Rabu, 16 Agustus 2017

Digerogoti Kutu Laut, Kondisi Remaja Australia Membaik

Kamis, 10 Agustus 2017 | 14:15 WIB
Sam Kanizay dirawat di Rumah Sakit Melbourne setelah mendapat gigitan dari kutu laut di sebuah teluk setempat. news.com.au

Sam Kanizay dirawat di Rumah Sakit Melbourne setelah mendapat gigitan dari kutu laut di sebuah teluk setempat. news.com.au.

TEMPO.CO, Jakarta -Melbourne—Kondisi Sam Kanizay, remaja laki-laki berusia 16 tahun asal Australia, yang digerogoti oleh makhluk mirip kutu laut, dilaporkan mulai membaik.

Ayah Sam, Jarrod Kanizay, mengatakan anaknya masih merasakan sedikit kesakitan, namun mulai pulih.

“Sam itu anak yang positif dan dia masih punya semangat yang tinggi. Saat dia pulang dari pantai kemarin dia hanya bilang ‘liat apa yang terjadi di kakiku’,” kata Jarrod.

“Namun dia sangat senang dan positif selama proses penyembuhan. Dia sehat dan kami mengharapkan pulih 100 persen,” Jarrod menambahkan.

Kutu laut yang menyerang Sam teridentifikasi sebagai lysianassaid amphipod. Serangan kutu ini menyebabkan kaki Sam memiliki ratusan lubang kecil.


Baca: Cerita 3 Warga Australia yang Jadi Korban Serangan Kutu Laut

Ahli biologi kelautan Dr Genefor Walker-Smith menjelaskan bahwa kutu laut tersebut tidak berbisa. “Dia hanya menusuk ke kulitnya dan jadi berdarah,” katanya.

Dr. Genefor berasumsi bahwa makhluk tersebut memiliki kandungan zat kimia yang menyebabkan darah korban menjadi tidak tergumpal.

“Jadi mirip seperti lintah ketika gigit kulit dan jadinya berdarah terus dan berhenti menggumpal,” ujarnya.

Setelah kutu laut tersebut menyerangnya, keluarga Sam membawanya ke rumah sakit dan menyadari bahwa darahnya terus mengalir.

“Butuh waktu yang cukup lama untuk membersihkan darahnya, tapi darahnya kembali lumayan cepat,” kata Sam.

Ahli-ahli biologi menyatakan bahwa ada beberapa asumsi mengapa penyerangan tersebut terjadi. Pertama, air yang dingin menyebabkan Sam tidak menyadari bahwa dia sedang digigit.

Richard Reina, ahli biologi kelautan di Universitas Monash menjelaskan bahwa angin yang kuat dapat menghasilkan akumulasi kutu-kutu tersebut di laut.

“Mungkin angin yang kuat mendorong makluk tersebut ke dekat daratan dan mereka terakumulasi disitu dimana Sam sedang berenang,” kata Richard.

Kebanyakan dari ahli biologi juga menjelaskan bahwa penyerangan tersebut sangat aneh dan jarang sekali terjadi. Mereka juga telah memberitahukan kepada publik bahwa sudah aman untuk kembali ke pantai Australia.

“Situasinya aneh dan jarang jadi orang tidak perlu khawatir. Kutu laut itu lumayan kecil dan pemakan bangkai. Sam sedang berdiri diam di situ sehingga memberikan peluang untuk mereka,” katanya.

ABC.NET.AU | TELEGRAPH | THE STAR | PUTRI THALIAH

 

 

 

 

 

 

 

 


Grafis

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Warga muslim di Asgardia tetap dapat melaksanakan ibadah salat di luar angkasa, bagaimana tata cara yang dianjurkan?