Jepang Khawatir AS Serang Korea Utara tanpa Koordinasi

Reporter

Budi Riza

Editor

Budi Riza

Minggu, 5 November 2017 11:27 WIB

Presiden AS Donald Trump berjabat tangan dengan PM Jepang, Shinzo Abe saat bertemu di Kasumigaseki Country Club, Kawagoe, Jepang, 5 November 2017. REUTERS/Jonathan Ernst

TEMPO.CO, Jakarta - Tokyo -- Para pejabat tinggi Jepang diam-diam merasa khawatir Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bakal menyerang secara militer rezim Korea Utara tanpa berkoordinasi terlebih dulu dengan negara itu dan Korea Selatan.

Pertemuan PM Shinzo Abe dan Donald Trump pada hari ini dan besok bakal memberikan kesempatan kepada Jepang untuk menanyakan secara langsung soal hal ini.

Baca: Korea Utara Luncurkan Rudal, Berikut Reaksi Presiden Trump

"Di depan publik, Jepang selalu mendukung penuh kebijakan AS bahwa semua opsi ada di atas meja. Tapi para pejabat Jepang sekarang mencurigai AS bakalan menggunakan serangan militer terhadap Korea Utara secara terbatas," kata Tetsuo Kotani, seorang peneliti senior di Japan Institute of International Affairs, yang berbasis di Tokyo.

Baca: Korea Utara: Presiden Donald Trump Deklarasikan Perang

Kim Jong Un mengunjungi sebuah pabrik di Pyongyang, 4 November 2017. Kantor berita Korea Utara (KCNA) merilis foto ini dirilis menjelang kedatangan presiden Amerika Serikat Donald Trump ke Asia. KCNA via Reuters
Ada kesan sejumlah pejabat di pemerintahan Trump mempertimbangkan serangan militer ini secara serius. Ini dilakukan untuk menunjukkan keseriusan Washington dan memaksa Pyongyang ke meja perundingan.
Advertising
Advertising


Uniknya, meskipun Trump dan Abe kerap berkomunikasi secara langsung, sejumlah pejabat Jepang terlihat masih tidak tahu opsi apa yang akan diambil Trump terhadap Korea Utara.


Dalam konferensi pers pada 27 Oktober 2017, Menteri Pertahanan, Itsunori Onodera memperingatkan krisis Korea Utara bakal memburuk pada akhir tahun ini karena waktu semakin habis. Pyongyang diyakini bakal merampungkan pengembangan rudal balistik berhulu ledak nuklir, yang mampu menjangkau wilayah AS.


Onodera mengatakan Trump diperkirakan bakal mengedepankan dialog hingga akhir masa tur Asia selama 12 hari ini. "Tapi jika Korea Utara terus mengembangkan senjata nuklir dan misilnya maka kita harus bersiap-siap mengenai apa yang akan terjadi," kata Onodera.


Seperti diberitakan, Trump menggelar Tur Asia 5 negara selama 12 hari yang dimulai sejak Jepang pada hari ini, lalu Korea Selatan, Cina, Vietnam dan Filipina. Trump akan bermain golf dan dilanjutkan makan malam saat mendarat di Tokyo hari ini, Ahad, 5 Nopember 2017.

Dua isu yang menjadi perhatian utama Trump adalah perdagangan dan perlucutan senjata nuklir Korea Utara.

Berita terkait

Keamanan Google Chrome Kembali Diperbarui Cegah Bug Zero-day

6 Februari 2021

Keamanan Google Chrome Kembali Diperbarui Cegah Bug Zero-day

Google mengeluarkan pembaruan keamanan untuk Chrome berupa patch untuk mengatasi kerentanan di peramban tersebut.

Baca Selengkapnya

Eks Dubes Korea Utara yang Membelot Blak-blakan Soal Senjata Nuklir

3 Februari 2021

Eks Dubes Korea Utara yang Membelot Blak-blakan Soal Senjata Nuklir

Ia yakin Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tidak akan menyerahkan persenjataan nuklirnya.

Baca Selengkapnya

Eks Dubes Korea Utara Untuk Kuwait Kabur ke Korea Selatan

25 Januari 2021

Eks Dubes Korea Utara Untuk Kuwait Kabur ke Korea Selatan

Mantan duta besar Korea Utara untuk Kuwait Ryu Hyun Woo memutuskan kabur ke Korea Selatan bersama keluarganya.

Baca Selengkapnya

Kim Jong Un Hukum Berat Warga Korea Utara yang Nikmati Hiburan Korea Selatan

20 Januari 2021

Kim Jong Un Hukum Berat Warga Korea Utara yang Nikmati Hiburan Korea Selatan

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memberlakukan denda atau penjara bagi siapa pun yang ketahuan menikmati hiburan Korea Selatan atau meniru aksennya.

Baca Selengkapnya

Tahun Baru 2021, Kim Jong Un Pilih Tulis Surat Untuk Rakyatnya

2 Januari 2021

Tahun Baru 2021, Kim Jong Un Pilih Tulis Surat Untuk Rakyatnya

Dalam surat itu, Kim Jong Un mengucapkan terima kasih kepada rakyatnya karena telah mempercayai dan mendukungnya di masa-masa sulit.

Baca Selengkapnya

Tujuh Negara Tuding Korea Utara Manfaatkan Pandemi Untuk Langgar HAM Warganya

12 Desember 2020

Tujuh Negara Tuding Korea Utara Manfaatkan Pandemi Untuk Langgar HAM Warganya

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pun menggelar rapat membahas pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Korea Utara ini

Baca Selengkapnya

Cina Dikabarkan Beri Vaksin COVID-19 Eksperimental ke Kim Jong Un

2 Desember 2020

Cina Dikabarkan Beri Vaksin COVID-19 Eksperimental ke Kim Jong Un

Korea Utara dikabarkan telah menerima vaksin COVID-19 eksperimental dari Cina. Bahkan, Kim Jong Un dikabarkan sudah memakainya.

Baca Selengkapnya

Peretas Korea Utara Targetkan Pembuat Vaksin Covid-19 AstraZeneca

30 November 2020

Peretas Korea Utara Targetkan Pembuat Vaksin Covid-19 AstraZeneca

Para peretas menyamar sebagai perekrut di situs jejaring LinkedIn dan WhatsApp untuk mendekati staf AstraZeneca.

Baca Selengkapnya

Cegah Covid-19, Korea Utara Tambah Pos Jaga di Perbatasan

29 November 2020

Cegah Covid-19, Korea Utara Tambah Pos Jaga di Perbatasan

Pemerintah Korea Utara menambah jumlah pos penjagaannya dan membangun tembok pertahanan di perbatasannya guna mencegah masuknya virus corona.

Baca Selengkapnya

Militer Korea Utara Diduga Latih Lumba-lumba Kamikaze

23 November 2020

Militer Korea Utara Diduga Latih Lumba-lumba Kamikaze

'Karamba' khusus untuk program pelatihan militer mamalia laut seperti lumba-lumba terekam dalam citra satelit Sungai Taedong.

Baca Selengkapnya