Minggu, 20 Agustus 2017

4 PNS India Kenakan Helm Saat Bekerja, Mengapa?

Jum'at, 11 Agustus 2017 | 17:18 WIB
TEMPO/Prima Mulia

TEMPO/Prima Mulia.

TEMPO.CO, New Delhi-  Khawatir terkena serpihan plafon yang jatuh, pegawai negeri sipil atau PNS di sebuah gedung pemerintah yang sudah usang di Bihar, India terpaksa memakai helm sepanjang bekerja di  kantornya.

 

Sebuah video baru-baru ini menunjukkan empat pegawai di Kantor Pertanahan Areraj, Bihar, bekerja sambil memakai helm. Rekaman mereka bekerja mengenakan helm dengan kondisi kantor yang sudah usang  disebarkan dan menjadi viral di media sosial India.

Baca: Tembok Menimpa Pesta Perkawinan di India, 25 Tewas

 


Setelah itu, muncul diskusi mengenai kondisi kerja yang buruk di negara itu. Lebih dari itu, rekaman itu yang turut disiarkan jaringan berita mendorong penyelidikan dilakukan terhadap bangunan pemerintah di daerah Areraj.

 

Hasil penyelidikan menemukan,  bangunan itu  tidak aman untuk digunakan sejak 2 tahun lalu tetapi tidak ada tindakan diambil untuk memindahkan karyawan ke lokasi lebih aman.

 

"Bangunan ini sudah lama. Dinding dan atapnya dalam kondisi parah. Air akan meresap setiap kali hujan. Ia bisa runtuh setiap saat. Mengingat kami harus bekerja, kami memutuskan untuk memakai helm, " kata Pervez Ahmad, seorang pegawai kantor itu, seperti yang dilansir Indian Express.

Baca: Si Jelita dari India Ini Jadi Kapten Boeing 777 Termuda di Dunia

 

Parvej Ahmad memberitahukan bahwa banyak anggota staf kantor telah terluka saat bagian atap jatuh mengenai mereka. Dengan menggunakan helm mereka merasa aman.

 

Setelah video itu viral, pejabat pemerintah setempat mengumumkan kantor  itu akan dipindahkan secepat mungkin.

 

Namun, 4 karyawan pemerintah India yang direkam dalam video itu mendapat peringatan karena telah mengungkapkan masalah itu kepada media, tidak kepada atasannya.

 

INDIAN EXPRESS|SPUTNIK NEWS|YON DEMA


Grafis

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Warga muslim di Asgardia tetap dapat melaksanakan ibadah salat di luar angkasa, bagaimana tata cara yang dianjurkan?