Setelah 3 Tahun Ditutup, Bandara di Benghazi Kembali Beroperasi

Minggu, 16 Juli 2017 | 18:32 WIB
Setelah 3 Tahun Ditutup, Bandara di Benghazi Kembali Beroperasi
Warga Libya berkumpul di lapangan kebebasan saat merayakan ulang tahun ketiga pemberontakan melawan Muammar Gaddafi di Benghazi (17/2). REUTERS/Esam Omran Al-Fetori

TEMPO.CO, Kairo - Bandara Benina di Kota Benghazi, Libya, kembali beroperasi setelah tiga tahun ditutup gara-gara pecah pertempuran melawan teroris di kota itu.

Bandara Benina beroperasi pada Sabtu, 15 Juli 2017, tepatnya dua hari setelah muncul pemberitahuan resmi yang menyatakan kelompok-kelompok teroris telah dikalahkan di kota itu.

Baca: Libya Rebut Kembali Benghazi dari ISIS

Penerbangan yang berangkat dari Bandara Benina di hari pertama pengoperasiannya terbang menuju Tripoli lalu ke Amman di Yordania dan Kufra di tenggara Libya. Maskapai juga sudah dijadwalkan untuk terbang ke dan dari Tunis, Istanbul, Alexandria, dan Zintan, kota di wilayah barat Libya.

Pesawat yang melayani penerbangan ke berbagai kota ini merupakan maskapai pemerintah Libya, yakni Libyan Airlines dan Afriqiyah Airways.

Saat Benghazi diwarnai pertempuran, maka penerbangan dan seluruh staf maskapai dipindahkan ke Bandara Labraq di timur Benghazi, jaraknya sekitar empat jam berkendaraan mobil dari Benghazi.

Baca: Libya Jadi 'Gerbang' ISIS, Serang Eropa

Benghazi menjadi arena pertempuran pada musim panas 2014 yang ditandai dengan pernyataan Komandan Angkatan Bersenjata Nasional Libya untuk wilayah timur, Khalifa Haftar, agar bertempur melawan teroris. 

Setelah Bandara Benina di Benghazi, Libya, resmi beroperasi kemarin, 15 Juli, berikutnya akan dioperasikan kembali pelabuhan, tepatnya begitu Benghazi sepenuhnya dibebaskan dari aksi teroris.

AAWSAT.COM | MARIA RITA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan