Saat PM Kanada Gendong Bayi Pengungsi Bernama Justin Trudeau

Senin, 17 Juli 2017 | 12:28 WIB
Saat PM Kanada Gendong Bayi Pengungsi Bernama Justin Trudeau
PM Kanada Justin Trudeau, menggendong anak pengungsi bernama Justin Trudeau Adam Bilan. twitter.com

TEMPO.CO, Calgary—Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau akhirnya bertemu dengan bayi pengungsi Suriah yang diberi nama persis seperti dirinya.

Seperti dilansir CBC, Ahad 16 Juli 2017, pertemuan bersejarah antara Justin Trudeu dengan bayi Justin Trudeu Adam Bilal terjadi dalam sebuah acara di Kota Calgary pada Sabtu lalu.

Sang perdana menteri ganteng ini kemudian menggendong bayi Justin yang tertidur dan disaksikan oleh kedua orang tuanya, Afraa Hajj Hammoud dan Mohammed Belal.

Pasangan ini menamakan anak bungsu mereka dengan nama sang perdana menteri setelah mereka berhasil melarikan diri dari Suriah dan diterima oleh Kanada melalui Libanon pada 2016.

“Kami sangat bahagia dapat bertemu Perdana Menteri Justin Trudeau," kata Hammoud.

"Dia menggendong bayi kami dan berkata sangat berterima kasih karena anak kami diberi nama sesuai namanya."



Baca: Pengungsi Suriah di Kanada Namai Anak Mereka Justin Trudeau

Justin Trudeau Adam Bilan lahir di Calgary pada Mei lalu, beberapa bulan setelah kedua orangtua dan dua kakaknya melarikan diri dari Suriah. Keluarga kecil itu sebelumnya tinggal di Ibu Kota Damaskus, Suriah.

Ketika mereka mendarat di Montreal pada Februari 2016, Justin Trudeau tidak ada di bandara untuk menyambut keempatnya, sebagaimana dilakukan kepada pengungsi asal Suriah lainnya.

Kendati demikian, Muhammad dan Afraa Bilan tetap merasa perlu berterima kasih kepada Justin Trudeau dengan memberi nama putra bungsunya sesuai nama sang perdana menteri.

Sepanjang menjabat sebagai PM Kanada, Justin Trudeau membuka pintu bagi lebih dari 40 ribu pengungsi Suriah sejak November 2015 hingga Januari 2017. Sekitar 1.000 orang di antaranya direlokasi ke Calgary, termasuk Muhammad dan Afraa Bilal.

CBC | BBC | SITA PLANASARI AQUADINI



 



 



 



 

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan