Genjot Wisatawan Muslim, Thailand Perkenalkan Wisata Halal

Senin, 20 Maret 2017 | 08:00 WIB
Genjot Wisatawan Muslim, Thailand Perkenalkan Wisata Halal
Tamu Muslim memilih makanan selama resepsi pernikahan di hotel Al Meroz, Bangkok. Thailand menyediakan kuliner halal dan fasilitas lainnya untuk menyambut wisatawan Muslim. AFP/Roberto SCHMIDT

TEMPO.CO, Bangkok - Thailand semakin gencar memperkenalkan layanan wisata halal untuk menyambut lebih banyak wisatawan Muslim dan menjual produknya kepada dunia Islam. 



Thailand sudah lama dikenal sebagai tempat wisata dengan pesta, daerah pelacuran, alkohol murah dan pantai tropis indah. Namun, belakangan ini, semakin banyak wisatawan dari negara Islam mengunjungi negara itu. 



Baca: Wisatawan Thailand Bakal Lampaui 30 Juta Orang Pada 2016 



Seperti di hotel bintang lima Al Meroz di Bangkok, baru-baru ini, saat suatu upacara pernikahan diadakan, seorang pria membaca al-Quran dalam resepsi sementara istrinya berpakaian serba putih dan berjilbab. 

Ini adalah satu dari puluhan resepsi pernikahan yang diadakan sejak beberapa bulan lalu di Al Meroz, hotel halal pertama di kota itu. 

"Mengingat ada 1,5 miliar umat Islam di seluruh dunia, saya rasa itu pasar sangat baik," kata manager hotel itu, Sanya Saenboon, seperti dilansir Daily Mail , Ahad 19 Maret 2017. 

Hotel yang diresmikan tahun lalu, memiliki fitur Islami. Ia tidak menjual alkohol, sedangkan kolam renang dan gym mengalokasikan waktu tertentu untuk penggunaan tamu pria dan wanita.



Baca: Thailand Bikin Aplikasi Smartphone Jaring Turis Muslim



Segala sesuatu di bangunan itu telah dipastikan aman bagi umat Muslim. Dari mulai sprei yang dicuci dengan cara tertentu, memastikan perlengkapan mandi bebas dari alkohol atau lemak hewan serta menyediakan kebutuhan sehari-hari yang diperbolehkan untuk umat Muslim.

Meskipun mengalami ketidakpastian situasi politik, Thailand telah mencatatkan ledakan kunjungan wisatawan, dari 13,8 juta pengunjung tahunan pada tahun 2006 mencapai rekor 32,5 juta tahun lalu.

Peningkatan terbesar berasal dari Cina. Jumlahnya meroket dari hanya 949.000 pada 10 tahun silam menjadi menjadi 8,7 juta pengunjung pada 2016.

Tapi lonjakan pengunjung juga berasal dari negara-negara Muslim. Pengunjung dari negara-negara Muslim di Timur Tengah dan Asia meningkat dari 2,63 juta pada 2006 menjadi lebih dari enam juta pada tahun lalu.

Selain menyediakan layanan wisata halal, Thailand juga menunjukan peningkatan dalam hal memproduksi makanan bersertifikat halal. Selama 15 tahun terakhir, negara itu telah memiliki lebih dari 160 ribu produk halal.

Thailand adalah sebuah negara yang didominasi oleh penganut Budha, namun lima persen dari keseluruhan jumlah penduduk adalah umat Muslim, kebanyakan tinggal di wilayah selatan negeri Gajah Putih tersebut. 

DAILY MAIL | YON DEMA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan

Berita Terbaru