah Ancam Serang Permukiman Jika Israel Terus Gempur Lebanon

Hizbullah mengancam akan menyerang permukiman Israel. Ancaman ini tak pernah diungkapkan sebelumnya.