Atasi Pencurian Tisu Toilet, Cina Pakai Kamera Pengenal Wajah  

Selasa, 21 Maret 2017 | 11:05 WIB
Atasi Pencurian Tisu Toilet, Cina Pakai Kamera Pengenal Wajah  
Sxc.hu

TEMPO.CO, Beijing - Cina menggunakan kamera yang dilengkapi dengan perangkat lunak pengenal wajah untuk mengatasi pencurian tisu toilet.

Seperti dilansir The Telegraph, Senin, 20 Maret 2017, orang-orang yang menggunakan toilet di Taman Tiantan, Beijing, salah satu lokasi wisata utama kota itu, hanya akan menerima tisu toilet sepanjang 60 sentimeter setelah melakukan pemindaian wajah.

Baca: Jepang Pasang Tisu Khusus Ponsel di Toilet Bandara

Setelah tisu toilet keluar, perangkat lunak akan menolak memberikan tisu kepada orang yang sama selama sembilan menit setelah pemindaian pertama.

Pihak berwenang setempat mengambil tindakan tersebut setelah semakin banyak pengunjung toilet umum di Cina yang mengambil gulungan tisu dan membawanya pulang untuk penggunaan sehari-hari.

"Beberapa orang masih tidak tahu sopan santun menggunakan tisu toilet," kata laporan China Radio International (CRI).

CRI mengutip petugas toilet yang mengatakan, "Sejumlah orang mengambil lebih banyak tisu daripada yang mereka butuhkan dan terkadang mengambil seluruh gulungan tisu."

"Kadang-kadang tisu habis hanya dalam 20 menit," ujarnya.

Baca: Wajah Hitler Dipasang di... Tisu Toilet

Kini, setelah penggunaan alat tersebut, penggunaan tisu dilaporkan turun dari 20 gulung menjadi tiga gulung saja dalam tiga hari.

Namun alat tersebut juga dikeluhkan karena beberapa kali tidak berfungsi. Kekhawatiran juga muncul terkait dengan waktu tunggu keluarnya tisu jika terjadi situasi mendesak.

CRI mengatakan uji coba alat tersebut akan berlangsung sekitar dua pekan, sedangkan laporan lain menyebutkan pengujian itu akan berlangsung enam bulan.

Beberapa taman di ibu kota Cina juga telah dipasangkan alat itu. Selain itu, pihak berwenang telah menjalankan kampanye untuk mengatasi pencurian tisu toilet.

TELEGRAPH | CRI | ANTARA | SITA PLANASARI AQUADINI



 

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan