Agen Intelijen AS Jual Dokumen Rahasia Militer ke Cina dengan Imbalan Rp 658 Juta

Reporter

Tempo.co

Kamis, 15 Agustus 2024 09:51 WIB

Bendera AS dan Tiongkok terlihat dalam ilustrasi yang diambil, 30 Januari 2023. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo

TEMPO.CO, Jakarta - Amerika Serikat menahan seorang analis intelijen Angkatan Darat, Korbein Schultz, karena menjual rahasia militer negara ke Cina. Ia telah mengaku bersalah atas tuduhan tersebut pada Selasa, 14 Agustus 2024.

Korbein Schultz didakwa pada Maret atas tuduhan mengungkapkan informasi pertahanan nasional, mengekspor artikel pertahanan dan data teknis tanpa lisensi, dan penyuapan pejabat publik. Schultz memegang izin kerahasiaan tingkat tinggi. Ia disebut berkonspirasi dengan seorang yang tinggal di Hong Kong dan dicurigai memiliki hubungan dengan pemerintah Cina, untuk mengumpulkan informasi pertahanan nasional. Informasi yang diberikan termasuk tentang rahasia dan data teknis sistem persenjataan militer AS yang diekspor. Informasi itu ditukar dengan imbalan uang.

"Pemerintah seperti Cina secara agresif menargetkan personel militer dan informasi keamanan nasional. Kami akan melakukan segala daya untuk memastikan bahwa informasi tersebut dilindungi dari pemerintah asing yang menjadi musuh (Cina)," kata Asisten Direktur Eksekutif FBI Robert Wells dalam sebuah pernyataan.

Sebelum ditangkap, dia mengirim lusinan dokumen militer yang sensitif dan dibatasi, namun tidak dirahasiakan. Dokumen yang dikirimkan itu antara lain membahas apa yang dipelajari Angkatan Darat AS dari perang Rusia-Ukraina yang akan diterapkan dalam pertahanan Taiwan. Selain itu dokumen yang berkaitan dengan taktik militer China dan dokumen yang berkaitan dengan satelit militer AS.

Schultz dibayar sekitar US$ 42.000 untuk informasi tersebut. "Dengan bersekongkol untuk mengirimkan informasi pertahanan nasional kepada seseorang yang tinggal di luar Amerika Serikat, terdakwa dengan kejam membahayakan keamanan nasional untuk mendapatkan keuntungan dari kepercayaan yang diberikan militer kepadanya," kata Asisten Jaksa Agung Matthew G. Olsen. Hukuman Schultz akan diputuskan pada 23 Januari tahun depan.

Advertising
Advertising

REUTERS

Pilihan editor: Dewan Keamanan PBB Kecam Serangan Terbaru Israel terhadap Sekolah di Gaza

Berita terkait

Siapakah Hashem Safieddine, Calon Pemimpin Baru Hizbullah?

13 jam lalu

Siapakah Hashem Safieddine, Calon Pemimpin Baru Hizbullah?

Hashem Safieddine adalah sepupu mendiang pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah yang tewas dibunuh Israel

Baca Selengkapnya

Wisata Hong Kong, Makau, dan Cina di Satu Kawasan Greater Bay Area

14 jam lalu

Wisata Hong Kong, Makau, dan Cina di Satu Kawasan Greater Bay Area

Wisatawan Indonesia bisa memasuki wilayah Cina daratan yang masuk kawasan Greater Bay Area lewat Hong Kong, ada kebijakan transit bebas visa.

Baca Selengkapnya

Lil Wayne dan Prestasinya di Dunia Musik Hip Hop

14 jam lalu

Lil Wayne dan Prestasinya di Dunia Musik Hip Hop

Nama penyanyi Lil Wayne di dunia musik Hip Hop tidak diragukan lagi. Ia banyak mendapatkan prestasi dan menginspirasi generasi penyanyi baru.

Baca Selengkapnya

Top 3 Dunia: Persenjataan Nuklir Rusia hingga Israel Tolak Gencatan Senjata di Lebanon

1 hari lalu

Top 3 Dunia: Persenjataan Nuklir Rusia hingga Israel Tolak Gencatan Senjata di Lebanon

Berita Top 3 Dunia pada Jumat 27 September 2024 diawali peringatan Putin bahwa Rusia dapat menggunakan senjata nuklir jika diserang

Baca Selengkapnya

Kunjungi AS, Zelensky Sempatkan Bertemu Donald Trump yang Kerap Kritik Bantuan ke Ukraina

1 hari lalu

Kunjungi AS, Zelensky Sempatkan Bertemu Donald Trump yang Kerap Kritik Bantuan ke Ukraina

Pertemuan ini merupakan sebuah kejutan, mengingat Zelensky sudah bertemu dengan Presiden Joe Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris

Baca Selengkapnya

Israel Menolak Seruan Gencatan Senjata dengan Hizbullah

1 hari lalu

Israel Menolak Seruan Gencatan Senjata dengan Hizbullah

Israel menolak seruan dunia agar mau gencatan senjata dengan Hizbullah di Lebanon. Tel Aviv adalah sekutu dekat Amerika Serikat

Baca Selengkapnya

Recep Tayyip Erdogan Berharap Punya Hubungan Baik dengan Amerika Serikat

2 hari lalu

Recep Tayyip Erdogan Berharap Punya Hubungan Baik dengan Amerika Serikat

Recep Tayyip Erdogan berharap siapapun nanti yang memimpin Amerika Serikat, bisa memperbaiki hubungan kedua negara ke arah yang lebih baik.

Baca Selengkapnya

Respons AS, Jerman, dan Prancis atas Bentrok Berlarut-larut Israel Hizbullah di Lebanon Selatan

2 hari lalu

Respons AS, Jerman, dan Prancis atas Bentrok Berlarut-larut Israel Hizbullah di Lebanon Selatan

Di konflik Israel Hizbullah AS sudah memperingatkan Israel bahwa gempuran itu dapat menggagalkan upaya diplomatik, dan memicu perang kawasan.

Baca Selengkapnya

Diprotes Zionis, Jurnalis Palestina Raih Emmy Awards Berkat Liputan di Tengah Konflik Gaza

2 hari lalu

Diprotes Zionis, Jurnalis Palestina Raih Emmy Awards Berkat Liputan di Tengah Konflik Gaza

Jurnalis Palestina Bisan Atef Owda memenangkan penghargaan Emmy Awards atas proyeknya, "It's Bisan From Gaza and I'm Still Alive"

Baca Selengkapnya

Netanyahu Bantah Terima Proposal Gencatan Senjata Lebanon

2 hari lalu

Netanyahu Bantah Terima Proposal Gencatan Senjata Lebanon

PM Israel Benjamin Netanyahu mengklaim memerintahkan tentara untuk terus menyerang Lebanon dengan kekuatan penuh

Baca Selengkapnya