Rabu, 16 Agustus 2017

Paus Fransiskus Kutuk Serangan ke Gereja di Nigeria

Kamis, 10 Agustus 2017 | 23:00 WIB
Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau bertemu dengan Paus Fransiskus di Vatikan, 29 Mei 2017.  Sean Kilpatrick/The Canadian Press via AP

Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau bertemu dengan Paus Fransiskus di Vatikan, 29 Mei 2017. Sean Kilpatrick/The Canadian Press via AP.

TEMPO.COVatikan - Paus Fransiskus mengutuk serangan terhadap umat Kristen di Nigeria dan Afrika Tengah, seraya mendesak agar seluruh kebencian dan kekerasan di kedua negeri itu segera diakhiri.

"Saya sangat sedih menyaksikan pembunuhan massal terhadap orang-orang tak berdosa di dalam gereja di Nigeria, pekan lalu," kata Paus di Vatikan, Rabu, 9 Agustus 2017.

Baca: Paus Fransiskus Kecam Kekerasan terhadap Perempuan

Paus melanjutkan, "Kami juga menerima kabar sedih pagi ini, telah terjadi kekerasan terhadap umat Kristen di Afrika Tengah.  Saya berharap semua bentuk kekerasan diakhiri, termasuk kejahatan di tempat para jemaat berkumpul untuk berdoa yang selama ini kerap terjadi."

Sedikitnya 11 jemaat gereja di utara Nigeria ditembak oleh sejumlah pria bersenjata pada Ahad, 6 Agustus 2017. Serangan bersenjata itu diduga disebabkan oleh permusuhan antarpemuda lokal.


Serangan terhadap gereja jarang terjadi di wilayah selatan Nigeria karena kawasan ini dihuni oleh mayoritas kaum Kristen. Adapun kawasan di utara Nigeria berpenduduk mayoritas muslim namun saat ini dilanda kekerasan oleh kelompok Boko Haram.

AHRAM | CHOIRUL AMINUDDIN


Grafis

Asgardia, Negera Luar Angkasa Pertama, Segera Dibangun

Asgardia, Negera Luar Angkasa Pertama, Segera Dibangun

Sejak diumumkan pada Oktober tahun lalu, lebih dari 280 ribu orang mendaftar menjadi warga negara luar angkasa Asgardia. Proyek mimpi yang sarat kontroversi. Meski masih berupa konsep, Asgardia kini tengah menghimpun 100 ribu pendukung konstitusinya untuk mendaftarkan status negara itu ke Perserikatan Bangsa-Bangsa.