Mirip Pahinggar, Pria Ini Siarkan Kematiannya Lewat Facebook  

Minggu, 19 Maret 2017 | 16:23 WIB
Mirip Pahinggar, Pria Ini Siarkan Kematiannya Lewat Facebook  
Rodney James Hess, pria yang menyiarkan kematiannya secara live lewat Facebook. Facebook.com

TEMPO.CO, Tennessee - Seorang pria Amerika Serikat menyiarkan secara langsung kematiannya di Facebook dengan disaksikan kerabat dan keluarganya, hal ini mirip dengan yang dilakukan Pahinggar Indrawan. Bedanya, pria itu merekam kekejaman polisi lalu lintas yang menembak dirinya hingga tewas, sedangkan Pahinggar melakukan aksi bunuh diri.

Rodney James Hess, 36 tahun, dihentikan oleh polisi di Alamo, Tennessee, dan tidak lama setelah ia dibunuh di hadapan tunangannya, Johnisha Provost, yang menyaksikan melalui siaran langsung di Facebook.

Dalam video itu terlihat sang polisi meminta Hess untuk turun dari mobilnya dengan nada yang keras, tapi Hess menolaknya dan mulai berdebat. Hess kemudian terlihat hendak melanjutkan perjalanan dan tak mau menghiraukan perintah polisi.

Nahas baginya, polisi itu yang merasa terancam, kemudian menembak Hess dengan timah panas yang tembus melalui kaca depan mobilnya. Tragedi itu disiarkan secara langsung dari akun Facebook pribadi milik Hess, yang disaksikan tunangannya.

Biro Investigasi Amerika Serikat atau FBI Tennessee sedang menyelidiki tragedi Hess. Seolah membela sang polisi, FBI mengatakan polisi itu terancam oleh perilaku tidak kooperatif korban.

Menurut FBI, Hess yang berasal dari New Orleans berusaha untuk menabrakan mobilnya ke petugas polisi setidaknya dua kali sebelum akhirnya tewas pada pukul 14.15 waktu setempat, Kamis, 16 Maret 2017.

Adapun tunangannya menuturkan, suara keras yang dibuat Hess karena ia sedang panik dan berusaha untuk mencari bantuan. Johnisha mengatakan Hess menderita gangguan mental. Saat kekasihnya dalam kondisi panik, perilakunya terlihat seperti marah.

"Saya selalu mengatakan kepadanya, jika berada dalam situasi di mana membutuhkan bantuan, minta orang untuk membantumu, dan itulah yang terus dia katakan," kata Johnisha, seperti yang dilansir The Sun pada 18 Maret 2017.

Johnisha menyaksikan tragedi yang dialami Hess di Facebook saat sedang bekerja. Ia dihubungi oleh kerabatnya yang menyaksikan penembakan Hess di Facebook.

"Seharusnya polisi memiliki keterampilan untuk menangani orang-orang yang menderita sakit mental," kata Johnisha.

Hess digambarkan oleh keluarganya sebagai seorang ayah, kekasih, serta anak yang baik dan pekerja keras.

Pahinggar Indrawan, 50 tahun, seorang pria yang menyiarkan aksi bunuh diri via Facebook Live di akun pribadinya. Ia nekat bunuh diri karena ditinggal sang istri yang telah hidup bersamanya selama 17 tahun.

Dia kemudian ditemukan tak bernyawa di rumahnya, di Jalan Kemenyan Nomor 5, RT 8 RW 5, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat, 17 Maret 2016.

THE SUN | YON DEMA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan