Terlibat Skandal Presiden Korsel, Bos Samsung Ditangkap  

Jum'at, 17 Februari 2017 | 07:13 WIB
Terlibat Skandal Presiden Korsel, Bos Samsung Ditangkap  
Jay Y Lee, Pimpinan Samsung. Zd.net

TEMPO.CO, SEOUL - Lee Jae Yong atau Jay Y. Lee, 48 tahun, pewaris perusahaan konglomerat Korea Selatan, Samsung, ditangkap sebagai bagian dari proses penyelidikan kasus korupsi yang melibatkan Presiden Park Geun Hye.

Lee yang menjabat Wakil Presiden Divisi Elektronik Samsung dituduh menyuap teman dekat Park, Choi Soon-sil, hampir US$ 40 juta atau sekitar Rp 533 miliar.

Baca: Samsung Bantah Bosnya Terlibat Skandal Presiden Korsel

Lee ditangkap setelah pengadilan mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadapnya.

“Ada alasan untuk melakukan penangkapan setelah muncul bukti baru yang bisa membuktikan kejahatan tersangka,” demikian pernyataan Pengadilan Distrik Seoul Pusat.

Pengadilan yang sama sempat menolak permintaan tim penyidik untuk menangkap Lee pada bulan lalu dengan alasan bukti yang kurang.

Dengan perintah ini, Lee langsung ditahan di penjara Uiwang, Seoul, tempat ia menunggu putusan pengadilan.

Lee didakwa dengan sejumlah pasal, seperti penyuapan, transfer ilegal ke luar negeri, dan penggelapan.

Namun pengadilan menolak permintaan penangkapan terhadap Park Sang-jin, Presiden Samsung Eectronics. Tim penyidik menduga Park merupakan tokoh kunci yang memfasilitasi dukungan untuk Choi.

“Mengingat status, otoritas, dan peran yang dijalankan, pengadilan merasa tidak perlu menangkap Park.”

Lee, putra bos Samsung, Lee Kun Hee, kerap diperiksa dalam skandal yang mengguncang Negeri Ginseng itu karena dianggap sebagai salah satu pemain kunci.

Penahanannya, petinggi Samsung yang pertama, diprediksi akan mengguncang perusahaan yang mempengaruhi 20 persen ekspor Korea Selatan.

Skandal ini berpusat kepada Choi Soon Sil yang disebut sebagai penasihat spiritual Presiden Park.

Ia mendirikan dua yayasan untuk menggaet “donasi” dari para konglomerat Korea Selatan hingga memperoleh dana mencapai US$ 70 juta. Dana itu digunakan untuk kepentingan Choi dan keluarganya sendiri.

Dalam penyelidikan, Samsung menjadi pendonor terbesar bagi yayasan itu. Perusahaan ini juga dituding memberikan bantuan jutaan dolar untuk kursus menunggang kuda bagi anak perempuan Choi di Jerman.

Jaksa tengah menyelidiki apakah Samsung menyuap Choi untuk memperoleh persetujuan pemerintah dalam merger dua anak perusahaannya.

Merger pada 2015 antara Samsung C&T dan Cheil Industries ditentang mayoritas investor karena dinilai menjatuhkan nilai saham mereka.

Namun merger tetap berlanjut setelah Dana Pensiun Negara, sebagai pemilik saham mayoritas, menyetujuinya.

Dalam pernyataan resminya, Samsung membantah menyuap atau melakukan hal apa pun untuk meminta bantuan presiden.

Lee memimpin grup Samsung—perusahaan bisnis terbesar di Korea Selatan—sejak ayahnya terkena serangan jantung pada 2014.

CHANNEL NEWSASIA | BBC | THE KOREA HERALD | SITA PLANASARI AQUADINI

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan

Berita Terbaru