Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Memo Tillerson: Usut Akun Media Sosial Pemohon Visa ke Amerika

image-gnews
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Rex Tillerson. REUTERS
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Rex Tillerson. REUTERS
Iklan

TEMPO.CO, New York - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Rex Tillerson memerintahkan kepada diplomatnya di seluruh dunia untuk melakukan penyelidikan dan pemeriksaan latar belakang yang mendalam bagi semua pemohon visa yang hendak ke Amerika. Termasuk menyelidiki akun media sosial pemohon visa.

Hal tersebut terungkap melalui serangkaian perintah yang tercantum dalam beberapa memo menteri luar negeri kepada Kedutaan besar Amerika Serikat di seluruh dunia atau kabel diplomatik.

Baca juga: Menlu Amerika Serikat Tillerson Awali Misi Diplomatiknya di Asia

Dalam memo atau kabel diplomatik yang dikeluarkan Tillerson dalam dua minggu terakhir, ia juga meminta agar para diplomatnya melakukan pemeriksaan terhadap akun media sosial para pemohon visa ke Amerika Serikat. Perintah itu dikhususkan kepada pemohon yang pernah mengunjungi negara-negara yang dikuasai oleh ISIS.

Empat kabel diplomatik tersebut, dikeluarkan sebagai langkah cadangan terkait kebijakan imigrasi presiden Donald Trump. Perintah eksekutif Trump yang melarang pemberian visa Amerika Serikat bagi warga dari 6 negara mayoritas muslim belum secara efisien dijalankan karena masih ditahan oleh pengadilan.

Kabel diplomatik pertama kali dikeluarkan pada 10 Maret 2017 kemudian dikeluarkan lagi pada 15 Maret. Dalam dua memonya tersebut, Tillerson mengeluarkan instruksi kapada para pejabat konsuler untuk melaksanakan perintah eksekutif Trump yang saat itu dijadwalkan resmi berlaku tanggal 16 Maret. Namun kemudian ditunda menyusul adanya permintaan penundaan dari pengadilan federal Hawaii.

Baca juga: Trump Cabut Irak dari Daftar Pengetatan Aturan Imigrasinya  

Penundaaan itu memaksa Tillerson untuk mengeluarkan memo baru pada 16 Maret berisi perubahan-perubahan dan arahan lainnya sebelum akhirnya mengeluarkan kabel keempat yang menetapkan daftar baru instruksi untuk pejabat konsuler pada 17 Maret.

Seperti yang dilansir Channel News Asia pada 23 Maret 2017, kabel diplomatik yang dikeluarkan pada 17 Maret, berisi instruksi kepada kepala konsuler di setiap misi diplomatik untuk membuat kelompok kerja penegakan hukum dan intelijen, guna menyelidiki pemohon visa yang diduga memiliki keterkaitan dengan kegiatan radikal.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Pemohon yang terindikasi masuk dalam salah satu kelompok populasi yang diidentifikasi terkait radikalisme harus dipertimbangkan untuk pemeriksaan keamanan tingkat tinggi," kata kabel diplomatik tersebut.

Baca juga: Presiden Trump Hapus Irak dari Daftar Larangan Masuk ke AS  

Sumber dari konselor Amerika Serikat  mengungkapkan bahwa kabel diplomatik terakhir berisi perintah untuk mengidentifikasi orang-orang tertentu dan melakukan pemeriksaan media sosial.

Dalam rinciannya, Tillerson memerintahkan para wakilnya di luar negeri untuk memberikan pertanyaan khusus bagi pemohon visa dari Iran, Libya, Somalia, Sudan, Suriah dan Yaman, negara-negara yang ditargetkan oleh perintah eksekutif Trump, serta orang-orang  yang diidentifikasi berisiko bagi keamanan nasional.

Pertanyaan yang diajukan termasuk tempat tinggal pemohon  selama ini, kemana saja melakukan perjalanan dan bekerja selama 15 tahun terakhir. Pemohon juga diminta untuk memberikan nomor paspor sebelum dan semua nomor telepon, alamat email dan media sosial yang digunakan dalam lima tahun belakangan.

CHANNEL NEWS ASIA|REUTERS|YON DEMA

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Indonesia Sumbang 1,09 Persen Kasus Covid-19 Dunia

7 Februari 2021

Seorang wanita meniup kantong plastik saat mengambil sampel udaranya untuk tes Covid-19 menggunakan GeNose C19 di sebuah stasiun kereta di Jakarta, Rabu, 3 Februari 2021. Alat buatan Indonesia ini mulai digunakan untuk screening penumpang kereta jarak jauh. REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana
Indonesia Sumbang 1,09 Persen Kasus Covid-19 Dunia

Indonesia saat ini menempati urutan ke-19 kasus sebaran Covid-19 dari 192 negara.


