Joserizal Jurnalis, Che Guevara Tanpa Senjata

Senin, 04 Agustus 2014 | 20:00 WIB
Joserizal Jurnalis, Che Guevara Tanpa Senjata
Dari kiri, Ketua Divisi Kontruksi MER-C, Faried Thalib Murad, Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul, Presidium MER-C, Joserizal Jurnalis memberikan keterngan kepada wartawan mengenai penyerangan pasukan Israel ke jalur Gaza di Kantor MER-C di Jakarta, Senin (19/11). TEMPO/Dasril Roszandi



Bagaimana sebenarnya metode pengobatan saat terjadi perang seperti sekarang ini di Gaza...
Kami sedikit melakukan operasi. Pasien masuk, distabilkan, kemudian yang gawat dikirim ke Mesir. Tidak semuanya mendapat tindakan langsung. Ini untuk mengurangi antrian korban yang masuk.

Apakah benar ada gelombang pengungsian di gaza?
Tidak ada itu. Warga justru bertahan. Mati bagi mereka adalah kemuliaan. Itu tujuan Israel, pembentukan opini supaya orang mengungsi. Kalau semua mengungsi akan diambil tanahnya.

Anda dikabarkan dekat dengan Hamas?
Iya. Saya dekat. Tapi tidak memiliki kepentingan. Kegiatan saya adalah murni kemanusiaan.

Siapa saja sebenarnya yang melakukan serangan balik ke Israel selain Hamas...
Ada banyak. Tapi target Israel adalah Hamas, padahal yang melakukan perlawanan, adalah semua pejuang Palestina.

Kok Otoritas Palestina (Fatah) di West Bank tidak menurunkan militernya, seperti tidak peduli?
Di Tepi Barat, Palestina, tidak memiliki kekuatan militer apa-apa. Militer Palestina bersatu ya di Gaza. Jadi bukan berarti Palestina Bersatu diam.

Hamas dikabarkan menembakkan roket dari pemukiman padat penduduk...
Bukan. Anda salah. Saya tidak bisa kasih tahu di mana letaknya. Rahasia. Israelnya saja yang tidak akurat informannya. Presisinya jadi salah target. Itu propaganda.

Seberapa kuat menurut Anda kekuatan militer Hamas?
Yang jelas mereka tidak punya tank, helikopter dan pesawat tempur. Tapi mereka punya drone (pesawat nirawak). Itu mengejutkan Israel.

Darimana teknologi drone yang dimiliki Hamas itu...
Saya tidak tahu. Yang jelas, negara selain Iran, tidak ada yang memiliki teknologi pembuatan drone, bahkan melebihi kecanggihan drone Amerika.

Bagaimana sebenarnya hubungan Fatah dan Hamas sekarang?
Hamas sudah menyerahkan kekuasaannya kepada Palestina Bersatu. Ini membuat Israel gregetan, karena ingin Palestina terus pecah.

Sampai kapan ujungnya perang ini menurut Anda?
Tidak akan pernah sepi. Ini adalah konflik ideologi. Akan terus terjadi.



Berikutnya...



Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan