Pemilu Presiden, Warga Timor Leste Antusias Gunakan Hak Pilih

Senin, 20 Maret 2017 | 16:05 WIB
Pemilu Presiden, Warga Timor Leste Antusias Gunakan Hak Pilih
Baliho kandidat Presiden Timor Leste dari Partai Fretelin, Fransisco Gutteres Lu Olo. Foto: Yohanes Seo

TEMPO.CO, Dili - Sekitar 700 ribu warga Timor Leste yang tersebar di 13 distrik  atau kabupaten di Timor Leste pada Senin, 20 Maret 2017 berbondong- bondong mendatangi tempat pemungutan suara atau TPS untuk memilih Presiden Timor Leste periode 2017- 2022.



Pantauan Tempo di TPS Varol, Kota Dilli, warga antusias mendatangi TPS untuk menggunakan hak pilihnya. Salah satu warga yang menggunakan hak pilihnya di TPS tersebut  adalah calon presden Fransisco Guterres atau Lu Olo yang diusung Partai Fretelin dan CNRT.



Baca: Pemilu Timor Leste, Ribuan Warga Dilli Pulang Kampung



Lu Olo tiba di TPS sekitar pukul 08.00 waktu Timor Leste bersama istri dan salah satu petinggi partai, Marie Alkatiri, dengan pengawalan dari kepolisian setempat.



Lu Olo langsung menggunakan hak pilihnya di TPS tersebut. "Kami yakin, kami bisa menang satu putaran pada pemilu ini," kata Lu Olo kepada wartawan usai mencoblos.



Hal serupa yang terjadi di TPS Vilaverde, Kota Dilli, dimana kandidat presiden Antonio da Conceiao juga mencoblos di TPS tersebut. Antonio datang bersama istri dan pengawal.



Baca: Timor Leste Gelar Pilpres Hari Ini



Kedatangannya sudah ditunggu puluhan wartawan dari dalam maupun luar negeri. Antonio menggunakan hak pilihnya sekitar pukul 9.00 waktu setempat.



"Saya belum tahu, apakah bisa satu putaran atau dua putaran. Semuanya saya serahkan ke pada rakyat Timor Leste untuk memilih," ujar Antonio.

Pencoblosan pemilu Presiden Timor Leste berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 15.00 waktu Timor Leste. Kedua kandidat presiden ini dinilai bisa bersaing hingga putaran kedua pemilu presiden ini.



YOHANES SEO (DILI)

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan

Berita Terbaru