Rabu, 23 Agustus 2017

Raisi Diisukan Pengganti Rafsanjani di Dewan Kebijakan Iran

Kamis, 12 Januari 2017 | 04:00 WIB
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan Presiden Iran Hassan Rouhani menyentuh peti berisi jasad mantan Presiden Iran Ali Akbar Hashemi Rafsanjani dalam upacara pemakamannya di Teheran, Iran, 10 Januari 2017. Ali Akbar Hashemi Rafsanjani juga merupakan tokoh penting dalam berdirinya Republik Islam Iran pada 1979. REUTERS

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan Presiden Iran Hassan Rouhani menyentuh peti berisi jasad mantan Presiden Iran Ali Akbar Hashemi Rafsanjani dalam upacara pemakamannya di Teheran, Iran, 10 Januari 2017. Ali Akbar Hashemi Rafsanjani juga merupakan tokoh penting dalam berdirinya Republik Islam Iran pada 1979. REUTERS.

TEMPO.CO, Teheran - Sejumlah kabar tidak resmi di Iran menyebutkan Ebrahim Raisi bakal menggantikan posisi Ali Akbar Hasehmi Rafsanjani sebagai kepala Dewan Kebijaksanaan. 

Tugas Dewan ini adalah menjembatani permasalahan yang timbul antara parlemen dengan Dewan Pengawal Revolusi.

Raisi, 56 tahun, seorang ulama konservatif. Dia tidak begitu dikenal di luar Iran, meskipun demikian dia memiliki peluang besar menjadi pengganti Rafsanjani yang meninggal akibat serangan jantung pada Ahad, 8 Januari 2017.

Salah satu peran penting Raisi yang dianggap kontroversial adalah dia pernah menjadi pimpinan "Dewan Kematian" pada 1988 yang mengawasi hukuman mati terhadap ribuan tahanan politik.

Dia dikenal memiliki kedekatan dengan pemimpin agung Iran, Ayatullah Ali Khamenei, sebagaimana dilaporkan oleh sejumlah media di Iran.


"Raisi juga memimpin Astan Quds Razavi, sebuah lembaga amal yang mengawasi tempat-tempat suci di Iran," tulis Al Arabiya, Selasa 10 Januari 2017.
AL ARABIYA | CHOIRUL AMINUDDIN

 

 

 

 


Grafis

Jalur Larangan Sepeda Motor di Sudirman dan Rasuna Said

Jalur Larangan Sepeda Motor di Sudirman dan Rasuna Said

Ini jalur alternatif menghadapi rencana Dinas Perhubungan DKI Jakarta memperluas larangan sepeda motor di jalan Sudirman, Imam Bonjol, dan Rasuna Said.