Cina Blokir Situs Guardian  

Reporter

Editor

Pruwanto

Kamis, 9 Januari 2014 10:10 WIB

Ilustrasi Pemblokiran Situs Internet. bestofneworleans.com

TEMPO.CO, Beijing - Otoritas Cina secara resmi memblokir akses Internet terhadap situs Guardian. Situs media massa asal Inggris itu diblokir pemerintah dan sebagian besar akses situs tersebut tidak bisa dinikmati masyarakat. Dilansir Guardian, Kamis, 9 Januari 2014, sejumlah pengakses Internet telah mencoba berbagai browser untuk membuka situs berita tersebut, tetapi tak satu pun yang berhasil.

Pemblokiran terhadap situs berita asing bukan hal yang baru di Cina. Sebelumnya, pemerintah secara resmi memblokir akses terhadap situs Internet Bloomberg dan New York Times. Dua situs itu diblokir sejak tahun 2012 lalu. November 2013 lalu, situs Reuters dan Wall Street Journal edisi bahasa Mandarin juga sempat diblokir. Namun, pemerintah Cina mencabut blokir itu sebulan kemudian.

Situs Guardian diblokir sejak kemarin, Rabu, 8 Januari 2014, waktu setempat. Pemerintah Cina awalnya hanya memblokir sebagian akses menuju portal berita tersebut. Pengguna Internet masih bisa mengakses Guardian melalui piranti bergerak mereka, seperti iPad. Begitu juga dengan versi mobile application lain yang masih bisa beroperasi.

Memasukki sore hari, pemerintah pun mulai menerapkan sensor penuh terhadap situs media pimpinan Alan Rusbridger itu. Namun, sejumlah pengakses Internet di Cina menyatakan sensor itu tidak stabil. Kadang sensor bekerja baik, tetapi ada juga yang bisa mengakses halaman muka situs tersebut. “Berbagai cara untuk mengakses situs itu dari Beijing, tapi semua gagal jika tanpa software tertentu,” begitu pernyataan resmi Guardian.

Guardian pun mempertanyakan alasan pemerintah Cina memberlakukan sensor dan blokir terhadap situs mereka. Soalnya, mereka tidak pernah membuat berita apa pun yang terkait dengan Cina selama beberapa waktu belakangan. “Alasan pemblokiran itu juga tidak jelas,” ujar mereka.

Hanya saja mereka mengakui pernah membuat sejumlah berita mengenai perselisihan etnis yang terjadi di Provinsi Xinjiang. Persoalan etnis itu memang merupakan hal yang sensitif bagi pemerintah dan masyarakat Cina. Namun, mereka menyatakan berita itu masih wajar dan tidak menimbulkan persoalan apa pun antara pemerintah, warga Cina dan situs berita tersebut.

Sedangkan juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Hua Chunying, menolak berkomentar soal pemblokiran tersebut. Menurut dia, pemblokiran itu bukan urusan Kementerian Luar Negeri. “Saya baru mendengar hal itu, tapi saya tidak tahu bagaimana kondisinya,” kata dia.

GUARDIAN | NY TIMES | DIMAS SIREGAR

Berita Terpopuler
500 Warga Jepang Sakit Usai Santap Makanan Beku
Sidang Mursi Ditunda hingga 1 Februari
Amerika Serikat Kirim Pasukan dan Tank ke Korsel
Badai Salju, Napi Kembali ke Bui Setelah Kabur
Terjebak Es, Dua Kapal Ini Akhirnya Bebas







Berita terkait

Cina Blokir Whatsapp Menjelang Kongres Akbar Partai Komunis

27 September 2017

Cina Blokir Whatsapp Menjelang Kongres Akbar Partai Komunis

Cina telah memblokir aplikasi pesan WhatsApp?untuk memperketat keamanan menjelang kongres akbar Partai Komunis ke 19 pada awal Oktober mendatang

Baca Selengkapnya

Ajaib, Wanita Cina Melahirkan Sambil Belanja di Pasar  

6 September 2017

Ajaib, Wanita Cina Melahirkan Sambil Belanja di Pasar  

Sebuah rekaman mengejutkan yang menunjukkan bagaimana seorang wanita di Cina melahirkan bayi di jalanan sambil berdiri saat tengah berbelanja.

Baca Selengkapnya

Ingin Jadi Tentara di Cina? Hentikan Hobi Masturbasi

25 Agustus 2017

Ingin Jadi Tentara di Cina? Hentikan Hobi Masturbasi

Kementerian Pertahanan Cina menyebut hobi masturbasi membuat vena testis membesar

Baca Selengkapnya

Cari Pengawal Pribadi di Cina Kini Semudah Cari Taksi Online

24 Agustus 2017

Cari Pengawal Pribadi di Cina Kini Semudah Cari Taksi Online

Aplikasi Jinyiwei memudahkan warga Cina memesan pengawal pribadi semudah memanggil taksi online

Baca Selengkapnya

Kisah Haru Balita Temani Ibunya Jadi Sopir Taksi Malam di Cina

10 Agustus 2017

Kisah Haru Balita Temani Ibunya Jadi Sopir Taksi Malam di Cina

Li Shaoyun, sopir taksi malam, jadi sorotan netizen di Cina karena membawa anak balitanya saat bekerja dari senja hingga subuh sejak tiga tahun lalu.

Baca Selengkapnya

Belajar Sihir, Pejabat Partai Komunis Cina Dipecat  

5 Agustus 2017

Belajar Sihir, Pejabat Partai Komunis Cina Dipecat  

Dua pejabat Partai Komunis Cina dipecat setelah kedapatan berlatih sihir untuk menaikkan pangkat.

Baca Selengkapnya

Latihan Perang Besar-besaran, Cina Tutup Laut Kuning  

5 Agustus 2017

Latihan Perang Besar-besaran, Cina Tutup Laut Kuning  

Latihan perang Cina di dekat pantai Korea Utara diduga pesan untuk Amerika Serikat bahwa Pyongyang di bawah lindungan Beijing.

Baca Selengkapnya

Gagal Capai Target, Staf Penjualan Dipaksa Minum dari Toilet

4 Agustus 2017

Gagal Capai Target, Staf Penjualan Dipaksa Minum dari Toilet

Perekam video yang viral di internet itu sempat ditahan polisi Cina selama empat hari

Baca Selengkapnya

Hindari Utang Rp 49,4 Miliar, Perempuan Cina Sengaja Ubah Wajah  

29 Juli 2017

Hindari Utang Rp 49,4 Miliar, Perempuan Cina Sengaja Ubah Wajah  

Zhu Najuan, 59 tahun, mengubah wajahnya hingga terlihat 20 tahun lebih muda untuk menghindari kejaran polisi.

Baca Selengkapnya

Heboh Panda Disiksa, Netizen Cina Geram

29 Juli 2017

Heboh Panda Disiksa, Netizen Cina Geram

Dalam video yang beredar viral, anggota staf penelitian di Chengdu, Cina terlihat menyeret dan melempar bayi panda

Baca Selengkapnya