Jumat, 22 September 2017

Setelah Meksiko, Giliran Peru Usir Duta Besar Korea Utara

Selasa, 12 September 2017 | 10:50 WIB
Ekpresi Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un setibanya dalam perayaan bersama ilmuwan nuklir dan insinyur yang berkontribusi dalam uji bom hidrogen, di Pyongyang, 9 September 2017. Perayaan ini digelar secara besar-besaran untuk memberikan selamat kepada ilmuwan nuklir dan teknisi atas keberhasilan tes nuklir terbaru. KCNA via REUTERS

Ekpresi Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un setibanya dalam perayaan bersama ilmuwan nuklir dan insinyur yang berkontribusi dalam uji bom hidrogen, di Pyongyang, 9 September 2017. Perayaan ini digelar secara besar-besaran untuk memberikan selamat kepada ilmuwan nuklir dan teknisi atas keberhasilan tes nuklir terbaru. KCNA via REUTERS.

TEMPO.CO, Jakarta - Peru mengusir Duta Besar Korea Utara sebagai respons atas  ketidakpedulian negara itu terhadap seruan masyarakat internasional agar segera mengakhiri program senjata nuklirnya.

Menurut keterangan Kementerian Luar Negeri Peru, Duta Besar Kim Hak-Chol diberi waktu 5 hari terhitung sejak Senin, 10 September 2017 untuk berkemas-kemas dan meninggalkan Peru.

Baca: Korea Utara Tolak Sanksi PBB Usulan AS

Peru menegaskan: "Negaranya berkomitmen pada solusi damai untuk menyelesaikan sengkata dan sangat tunduk paa resolusi yang dibuat Dewan Keamanan PBB."

Peru, ujar Kementerian Luar Negeri, akan melakukan segala upaya diplomatik untuk denuklirisasi Korea Utara.


Atas pengusiran Duta Besarnya, Kedutaan Korea Utara memilih bungkam.

Baca: 3 Motif Kim Jong-un Menantang Amerika Berperang

Pekan lalu, Meksiko juga mengusir Duta Besar Korea Utara sebagai respons atas sikap Korea Utara yang menolak mengakhiri program senjata nuklirnya.

Agustus lalu, Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence meminta negara-negar aAmerika Latin untuk mengisolasi Pyongyang.

Dewan Keamanan PBB kemarin, 10 September 2017 mengeluarkan sanksi baru kepada Korea Utara. Draf resolusi yang diusulkan Amerika Serikat, disetujui oleh seluruh anggota Dewan Keamanan PBB termasuk Cina dan Rusia yang dianggap sekutu Korea Utara.

REUTERS | MARIA RITA


Selengkapnya
Grafis

Libur Nasional 2018 dan Waktu Cuti yang Cocok Kita Ambil

Libur Nasional 2018 dan Waktu Cuti yang Cocok Kita Ambil

Tempat-tempat yang patut dikunjungi saat libur nasional tahun 2018, tamasya semakin asyik bila kita memperpanjang waktu istirahat dengan mengambil cuti.