Rabu, 23 Agustus 2017

Rudal Balistik Korea Utara Tempuh 14 Menit untuk Tiba di Guam

Sabtu, 12 Agustus 2017 | 06:01 WIB
Wisatawan menikmati wisata air saat berlibur di perairan pantai Tumon dekat Hotel Hilton di pulau Guam, Wilayah Pasifik A.S., 11 Agustus 2017. REUTERS

Wisatawan menikmati wisata air saat berlibur di perairan pantai Tumon dekat Hotel Hilton di pulau Guam, Wilayah Pasifik A.S., 11 Agustus 2017. REUTERS.

TEMPO.CO, Washington - Jika Korea Utara menembakkan rudal balistiknya ke Guam, senjata mematikan tersebut akan memakan waktu sekitar 14 menit untuk mencapai pulau tersebut.

Hal itu diungkapkan jurubicara Guam Homeland Security, Jenna Gaminde. Penduduk segera diberitahu oleh sirene Sistem Peringatan Dini dan 15 Sistem Peringatan Bencana yang berada di daerah dataran rendah di seluruh pulau.

Baca: Korea Utara Akan Serang Guam Pertengahan Agustus

Korea Utara pada hari Kamis, 10 Agustus 2017,  mengumumkan telah memiliki rencana terperinci untuk melakukan serangan rudal di dekat Guam dengan menggunakan 4 roket balistik jarak menengah.

"Kantor kami akan diberitahu militer dan akan menggunakan semua bentuk komunikasi massa untuk menyampaikan pesan tersebut ke publik," kata Gaminde.


Media lokal, walikota dan media sosial akan digunakan untuk menyebarkan informasi.Gaminde mendesak penduduk pulau untuk mendengarkan media lokal untuk petunjuk lebih lanjut jika sirene mulai terdengar.

Korea Utara mengatakan 4 roket Hwasong-12  akan terbang di sekitar prefektur Shimane, Hiroshima dan Koichi di Jepang, yang kemudian menyentuh perairan 19 hingga 25 mil dari pulau itu.

Baca: 4 Alasan AS Belum Siap Berperang Melawan Korea Utara

Greg Kuntz yang bertindak sebagai direktur urusan publik untuk Joint Region Marianas, mengatakan militer di pulau tersebut terus mempertahankan operasi standar di tengah ancaman Korea Utara.

Guam, pulau kecil di barat Pasifik yang berjarak 6.300 kilometer dari Hawaii dan 3.500 kilometer dari pesisir tenggara Korea Utara merupakan wilayah koloni AS sejak 1898 setelah serah terima dari Spanyol.

Pulau yang pernah dihuni manusia Indonesia dan Filipina purba saat 2000 Sebelum Masehi ini memang berukuran kecil, tapi dijaga dan dilindungi oleh mesin perang paling canggih di dunia. Sebab, posisi strategis Guam menjadi andalan militer AS yang membutuhkan gerbang ke Asia Timur.

Selain itu, Guam merupakan salah satu resor wisata pantai terkenal dan sangat populer di kalangan wisatawan Asia Selatan.

Pemerintah Guam khawatir dengan ancaman Korea Utara itu, turis dari Jepang dan Korea Selatan, turis  akan membatalkan perjalanan mereka ke Guam, dan itu akan menyebabkan masalah ekonomi di pulau ini.

USA TODAY|YON DEMA


Grafis

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Warga muslim di Asgardia tetap dapat melaksanakan ibadah salat di luar angkasa, bagaimana tata cara yang dianjurkan?