Orient Riwu Kore Mengaku Ikut Pilkada Sabu Raijua karena Amanat Orang Tua

6 Februari 2021

Bupati terpilih Sabu Raijua, NTT, Orient P Riwu Kore menjadi perbincangan setelah disebut-sebut sebagai warga negara Amerika Serikat. Orient mengakui sempat memiliki paspor AS, namun tidak lantas mengubah status kewarganegaraannya. Facebook.com
Orient Riwu Kore Mengaku Ikut Pilkada Sabu Raijua karena Amanat Orang Tua

Bupati Sabu Raijua terpilih, Orient Riwu Kore, mengungkapkan alasannya mengikuti pemilihan kepala daerah 2020


Tidak Lagi Jadi Presiden, Pemakzulan Donald Trump Tak Cukup Kuat

4 Februari 2021

Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat mengikuti pertemuan dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong di Istana di Singapura, 11 Juni 2018. REUTERS/Jonathan Ernst
Tidak Lagi Jadi Presiden, Pemakzulan Donald Trump Tak Cukup Kuat

Tim pengacara Donald Trump berkeras Senat tak cukup kuat punya otoritas untuk memakzulkan Trump karena dia sudah meninggalkan jabatan itu.


Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ 182 Diminta Tak Teken Release And Discharge

3 Februari 2021

Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ 182 Diminta Tak Teken Release And Discharge

Pengacara keluarga korban Lion Air JT 610 meminta ahli waris korban Sriwijaya Air SJ 182 tidak meneken dokumen release and discharge atau R&D.


Krisis Semikonduktor, Senator Amerika Desak Gedung Putih Turun Tangan

3 Februari 2021

Ilustrasi microchip semikonduktor. [REUTERS/Kim Kyung-Hoon]
Krisis Semikonduktor, Senator Amerika Desak Gedung Putih Turun Tangan

Pada 2019 grup otomotif menyumbang sekitar sepersepuluh dari pasar semikonduktor senilai 429 miliar dolar Amerika Serikat.


Amerika Serikat Longgarkan Aturan soal Imigran Suriah

30 Januari 2021

Sekitar ratusan ribu warga Amerika Serikat turun ke jalan pada Sabtu, 30 Juni 2018, menuntut pemerintahan Presiden Donald Trump mengizinkan imigran masuk dan mempertemukan anak imigran dengan orang tua mereka. Reuters
Amerika Serikat Longgarkan Aturan soal Imigran Suriah

Imigran dari Suriah mendapat kelonggaran aturan sehingga mereka bisa tinggal di Amerika Serikat dengan aman sampai September 2022.


Tutorial Membuat Bom Ditemukan di Rumah Pelaku Kerusuhan US Capitol

30 Januari 2021

Gas air mata dilepaskan di antara pengunjuk rasa saat bentrokan dengan polisi di Gedung Capitol pada rapat pengesahan hasil pemilihan presiden 2020 oleh Kongres AS di Gedung Capitol AS di Washington, 6 Januari 2021. Sekitar 350 pasukan Garda Nasional D.C. dikerahkan untuk mengantisipasi kerusuhan yang diperkirakan akan terjadi. REUTERS/Shannon Stapleton
Tutorial Membuat Bom Ditemukan di Rumah Pelaku Kerusuhan US Capitol

Tutorial pembuatan bom ditemukan di rumah anggota kelompok ekstremis Proud Boys, Dominic Pezzola, yang didakwa terlibat dalam kerusuhan US Capitol


Amerika Serikat Kecam Pembebasan Pembunuh Jurnalis Oleh Pakistan

29 Januari 2021

Wartawan asal Amerika Serikat, Daniel Pearl, yang tewas dipenggal pada 2002. Sumber: The Times of Israel
Amerika Serikat Kecam Pembebasan Pembunuh Jurnalis Oleh Pakistan

Pemerintah Amerika Serikat mengecam pembebasan pembunuh jurnalis Wall Street, Journal Daniel Pearl, oleh Mahkamah Agung Pakistan.


Amerika Serikat Izinkan Pensiunan Dokter Lakukan Vaksinasi Covid-19

29 Januari 2021

Dokter umum Luisa Vera bereaksi setelah menerima vaksin virus corona (Covid-19) buatan Pfizer-BioNTech di Universitas Kesehatan Indiana, Rumah Sakit Methodist di Indianapolis, Indiana, Amerika Serikat, Rabu, 16 Desember 2020. Kredit: ANTARA FOTO/REUTERS/Bryan Woolsto/HP/djo/am.
Amerika Serikat Izinkan Pensiunan Dokter Lakukan Vaksinasi Covid-19

Pemerintah Amerika Serikat kini mengizinkan dokter dan perawat yang sudah pensiun untuk memberikan suntikan vaksin Covid-19


Jenderal Israel Minta Joe Biden Tidak Bawa AS Kembali Ke Perjanjian Nuklir Iran

27 Januari 2021

Silinder berisi uranium di fasilitas nuklir Fordow, Iran.[IRNA]
Jenderal Israel Minta Joe Biden Tidak Bawa AS Kembali Ke Perjanjian Nuklir Iran

Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Letnan Jenderal Aviv Kochavi mengatakan hal yang salah jika AS kembali ke perjanjian nuklir Iran