Rabu, 23 Agustus 2017

Pemukiman Israel di Palestina Tahun Ini Terbanyak Sejak 1992

Senin, 12 Juni 2017 | 09:42 WIB
Pemukiman warga Israel di Halamish, Ramallah, Tepi Barat. REUTERS/Baz Ratner

Pemukiman warga Israel di Halamish, Ramallah, Tepi Barat. REUTERS/Baz Ratner.

TEMPO.CO, Yerusalem -Jumlah pemukiman Israel di wilayah pendudukan di Palestina tahun ini  terbanyak sejak tahun 1992 atau seperempat abad lalu.

Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Lieberman menjelaskan hal itu dalam sidang kabinet tentang pembangunan pemukiman di Palestina. Jumlah pemukiman Israel sebanyak 8.345 unit di wilayah Tepi Barat, Palestina. Jumlah ini termasuk 3.066 rumah yang harus segera dibangun.

Baca: PBB dan Uni Eropa Kecam Pengesahan Permukiman Israel  

"Jumlah untuk tahap pertengahan 2017 merupakan yang terbanyak sejak 1992," kata Lieberman seperti dikutip dari Channel News Asia, 11 Juni 2017.

Jumlah pemukiman yang dibangun Israel di wilayah pendudukan di Palestina sesuai dengan publikasi organisasi pemantau Peace Now pekan lalu.


Menurut Peace Now, ada 7.721 unit rumah yang dibangun tahun 2017. Jumlah ini tiga kali lipat dibandingkan tahun 2016, yakni sebanyak 2.699 unit rumah.

Pembangunan pemukiman di wilayah pendudukan di Palestina membuat upaya penyelesaian konflik Israel-Palestina akan semakin sulit.

Baca: Parlemen Israel Sahkan RUU 'Pendudukan' Tepi Barat  

Dunia internasional juga telah memprotes pembangunan pemukiman di sepanjang wilayah pendudukan Palestina karena telah melanggar hukum internasional.

Saat ini sekitar 600 ribu warga Israel tinggal di Tepi Barat dan Yerusalem timur bersama-sama dengan sekitar 2,9 juta warga Palestina.

Pembangunan pemukiman di wilayah pendudukan di Palestina mendapat banyak kritik, namun Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu cuek. Namun Netanyahu menyatakan dukungannya terhadap solusi dua negara, yakni Palestina dan Israel masing-masing sebagai negara merdeka.

CHANNEL NEWS ASIA | MARIA RITA


Grafis

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Warga muslim di Asgardia tetap dapat melaksanakan ibadah salat di luar angkasa, bagaimana tata cara yang dianjurkan?