Jumat, 22 September 2017

Tak Biasa, Presiden Trump Terima Kunjungan PM Najib Razak

Rabu, 13 September 2017 | 15:13 WIB
Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak menghadiri KTT ASEAN ke-27 di Kuala Lumpur, Malaysia, 21 November 2015. REUTERS

Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak menghadiri KTT ASEAN ke-27 di Kuala Lumpur, Malaysia, 21 November 2015. REUTERS.

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menerima kunjungan Perdana Menteri Najib Razak di Gedung Putih di tengah penyelidikan Washington terkait mega korupsi yang melibatkan petinggi Malaysia atau 1MDB. Ini hal tidak biasa.

Dalam sambutannya pada Selasa, 12 September 2017 tersebut, Trump memuji Malaysia atas besarnya investasi negara itu  di Amerika Serikat. Namun Trump menghindari pernyataan yang menyinggung penyelidikan Amerika terhadap sebuah skandal korupsi besar,  1MDB atau 1Malaysia Development Berhad .

Baca: Bank Swiss Terlibat Skandal Dana 1MBD, Najib Razak Terancam? 

Kedua pemimpin itu mengadakan diskusi yang antara lain menyentuh minat Malaysia untuk membeli 25 buah pesawat Boeing 737. Trump juga memuji Najib karena pendiriannya yang keras dalam memerangi terorisme di Asia Tenggara, dan untuk memotong hubungan ekonomi dengan Korea Utara.

"Dia sangat kuat dalam terorisme di Malaysia, dan pendukung hebat dari sudut pandang itu.Dia tidak berbisnis dengan Korea Utara lagi, dan kami menganggap itu sangat penting," kata Trump seperti dilansir Malaysia Kini, Rabu, 13 September 2017.


Baca: Kasus 1MDB, Najib dan Istri Habiskan Rp 13,2 T untuk Belanja

Najib mengatakan kesiapan Malaysia untuk membantu ekonomi Amerika Serikat dengan melibatkan diri dalam mengembangkan prasarana melalui investasi Dana Pensiunan atau KWSP bernilai antara US$ 3 miliar hingga US$ 4 miliar atau setara Rp 39,6 triliun hingga Rp 52,8 triliun.

Najib ditemani Menteri Luar Negeri Anifah Aman, Menteri Perdagangan Internasional dan Industri Mustapa Mohamed, Duta Besar Malaysia Zulhasnan Rafique, Sekretaris Jenderal Ali Hamsa dan direktur Dewan Keamanan Negara Zulkifeli Mohd Zin.

Hadir juga dalam pertemuan itu adalah Wakil Presiden Amerika Mike Pence, Menteri Luar Negeri Rex Tillerson, Menteri Pertahanan James Mattis, Kepala Staf John Kelly, Penasihat Keamanan H.R. McMaster dan Senior Advisor, Jared Kushner.

Kunjungan tersebut penting bagi Najib, yang akan menghadapi pemilihan presiden dalam beberapa bulan mendatang. Selain ingin memberi sinyal bahwa dia masih diterima di Gedung Putih meskipun ada penyelidikan kriminal oleh Kementerian Kehakiman Amerika Serikat terkait skandal 1MDB.

Baca: Investigasi ABC: Saudi Kirim Rp 4,9 T ke Rekening Najib

Kunjungan Najib ke Gedung Putih itu menjadi perhatian besar di Malaysia dibalik kritik oposisi dan aktivis yang mempertanyakan Trump karena menyambut Najib di tengah-tengah penyelidikan oleh Kementerian Kehakiman Amerika Serikat terkait skandal 1MDB.

Kementerian Kehakiman Amerika yang bekerja sama dengan FBI  telah mengajukan gugatan perdata untuk menyita sejumlah aset senilai US$ 1,7 miliar atau setara Rp 22,4 triliun yang dibeli menggunakan dana korupsi dari 1MDB.

Selain itu, Kementerian Kehakiman Amerika mengklaim dari tahun 2009 sampai 2015, miliaran dolar milik 1MDB diarahkan pejabat tinggi dan kroninya, termasuk pengusaha Malaysia Low Taek Jho, anak tiri Najib, Riza Aziz dan beberapa pejabat tinggi lainnya.

Seorang pejabat senior Amerika Serikat mengakui hal tidak biasa ketika Donald Trump bertemu dengan Najib Razak sementara pemerintahannya tengah menyelidiki skandal mega korupsi 1MDB.
MALAYSIAKINI|BERNAMA|REUTERS|YON DEMA


Selengkapnya
Grafis

Libur Nasional 2018 dan Waktu Cuti yang Cocok Kita Ambil

Libur Nasional 2018 dan Waktu Cuti yang Cocok Kita Ambil

Tempat-tempat yang patut dikunjungi saat libur nasional tahun 2018, tamasya semakin asyik bila kita memperpanjang waktu istirahat dengan mengambil cuti.