Demi Anjing Liar, Calon Dewan Kota Teheran, Iran Rela Dicambuk

Rabu, 17 Mei 2017 | 16:25 WIB
Demi Anjing Liar, Calon Dewan Kota Teheran, Iran Rela Dicambuk
Payam Mohebi. nytimes.com

TEMPO.CO, Teheran -Calon anggota Dewan Kota Teheran mengambil resiko dihukum 60 cambukan demi menyelamatkan anjing liar di ibu kota Iran. Payam Mohebi yang merawat hewan liar sepenuh hati seperti anjing dan kucing, bertarung untuk memperebutkan satu kursi dari 21 kursi di Dewan Kota Tangerang dengan  berkampanye lewat poster bergambar dirinya sedang menyelamatkan anjing liar.

Mohebi, dokter hewan itu,  mengaku telah mendapatkan banyak dukungan dengan pengikut di media sosialnya yang terus bertambah. Beberapa pendukungnya sangat berharap Mohebi dapat memenangkan satu kursi di Dewan Kota Teheran, Iran.

Di kebanyakan negara,  kampanye ala Mohebi sudah biasa, namun di Iran yang dikuasai oleh para ulama menganggap anjing bukanlah hewan yang suci. Orang yang diketahui bersentuhan dan menjaga anjing liar dapat ditangkap dan dihukum cambuk.

Namun Mohebi tidak menghiraukan hal itu dan bersedia mengambil resiko. "Saya melakukan ini agar satu kursi di Dewan Kota diperuntukkan bagi hewan. Mereka tinggal bersama kita, kita mencintai mereka, mereka juga memiliki hak."

Mohebi telah menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk memperjuangkan hak-hak binatang  atau lebih tepatnya, memperjuangkan hak orang untuk memiliki hewan peliharaan di rumah mereka.

Pada tahun 2002, Mohebi mulai menjalankan rumah sakit hewan peliharaan pertama di Teheran pada saat beberapa orang memiliki anjing dan kucing. Kini, dia berencana membuka klinik bertingkat 10 di Teheran Barat yang akan menjadi salah satu yang terbesar di Timur Tengah.

"Teheran telah berubah selama 15 tahun terakhir," kata Mohebi, seperti yang dilansir New York Times pada 16 Mei 2017.

Menurutnya, kini perekonomian di kota itu telah lebih baik, selain semakin berkembangnya kebebasan serta kehidupan sosial. Tapi ketika parlemen didominasi oleh garis keras, semenjak tiga tahun lalu, diciptakanlah undang-undang yang mendenda pemilik anjing sebesar US$ 2500 atau setara Rp 33,2 juta, serta membunuh hewan dan 60 cambuk untuk pemiliknya.

"Kami memiliki satu juta hewan peliharaan di kota ini, apa yang mereka pikirkan? Ada kesenjangan besar antara politisi kita dan kita," kata Mohebi.

Jika terpilih sebagai Dewan Kota Teheran, Mohebi mengatakan tidak akan ada lagi pembunuhan terhadap anjing sebagai sahabat manusia.

"Kita harus memiliki taman khusus untuk anjing, seperti halnya kita memiliki taman khusus wanita yang ingin berlari tanpa syal Islam mereka," kata Mohebi.

Pemilihan Dewan Kota Teheran, Iran akan berlangsung pada Jumat, 19 Mei 2017. Lebih dari 8.000 kandidat telah mendaftar untuk memperebutkan 21 kursi.
NEW YORK TIMES|YON DEMA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan