Australia Larang Muslimah Bercadar

Reporter

Editor

Selasa, 12 Juli 2011 15:50 WIB

AP/Claude Paris

TEMPO Interaktif, Canberra - Perempuan Muslim di Australia dilarang mengenakan cadar dan harus menampakkan wajahnya di depan polisi. Jika mereka tetap membandel, risikonya dipenjara atau didenda uang. Demikian bunyi draf usulan undang-undang baru di negara bagian Australia yang banyak mendapatkan kritik.

Usulan undang-undang baru itu kini menjadi perdebatan nasional mengingat jumlah penduduk Muslim di Australia terus meningkat seiring kebijaksanaan Pemerintah Australia-- mayoritas Kristen--yang melonggarkan para imigran masuk ke negeri tersebut pada 1973.

Jika draf pelarangan cadar benar-benar disepakati oleh parlemen negara bagian New South Wales, termasuk Sydney, maka Muslimah yang melanggar peraturan tersebut bakal dipenjara selama setahun dan didenda Rp 50 juta (US$5,900).

Tak pelak, rancangan undang-undang yang diusulkan oleh parlemen negara bagian Agustus lalu itu mendapatkan kecaman dari kelompok kebebasan hak-hak sipil dan kaum Muslim karena dianggap berlebihan, terutama jika dikaitkan dengan para Muslimah bermobil yang mengenakan niqab atau burqah.

Sebaliknya, pemerintah menyatakan banyak sekali pengendara motor atau mobil yang menutup seluruh anggota tubuhnya sehingga menyulitkan polisi mengindetifikasi mereka.

Para pengkritik berdalih rancangan tersebut dapat membangkitkan semangat anti-Muslim kendati jumlah perempuan Muslim di Australia yang mengenakan burqah sangat sedikit. Penduduk Australia saat ini mencapai 23 juta jiwa. Dari jumlah itu sekitar 400 ribu beragama Islam. Dari 400 ribu itu yang mengenakan cadar hanya dua ribu orang, sedangkan Muslimah yang mengendarai mobil dengan burqah sangat sedikit sehingga undang-undang tersebut dianggap berlebihan.

"Rancangan tersebut sangat berlebihan dan tidak diperlukan," ujar juru bicara Dewan Australia untuk Kebebasan Sipil, David Bernie. "Itu menunjukkan budaya yang tidak sensitif," tambahnya.

Kontroversi pelarangan mengenakan jilbab di muka umum juga terjadi di negara-negara Barat. Prancis dan Belgia jelas-jelas melarang perempuan menutup seluruh tubuhnya di muka umum. Alasannya, agar pihak keamanan mudah mengidentifikasi mereka.

Bernie menguraikan, jika seorang bandit menutup wajah dan mengenakan kaca mata melakukan kejahatan di Sydney, maka hal tersebut tidak bisa disimpulkan bahwa kejahatan tersebut terkait dengan Muslimah yang menutup wajahnya.

AP | CA









Berita terkait

Jannik Sinner Jaga Performa Apik, Raih Gelar di Rotterdam Sebulan setelah Juarai Australian Open 2024

19 Februari 2024

Jannik Sinner Jaga Performa Apik, Raih Gelar di Rotterdam Sebulan setelah Juarai Australian Open 2024

Juara Australian Open, Jannik Sinner, meraih gelar Rotterdam Open pertamanya, Minggu, 18 Februari 2024. Ia mengalahkan Alex De Minaur.

Baca Selengkapnya

Jannik Sinner Incar Ranking Satu Tenis Dunia setelah Juarai Australian Open 2024

1 Februari 2024

Jannik Sinner Incar Ranking Satu Tenis Dunia setelah Juarai Australian Open 2024

Jannik Sinner mengincar ranking satu dunia setelah menjuarai Australian Open 2024.

Baca Selengkapnya

Profil Jannik Sinner, Juara Australian Open 2024 yang Kalahkan Novak Djokovic di Semifinal

29 Januari 2024

Profil Jannik Sinner, Juara Australian Open 2024 yang Kalahkan Novak Djokovic di Semifinal

Sebelum menekuni tenis, juara Australian 2024, Jannik Sinner, sempat menggeluti dunia ski saat masih bocah.

Baca Selengkapnya

Juara Australian Open 2024 Usai Kalahkan Daniil Medvedev, Jannik Sinner Jatuhkan Tubuhnya ke Lapangan

28 Januari 2024

Juara Australian Open 2024 Usai Kalahkan Daniil Medvedev, Jannik Sinner Jatuhkan Tubuhnya ke Lapangan

Jannik Sinner sebelumnya menyingkirkan Novak Djokovic di semifinal sebelum mengalahkan Daniil Medvedev di final Australian Open 2024.

Baca Selengkapnya

Profil Aryna Sabalenka, Juara Australian Open 2024 yang Punya Tato Unik di Lengan Kiri

28 Januari 2024

Profil Aryna Sabalenka, Juara Australian Open 2024 yang Punya Tato Unik di Lengan Kiri

Keberhasilan Aryna Sabalenka menjuarai Australian Open 2024 memecahkan beberapa rekor yang ada sebelumnya.

Baca Selengkapnya

5 Fakta Menarik Aryna Sabalenka, Juara Australian Open 2024

28 Januari 2024

5 Fakta Menarik Aryna Sabalenka, Juara Australian Open 2024

Aryna Sabalenka menjuarai turnamen Grand Slam Australian Open 2024. Ia berhasil mempertahankan gelar setelah mengalahkan Zheng Qinwen.

Baca Selengkapnya

Australian Open 2024: Daniil Medvedev Kalahkan Alexander Zverev, Hadapi Jannik Sinner di Babak Final

27 Januari 2024

Australian Open 2024: Daniil Medvedev Kalahkan Alexander Zverev, Hadapi Jannik Sinner di Babak Final

Daniil Medvedev lolos ke final Australian Open 2024 setelah mengalahkan Alexander Zverev. Akan menghadapi Jannik Sinner.

Baca Selengkapnya

Hasil Australian Open 2024: Kejutan, Jannik Sinner Kalahkan Novak Djokovic di Babak Semifinal

26 Januari 2024

Hasil Australian Open 2024: Kejutan, Jannik Sinner Kalahkan Novak Djokovic di Babak Semifinal

Jannik Sinner mengakhiri upaya Novak Djokovic untuk terus mendominasi Australian Open dengan mengalahkannya di babak semifinal.

Baca Selengkapnya

Hasil Australian Open 2024: Zheng Qin Wen Tantang Aryna Sabalenka di Babak Final

26 Januari 2024

Hasil Australian Open 2024: Zheng Qin Wen Tantang Aryna Sabalenka di Babak Final

Babak final sektor tunggal putri Australian Open 2024 akan mempertemukan juara bertahan Aryna Sabalenka (Belarus) dan Zheng Qin Wen (Cina).

Baca Selengkapnya

Hasil Australian Open 2024: Final Ideal Gagal Tercipta, Carlos Alcaraz Disingkirkan Zverev di Perempat Final

25 Januari 2024

Hasil Australian Open 2024: Final Ideal Gagal Tercipta, Carlos Alcaraz Disingkirkan Zverev di Perempat Final

Final ideal antara Carlos Alcaraz dan Novak Djokovic tak akan tercipta di Australian Open 2024. Alcaraz kandas di babak perempat final.

Baca Selengkapnya